Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Rolak Oprasi, Wanita Ini Ditebas di Pintu Tol Bali Mandara

Rolak Oprasi, Wanita Ini Ditebas di Pintu Tol Bali Mandara

Written By Dre@ming Post on Selasa, 27 September 2016 | 12:07:00 PM

Korban saat beristirahat di kamar kosnya pasca kejadian, Senin (26/9/2016).
Tragis, Wanita Ini Ditebas di Pintu Tol Bali Mandara, Sempat Rahasiakan Penyebab Lukanya

DENPASAR – Sejumlah perban menempel di tubuh Komang Susanti (40), seperti di bahu kiri dan kanan, kemudian perban juga menempel di lengan kiri dan kanan.

Luka ini menurut pengakuan Susanti akibat ditebas di pintu Tol Bali Mandara.

Komang Susanti diduga menjadi korban pembacokan dan penganiayaan orang tak dikenal di sekitar kawasan pesanggaran, kawasan pintu masuk jalan tol Bali Mandara, Denpasar pada Senin (26/9/2016).

Namun korban sempat tidak mengaku kasus pembacokan dan penganiayaan yang dialaminya.

Sumber di kepolisian menyebutkan, saksi bernama Ernita (teman korban) menerangkan dini hari kemarin, korban mengetuk pintu kamar kosnya dan menyaksikan korban sudah mengalami banyak luka.

Saksi kaget dengan keadaan korban yang bersimbah darah dan kemudian melarikan korban ke RS Siloam.

Namun alasan biaya, korban dirujuk ke RSUP Sanglah.

“Saksi menerangkan awalnya korban mengaku ditabrak orang tak dikenal dari belakang,” ucap sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/9/2016).

Namun, dokter yang merawat korban tidak langsung percaya dengan pengakuan itu.

Ini diduga karena luka yang diderita bukan seperti luka akibat kecelakaan lalu lintas.

“Dokter yang merawat korban tidak mempercayai dan menyuruh korban untuk jujur agar bisa ditangani. Akhirnya korban mengatakan dibacok oleh orang yang tak dikenalnya,” imbuh sumber itu.

Wanita yang tinggal di Jalan Imam Bonjol ini sempat meminjam motor scoopy milik saksi untuk pergi mengambil uang.

Ternyata sebelum kejadian, korban sempat berkunjung ke rumah temannya di wilayah Bualu.

“Korban memang sempat bertemu kenalan korban di Bualu mengambil uang penjualan seprai. Korban juga sempat minum segelas bir di rumah di sana,” jelasnya.

Korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan sempat dirawat di RSUP Sanglah.

Kapolsek Benoa, Kompol I Nyoman Gatra menyebutkan informasi awal yang disebutkan korban masih belum jelas dan seperti merahasikan penyebab lukanya.

“Korban belum terus terang, katanya ditabrak orang yang tak dikenal,” tuturnya.

Kemudian setelah didesak dokter untuk jujur, korban mengaku dibacok di sekitar Pesanggaran Tol Bali Mandara.

Kasus ini masih belum jelas adanya, lantaran korban yang belum bisa memastikan persis dimana tempat kejadian perkara yang dimaksud.

“Korban sudah pulang paksa, banyak keanehan” tuturnya. Meski demikian, pihaknya tetap mengusut kasus ini dan memastikan apakah korban terjatuh atau terdapat unsur lain.

Dari pantauan seorang wanita berusia sekitar 40-an merintih kesakitan saat mendapatkan perawatan intensif di Ruang Triage Bedah IGD RSUP Sanglah pukul 12.00 Wita.

Wanita bertubuh gempal dan berambut ikal pendek itu dikelilingi tiga petugas medis berpakaian merah muda yang menjahit luka robek di bagian bahu atas hingga perbatasan siku kirinya.

Ketika kami berusaha mendapatkan konfirmasi dari pasien, petugas keamanan tidak memperbolehkan wartawan masuk ke IGD, Senin (26/9/2016).

Kabag Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariyantha, membenarkan IGD menerima pasien wanita berinisial KS (40). KS masuk pukul 05.20 Wita setelah dirujuk dari RS Siloam.

Saat diterima IGD, KS ditangani di Triage Bedah karena mengalami multiple vulnus appertum yaitu luka terbuka lebih dari satu.

Vulnus Appertum adalah luka terbuka (robek) yang terjadi akibat kekerasan benda tumpul yang kuat sehingga melampaui elastisitas kulit atau otot.

Luka dialami korban pada bahu kiri dan kanan serta lengan kiri dan kanan KS sementara tidak terdapat luka pada bagian kepala.

Saat ditanya mengenai penyebab lukanya oleh dokter, KS hanya mengaku mengalami tabrakan.

KS disebutkan Nariyantha berada di IGD seorang diri dan belum ada keluarga yang datang menjenguk atau menemani KS.

Luka Serius, Komang Susanti Menolak Tindakan Operasi

DENPASAR - Luka yang diderita oleh Komang Susanti (40) oleh dokter RSUP Sanglah dianggap luka serius.

Karena itu perlu dilakukan tindakan operasi, hanya saja Susanti menolak untuk dioperasi.

Kabag Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariyantha, menyebutkan KS menolak masuk Ruang Operasi (OK) padahal kategori luka KS harus mendapatkan perawatan.

"Kami tetap menyarankan tindakan (operasi) karena luka yang dialami KS ditakutkan dapat menimbulkan komplikasi. Namun kalau pasien tetap menolak, kami tidak bisa memaksa," ujar Nariyantha.

Berdasarkan informasi, KS keluar dari IGD RSUP Sanglah pukul 15.30 Wita dengan menggunakan jasa taksi seorang diri.

Komang Susanti diduga menjadi korban pembacokan dan penganiayaan orang tak dikenal di sekitar kawasan pesanggaran, kawasan pintu masuk jalan tol Bali Mandara, Denpasar pada Senin (26/9/2016).




sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen