Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Derita Romanus, Pastika: "Pemimpin Nggak Peduli, Ya Kebangetan"

Derita Romanus, Pastika: "Pemimpin Nggak Peduli, Ya Kebangetan"

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 24 September 2016 | 7:24:00 AM

DENPASAR - Gubernur Pastika juga imbau jajaran SKPD Pemprov Bali rela sisihkan uang Rp 10.000 per orang untuk dikumpulkan buat membantu Romanus Tenesi. Trenyuh Kasus Kuli Bangunan Ngebon Biaya Persalinan Rp 135 Juta di RS Sanglah

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sangat sensitif dengan persoalan warga miskin. Dia sering langsung action setiapkali ditemukan ada kasus kemiskinan yang membuat trenyuh. Contohnya, Gubernur Pastika langsung menjenguk Romanus Tenesi, 25, buruh miskin yang ngutang biaya persalinan istrinya sebesar Rp 135 juta di RS Sanglah, Denpasar, Jumat (23/9). Mantan Kapoda Bali ini datang dengan membawa celengan.

Romanus Tenesi yang dijenguk Gubernur Pastika, Jumat siang sekitar pukul 11.00 Wita, merupakan kuli bangunan asal Desa Kuluan, Kecamatan Biboki Feot Leu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Dia baru saja kehilangan istrinya, Katarina Lalian, 24, yang meninggal di RS Sanglah, karena mengalami hipertensi saat kehamilannya. Bayi berusia 1 bulan yang dilahirkan almarhum Katarina Lalian telah dibawa pulang Romanus Tenese dari RS Sanglah, Kamis (22/9) sore, diajak ke tempat kosnya kawasan Banjar Cengiling, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Saat mendatangi kos-kosan Romanus Tenesi di Desa Ungasan, Jumat kemarin, Gubernur Pastika didampingi Karo Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra. Pastika langsung meluncur dari Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Denpasar, Jumat siang pukul 11.00 Wita, seusai menerima audensi masyarakat. “Nggak usah banyak orang, bawa sopir sama ajudan saja,” ujar Pastika sebelum meluncur ke kos-kosan Romanus.

Dalam perjalanan melalui Tol Bali Mandara, Pastika menunjukkan berita yang dimuat edisi Jumat tentang Romanus, yang terpaksa ngutang biaya persalinan istrinya sebesar Rp 135 juta di RS Sanglah dan pulang naik Bus Sarbagita sambil menggendong bayinya. “Saya nggak peduli apakah dia ber-KTP Bali atau tidak. Tapi, kalau seorang pemimpin nggak peduli dengan kesulitan rakyat seperti ini, ya kebangetan. Saya baru tahu ini saat baca koran sambil sarapan pagi tadi,” ujar Pastika sembari menunjukkan koran, dengan mata berbinar.

Pastika mengaku sangat kasihan dengan kondisi Romanus. “Saya yakin masih banyak yang kayak Romanus. Inilah gunanya media. Kalau tidak ada media, siapa yang tahu ada persoalan kemiskinan? Jadi, saya nggak berlebihan kalau menengok Romanus kan?” ujar Gubernur asal Desa ‘miskin’ Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini.

Saat dalam perjalanan menuju tempat kos Romanus, Pastika juga meminta ajudan menelepon Kepala Badan Kepegawaia Daerah (BKD) Provinsi Bali, I Ketut Rochineng. Dalam percakapan per telepon, Pastika meminta Rochineng membuat imbauan supaya jajaran SKPD Pemprov Bali merelakan sisihkan uangnya Rp 10.000 per orang untuk dikumpulkan buat membantu Romanus.

“Ya, barangkali sepuluh ribulah Pak Tut (Rochineng). Nanti sisanya saya bantu lagi,” ujar Pastika, yang notabene mantan Kapolda NTT, Kapolda Papua, Kapolda Bali, dan Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (Purn).

Sementara itu, begitu tiba di kosan Romanus Tenesi di Jalan Blong Keker kawasan Banjar Cengiling, Desa Ungasan, Jumat siang, Pastika langsung masuk ke kamar kos kuli bangunan tersebut. Saat itu, Romanus Tenesi tengah duduk sambil menggendong bayi umur sebulan yang baru ditinggal mati ibunya. Sekain Romanus, ada juga kerabatnya di kos.

Pastika pun menyerahkan celengan kepada Romanus. Pastika juga sempat menggendong bayi perempuan bernama Elia Katarina, yang telah piatu karena nyawa ibunya direnggut penyakit hipertensi. “Celengan ini tidak seberapa isinya, tapi cukup untuk membeli susu selama 3 bulan buat anakmu. Kamu harus tabah,” ujar Pastika, yang kemarin dipanggil Bapak Tua (tokoh) oleh kerabat Romanus.

Romanus Tenesi sendiri kehilangan istrinya, Katarina Lalian, yang meninggal saat persalinan, sebulan lalu, karena mengalami hipertensi. Setelah istrinya meninggal saat melahirkan, bayinya yang diberi nama Elia Katarina kemudian dititipkan di RS Sanglah. Sedangkan Romanus langsung pulang kampung ke NTT untuk mengantar jenazah istrinya.

Menurut Romanus, selama sepekan di kampung halamannya, dia sekalian mengurus berkas-berkas administrasi yang dibutuhkan pihak rumah sakit agar dapat memberikan keringanan biaya. “Tagihan saya di rumah sakit (RS Sanglah) mencapai total Rp 135 juta,” tutur Romanus.

Rinciannya, biaya perawatan bayi Rp 24 juta dan perawatan istrinya (ibunda si bayi yang meninggal) sebanyak Rp 111 juta. Romanus dapat keringanan dari pihak RS Sanglah untuk membayar tagihannya dengan cara mencicil Rp 200.000 per bulan.





sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Meraih 137 Emas Badung Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov 2017

Wagub Ketut Sudikerta menyerahkan piala kepada juara umum saat upacara penutupan, di lapangan Astina Raya, Gianyar Bali ,Sabtu (23/9/2017...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen