Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Di Buleleng Golkar-Demokrat "Bingung", PDIP Melangkah Pasti

Di Buleleng Golkar-Demokrat "Bingung", PDIP Melangkah Pasti

Written By Dre@ming Post on Kamis, 22 September 2016 | 7:23:00 AM

 Ribuan massa mengiringi duet PAS-Sutji berjalan kaki menuju kantor KPU Buleleng. Parpol pengusung dan pendukung kemarin juga deklarasikan PAS-Sutji, mereka sepakat all out untuk menang di coblosan 15 Februari 2017 nanti.Resmi Daftar ke KPU, Jalan Kaki Sejauh 1 Kilometer
Massa PAS-Sutji Meluber

SINGARAJA - Pasangan calon incumbent Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PAS-Sutji), langsung tancap gas unjuk kekuatan. Ribuan massa pendukungnya, hadiri pendaftaran PAS-Sutji ke kantor KPU Buleleng di Jalan A Yani, Singaraja, Rabu (21/9) siang. Bahkan, massa dengan berbagai atribut parpol ini rela berjalan kaki sejauh hampir 1 kilometer, dari titik kumpul di Gedung Kesenian Gde Manik, Jalan Udayana, Singaraja menuju kantor KPU Buleleng. Beberapa kelompok massa pendukung juga mengiringi perjalanan1 PAS-Sutji ke KPU dengan alunan tabuh Baleganjur.

Sejak, Rabu pagi, massa dari berbagai desa di sembilan kecamatan di Buleleng ini sudah mulai berkumpul di Gedung Kesenian. Sekitar pukul 10.00 wita, PAS-Sutji tiba di Gedung Kesenian, didampingi para elite parpol pengusung dan pendukung. Terlihat hadir Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster, Ketua DPW NasDem Bali IB Oka Gunastawa, Wakil Ketua Hanura Bali Gede Wirajaya Wisna, Ketua DPC Hanura Buleleng Ketut Wirsana, Ketua PPP Buleleng Haji Mulyadi Putra, Ketua PKB Buleleng Haji Fathul Arifin, Ketua PAN Buleleng Suwandi Dwi Warsono, anggota DPD RI Alit Kelakan, dan anggota Fraksi DPRD Bali dan DPRD Buleleng. Ketua DPC Gerindra Buleleng Jero Nyoman Ray Yusha bersama kadernya juga ikut hadir.

Begitu rombongan tiba, massa pendukung yang sudah penuhi Gedung Kesenian langsung mengelu-ulukan PAS-Sutji, sambil meneriakkan yel yel PASS di Hati. PAS-Sutji dengan pakaian adat ke Pura, putih-putih menyapa dengan lambaian tangan ke massa pendukungnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato politik dari duet PAS-Sutji. Dalam pidatonya, calon bupati incumbent Putu Agus Suradnyana menyatakan, masih banyak yang harus dikerjakan buat pembangunan Buleleng. Ia yakin bergabungnya tujuh parpol dan dukungan masyarakat di Pilkada Buleleng 2017, pembangunan Buleleng mampu dituntaskan.

“Dalam kebersamaan itu tentu ada persatuan, dan dengan bersatu saya yakin pembangunan Buleleng yang lebih cepat bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Duet PAS-Sutji ini minta agar seluruh parpol yang sudah bergabung bisa bekerja maksimal mencapai kemenangan demi pembangunan Buleleng lebih cepat dan berkembang..

Usai pidato politik, acara dilanjutkan dengan deklarasi bersama parpol pengusung dan pendukung sebagai koalisi PASS di Hati. Sebagai parpol pengusung disebutkan hanya PDIP dan NasDem. Sedangkan parpol pendukung disebutkan Partai Gerindra, Hanura, PAN, PPP, dan PKB.

Dalam deklarasi itu, parpol pengusung dan pendukung sepakat all out menangkan PAS-Sutji di coblosan tanggal 15 Februari 2017 nanti. Mereka akan bekerja maksimal di masing-masing wilayah. “Kami yakin kemenangan mutlak PAS-Sutji. Karena pembangunan di Buleleng sudah banyak dirasakan masyarakat,” tegas Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster mewakili tujuh parpol pengusung dan pendukung PAS-Sutji.

Setelah deklarasi acara dilanjutkan dengan hiburan musik. Sekitar pukul 12.10 Wita, perjalanan pendaftaran ke kantor KPU oleh duet PAS-Sutji bersama rombongan para elite parpol dimulai. Ribuan massa pendukungnya juga ikut mengiringi perjalanan PAS-Sutji dari Gedung Kesenian, kemudian melintasi Jalan Kartini dan terakhir melintasi Jalan A Yani di kantor KPU. Terlihat masa penuhi dua ruas jalan di sepanjang jalan Kartini. Jalan itu pun ditutup sementara oleh aparat kepolisian.

Rombongan tiba di kantor KPU sekitar 12.30 Wita. Pihak KPU hanya mengizinkan 40 perwakilan masuk ke dalam halaman kantor KPU. Dalam penyerahan dokumen pendaftaran, pihak KPU hanya mengizinkan 20 orang perwakilan. Rombongan duet PAS-Sutji diterima oleh Ketua KPU Buleleng Gede Suardana dan empat komisionernya. Penyerahan dokumen pendaftaran berakhir sekitar pukul 14.30 Wita.

Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana menegaskan, seluruh dokumen persyaratan yang diperlukan sudah terpenuhi oleh balon PAS-Sutji. Syarat itu antara lain surat pernyataan siap cuti di luar tanggungan negara, LHKPN, dan surat pernyataan dukungan dari parpol pengusung. “Secara adminitrasi semua syarat sudah terpenuhi, dan dalam administrasi, ada dua parpol yang mengusung, yakni PDIP dan NasDem,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah semua persyaratan pencalonan terpenuhi, balon PAS-Sutji harus melakukan tes kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk dalam hal ini RSUD Buleleng. “Jadwalnya sudah kami berikan. Ada tes psikologi, setelah itu tes kesehatan dan tes bebas narkotika,” jelas Suardana. Setelah pendaftaran usai, massa pendukung langsung membubarkan diri masing-masing. Proses pendaftaran itu pun berjalan lancar dan aman.

Golkar-Demokrat 'Ngekor' Paket Surya

SINGARAJA - Kader Golkar dan Demokrat diperintahkan galang KTP dukungan untuk amankan pencalonan Paket Surya. KBM Tidak Jelas, Gerindra Pilih Bergabung ke Barisan PAS-Sutji.

Golkar-Demokrat diisukan tidak akan usung pasangan calon ke Pilkada Buleleng 2017, tapi merapat ke Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (Paket Surya), kandidat yang bertarung lewat jalur Independen. Selain karena krisis calon, mitra mereka di Koalisi Bali Mandara (KBM) yakni Gerindra juga telah berpaling ke Putu Agus Suradnyana-dr Nyoman Sutjidra (PAS-Sutji), paket incumbent dari PDIP.

Informasi yang berkembang, Golkar-Demokrat akan ikut mengantar Paket Surya saat mendaftarkan pencalonannya ke KPU Buleleng, Jumat (23/9) besok. Golkar-Demokrat tidak masuk sebagai pengusung, karena Paket Surya sejak awal telah serahkan syarat dukungan ke KPU Buleleng sebagai pasangan Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari jalur Independen.

Golkar-Demokrat pilih dukung Paket Surya tinimbang mengusung pasangan calon ke Pilkada Buleleng 2017, karena tidak ada pilihan lagi. Masalahnya, dua partai besar ini justru ‘krisis’ kader. Sedangkan kandidat non kader I Ketut Rochineng, yang sejak awal digadang-gadang sebagai Cabup Buleleng dari KBM, tidak kunjung memberi keputusan maju tarung atau tidak. Padahal, tahap pendaftaran calon ke KPU Buleleng sudah dimulai, 21 September 2016 kemarin.

Sumber menyebutkan, Golkar-Demokrat akhirnya putuskan dukung Paket Surya melalui pertemuan di sebuah hotel kawasan Denpasar, Selasa (20/9) lalu. Keputusan itu diambil setelah ada jaminan Paket Surya mampu kumpulkan 60.000 KTP dukungan, guna menutupi kekurangan syarat dukungan yang harus diserahkan 29 September 2016 nanti.

“Jadi, Golkar-Demokrat sudah pasti ke Paket Surya. Sekarang semua kader Golkar dan Demokrat diminta himpun KTP dukungan untuk Paket Surya, agar lebih meyakinkan. Jika nanti ada KTP dukungan Paket Surya dibantah oleh pemiliknya, maka KTP dukungan yang digalang kader Golkar-Demokrat bisa menutupi,” ungkap sumber dari lingkaran Golkar di Singaraja, Rabu kemarin.

Sayangnya, Ketua DPD II Golkar Buleleng, Putu Singyen, belum bisa dikonfirmasi terkait sikap politik partainya yang diisukan pilih tidak usung paket calon ke Pilkada 2017. Saat ditelepon kemarin, terdengar nada sambung, namun tidak bersedia angkat ponsel. Sedangkan Ketua DPC Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani, tak mau banyak komentar. “Belum..., belum... Kita masih punya waktu, lihat saja nanti,” ujar Luh De Herryani dengan nada meyakinkan.

Sedangkan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, mengatakan KBM bisa me-ngusung calon bisa juga tidak di Pilkada Buleleng 2017. “Segala kemungkinan bisa terjadi. Bisa mengarah ke Paket Surya, bisa tidak. Kalau ada isu KBM akan ikut antar pendaftaran Paket Surya, ya bisa terjadi, bisa tidak,” ujar Mudarta saat dikonfirmasi secara terpisah di Denpasar, Rabu kemarin.

Mudarta mengatakan Pilkada Buleleng 2017 akan mirip Pilgub DKI Jakarta 2017, di mana PDIP keluarkan relkomedasi Paket Ahok-Djarot saat last minute. “Yang jelas, KBM sudah punya sikap untuk diputuskan 23 September 2016 nanti. Kan masih ada waktu sampai 23 September,” katanya.

Mudarta mengatakan, KBM sebenarnya sudah memiliki survei kandidat dan opsi paket calon yang akan diusung. Sekarang tinggal menunggu keputusan DPP masing-masing. “DPP yang putuskan nanti. Itu gampang, karena sekarang sudah era teknologi. Surat bisa di-email dan langsung sudah ada tandatangan dengan cepat.”

Sedangkan Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, mengatakan kalaupun nanti KBM tidak mengeluarkan paket calon, kondisi terburuk adalah dukung Paket Surya. Apalagi, Dewa Sukrawan, politisi senior PDIP yang menempati posisi Cabup Buleleng di Paket Surya, sudah pernah medharmasuaka ke Sekretariat KBM di Sekar Tunjung Center (STC), Jalan Gatot Subaroto Timur Denpasar.

“Paket calon yang kita bahas dulu digodok maksimal. Masih ada waktu. Kita pasti menentukan sikap untuk mendukung kandidat calon. Kita pasti mengusung atau dukung salah satu pasangan calon di Buleleng. Kalau tidak bisa mengusung, kan bisa mendukung,” ujar Sudikerta.

Golkar-Demokrat sendiri sempat pasang tiga opsi paket calon untuk diadu ke Pilkada Buleleng 2017, yakni Ketut Rochineng-Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, Ketut Ro-chineng-I Gede Ariadi, dan I Gede Ariadi-Komang Nova Sewi Putra. Ketut Rochineng merupakan figur non kader asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Provinsi Bali). Sedangkan Pak Oles adalah mantan Ketua DPD Hanura Bali yang kini fungisonaris DPD Demokrat Bali. Sebelumnya, Pak Oles sempat menjadi anggota Fraksi PDIP DPRD Bali 1999-2003 dan anggota DPRD Bali 2009-2014 dari Hanura.

Sebaliknya, Gede Ariadi adalah Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng yang mantan Cabup Buleleng dari Golkar di Pilkada 2012. Ariadi merupakan putra dari mantan Bupati Buleleng (2002-2007, 2007-2012) Gede Bagiada. Sementara Komang Nova Sewi Putra merupakan politisi Demokrat yang kini anggota DPRD Bali dan sebelumnya sempat menjadi Cawabup Buleleng (pendamping Ni Putu Tutik Kusuma wardhani) di Pilkada 2012.

Jika nanti KBM benar-benar tidak usung paket calon, berati Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017, akan melibatkan tarung head to head antara PAS-Sutji vs Paket Surya. PAS-Sutji merupakan pasangan incumbent yang diusung PDIP bersama Hanura-Gerindra-NasDem-PPP-PAN-PKB. Saat ini, PAS-Sutji masih menjabat Bupati-Wakil Bupati Buleleng 2012-2017.

Sedangkan Paket Surya (Dewa Sukrawan-Gede Dharma Wijaya) merupakan pasangan calon jalur Independen. Dewa Sukrawan adalah politisi mantan Ketua DPC PDIP Buleleng 2010-2015 dan Ketua DPRD Buleleng 2009-2014, yang kini menjabat Bendahara DPD PDIP Bali. Sementara Dharma Wijaya adalah politisi mantan Ketua DPC Demokrat Buleleng 2006-2011 dan Wakil Ketua DPRD Buleleng 2009-2014.

Sementara itu, Gerindra akhirnya benar-benar merapat ke barisan PAS-Sutji, dari semula sebagai mitra Golkar-Demokrat di KBM. Bahkan, Ketua DPC Gerindra Buleleleng Jro Nyoman Ray Yusha dan sederet kadernya, ikut mengantarkan pendaftaran PAS-Sutji ke Kantor KPU Buleleng di Jalan Ahmad Yani Singaraja, Rabu kemarin.

“Ya, kami putuskan mendukung PAS-Sutji, karena KBM tidak jelas. Seperti yang pernah saya sampaikan dulu, masa saya sebagai kader mau dibanding-bandingkan dengan non kader? Sedangkan koalisinya saja (KBM) belum dibahas,” tandas Ray Yusha saat dikonfirmasi di sela-sela pendaftaran PAS-Sutji, Rabu kemarin.






sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen