Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Misteri Kematian Aipda Sudarsa, Apa Motifnya?

Misteri Kematian Aipda Sudarsa, Apa Motifnya?

Written By Dre@ming Post on Senin, 22 Agustus 2016 | 7:43:00 AM

Dari Kiri Ke kanan: Aipda Sudarsa, David James Taylor, Sara Connor.
Bantah Ada Kekerasan Seksual Terhadap Sara Connor, Kapolresta: Wajar Tersangka Bela Diri

DENPASAR - Adanya dugaan bahwa tersangka Sara Connor asal Australia sempat mendapat kekerasan seksual dari Aipda Wayan Sudarsa dibantah kepolisian.

Hal itu ditegaskan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo menanggapi beredarnya isu adanya kekerasan seksual terhadap Sara.

Menurutnya, pernyataan pihak tersangka bahwa Sara sempat ‘ditindih’ merupakan bentuk pembelaan.

Hal itu dipandang wajar oleh perwira melati tiga itu.

Pihaknya akan membuktikan berbagai temuan yang telah dikumpulkan dalam kasus pembunuhan sadis di Pantai Kuta itu.

"Kan wajar saja tersangka membela. Yang terpenting kami bertindak sesuai dengan alat bukti saja," ucapnya, Minggu (21/8/2016).

Disinggung mengenai teleskop yang ditemukan di TKP.

Hadi tidak menampik apabila itu merupakan milik pribadi korban.

Namun, pihaknya tidak membekali itu dalam tugas.

"Ya memang itu milik korban," tandasnya.

Ketika Jenazah Aipda Wayan Sudarsa Diaben, Sang Istri Bilang Doa Antar Engkau ke Surga

MANGUPURA - Mata memerah dan raut wajah duka masih menyelimuti istri Aipda I Wayan Sudarsa, Ketut Arsini (53) saat mengikuti prosesi ngaben jenazah sang suami di Setra Jimbaran, Badung, Minggu (21/8/2016).

Bu Tut sapaan akrabnya ini mengaku kaget atas kabar berita terbunuhnya sang suami di Pantai Kuta dengan cukup tragis.

Saat ditanya apakah suami sebelum meninggal ada tanda atau firasat tertentu pihaknya mengaku tidak merasakan apa-apa.

“Saya ingin bilang selamat jalan bapak dan doa kami menghantar engkau ke Surga,” ucapnya dengan mata merah saat suami sedang jalani proses ngaben.

Seperti diketahui, dalam kasus kematian Aipda I Wayan Sudarsa, polisi telah menetapkan Warga negara Inggris, David James Taylor dan warga negara Australia, Sara Connor sebagai tersangka.

Kapolresta: Anggota Jangan Bertugas Sendirian

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo ‎mengimbau kepada semua anggota agar tidak bertugas sendirian.

"Misalnya ada gangguan teman bisa membantu. Tidak akan terjadi lagi kejadian seperti ini ke depannya," ucapnya, Minggu (21/8/2016).

Mengenai usulan pangkat penghargaan bagi Aipda Wayan Sudarsa, Hadi Purnomo mengatakan hal itu merupakan kewenangan Polda Bali.

"Kita usulkan penghargaan dan masih diproses," urainya.

Sara Bilang Aipda Wayan Sudarsa Sempat Dorong Hingga Jatuh di Pasir, David Ngaku Diumpat Sial!

DENPASAR -‎ Kuasa Hukum David James Taylor, Haposan Sihombing mendapat sejumlah informasi yang diterangkan David.

Sejumlah keterangan itu menyangkut insiden berdarah di Pantai Kuta, hingga berujung kematian Aipda Wayan Sudarsa.

Haposan menyebut, pada perjalanan pulang ke hotel, Sara bercerita kepada David, apabila polisi tidak bagus (sikap tidak baik).

Yang dimaksud Sara adalah Aipda Wayan Sudarsa.

Yakni, waktu di Pantai Sara mengatakan, apabila Aipda Wayan Sudarsa, mendorong Sarah.

Hingga Sarah terjatuh di pasir, kemudian tubuh Sara ditindih Aipda Wayan Sudarsa.

"Pada saat ditindih, Sara berteriak, didengar orang (orang di sekitar Pantai Kuta, red). Ada beberapa orang yang menarik polisi. Dan Sara kemudian pergi," kata Haposan Minggu (21/8/2016).

"Dan ‎ini akan ditanyakan kepada Sara. Maksudnya akan dikroscek," imbuhnya.

David menjelaskan ke Haposan, dirinya sempat melihat ada orang dalam posisi telungkup di Pantai Kuta.

‎Ia pun mendekatinya, saat David membalikkan tubuh orang itu ternyata sosok tersebut adalah Aipda Wayan Sudarsa yang sudah berlumuran darah.

"Dan David mau membuka mulut dan digigit. Dan mengumpat sial. Kemudian, David langsung keluar, ketemu lagi sama Sarah, dan ada tiga orang," jelasnya.

Haposan tidak menjelaskan secara rinci, apakah orang yang bersama Sara itu yang menarik Aipda Wayan Sudarsa.

Hanya saja, Haposan menyebut jika setelah David keluar usai digigit Aipda Sudarsa, ada tiga orang yang berada di sekitar TKP.

Ketiga orang tersebut diketahui orang lokal.

"David disangkakan Pasal 338,351 dan 170 yang dikenakan pada David. Klien kami tidak mengaku di BAP, bahwa melakukan pembunuhan.‎ Artinya begini, kebenaran informasi David ini akan dikroscek ke Sara," tandasnya.

Dalam Keadaan Bersimbah Darah, Aipda Sudarsa Sempat Gigit Tangan David Taylor di Pantai Kuta!

DENPASAR - Aipda Wayan Sudarsa meninggal dunia di Pantai Kuta dengan 19 luka.

Fakta lain versi David James Taylor diungkap ke kuasa hukumnya, Haposan Sihombing.

David mengaku sempat digigit oleh Aipda Sudarsa saat tersangka melihat korban telungkup di pantai Kuta.

"Jadi saat itu, korban sempat mengigit tangan David. Itu kata David kepada Erik, rekan saya saat mendampingi David kemarin," kata Haposan, Minggu (21/8/2016).

Dalam pemeriksaan, David mengaku sedang duduk berduaan dengan Sara di Pantai Kuta.

Keduanya berpacaran dan ‎berpelukan, setelah itu mereka menuju bibir pantai.

Tak berapa lama, keduanya kembali ke tempat semula.

Saat di tempat semula yang juga merupakan TKP jasad Aipda Sudarsa, tas Sara telah hilang.

Dan mereka mencari dan berpencar.

Saat dicari tas pun tidak ditemukan dan mereka kembali bertemu.

Ketika bertemu itulah nampak Sara menangis dan ada beberapa orang bersama Sara.

Dalam keadaan menangis, Sara mengatakan ke David bahwa 'polisi tidak baik'.

Saat mengatakan itu, keduanya berada di trotoar Pantai Kuta.

"Lalu David menuju ke pantai dan melihat polisi (Aipda Wayan Sudarsa, red) itu dalam keadaan telungkup. David membalikkan badan polisi dan meraba luka di muka korban. Dan David pun hendak membuka mulut korban dan digigit oleh korban," ungkapnya.

Saat itulah, David kembali ke luar dan menemui Sara.

Kemudian mereka kembali ke penginapan.

Dalam perjalanan, Sara kembali bercerita, apabila dirinya sempat ditindih oleh Aipda Sudarsa.

Ketika ditindih Sara sempat berteriak sehingga ditolong oleh beberapa orang.

Menurut pengakuan Sara, Aipda Wayan Sudarsa juga sempat ditarik oleh beberapa orang sehingga Sara kabur.

"Jadi itu keterangan dari Sara, ini memang nantinya akan dikroscekan lagi ke Sarah," tandasnya.

Haposan mengatakan, David tiba di Bali pada Tanggal 29 Juli 2016 dari Australia.

"Pada tanggal 29 Juli, David menginap di Kuta, pada tanggal 16 Agustus kalau tidak salah menjemput Sara dan menginap di Kuta juga," jelasnya.

Sara Connor Ngaku ‘Ditindih’ Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta, Inikah Motif Pembunuhan?

DENPASAR - Haposan Sihombing resmi menjadi kuasa hukum David James Taylor.

Dalam keterangannya, menguak sejumlah cerita menarik dari pengakuan David.

Terutama menyangkut kejadian 17 Agustus 2016, dini hari sekira pukul 03.00 Wita.

Terkuak, Sara mengaku ditindih oleh Aipda Wayan Sudarsa.

"Jadi dalam pengakuannya David tidak membunuh polisi itu. Hanya dari pengakuan Sara bahwa polisi (Aipda Wayan Sudarsa, red) tidak baik, dan menindih Sara," jelas Haposan, Minggu (21/8/2016).

Haposan mengatakan, sesuai keterangan David, Wayan Sudarsa menindih Sara di Pantai Kuta, tepatnya di dekat TKP jasad anggota Polsek Kuta itu ditemukan.

Saat itu, sambung Haposan, David dan Sarah sedang berpacaran di TKP, keduanya beranjak menuju bibir pantai.

Sekitar 10 menit kemudian, keduanya kembali ke TKP dan ‎mendapati tas Sara hilang.

Mereka berdua berusaha mencari dan berpencar, namun tas itu tak kunjung ditemukan.

Saat kembali usai berpencar mencari tas, David mendapati Sara sedang menangis.

"Sara berkata pada David, bahwa polisi tidak baik. ‎David kembali ke pantai dan menemukan teleskop, handphone dan kain. Dan saat itu ada tiga orang dengan Sarah. Sarah juga yang mengatakan ke David kalau ditindih polisi itu," urainya.

Sara diketahui mengalami luka gigitan di paha dalam kanan yang diketahui dari hasil pemeriksaan di RS Trijata, kemarin.

"Yang saya lihat tadi (kemarin) baru itu saja, ada luka gigitan di paha dalam. Gigitannya karena apa, kita belum sampai ke sana" ujar Kuasa hukum Sara, Erwin Siregar

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan sebelum terjadinya pembunuhan, ada perkelahian atau bentrok fisik antara David dengan Aipda Wayan Sudarsa.

"Motifnya kemarin sudah disampaikan bapak Kapolda. Disebabkan karena mabuk sehingga tidak sadar. Sudah menyatakan di berita acara bahwa tidak sadar melakukan penganiayaan," jelas Kombes Hadi, Minggu (21/8/2016) siang.






sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen