Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Sempat Triak Anggota Polri Namun Tetap Diserang

Sempat Triak Anggota Polri Namun Tetap Diserang

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 12 November 2016 | 7:31:00 PM

 Polda Bali gelar pelaku penusukan seorang personel Dit Samapta Polda Bali . Bripda Putu Agus Adnyana Dihadang Sepulang Antar Delegasi Interpol
DENPASAR - Seorang personel Dit Samapta Polda Bali, Bripda I Putu Agus Adnyana, 20, terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit setelah dikeroyok tiga anggota ormas di depan Puri Pemayun Kesiman, Jalan WR Supratman Nomor 209 Denpasar Timur, Kamis (10/11) malam. Korban yang merupakan sopir Direktur Sabhara Polda Bali, Kombes Pol I Gusti Bagus Ketut Suteja, dihadang lalu dikeroyok sepulang dari Karangasem untuk mengantar delegasi Sidang Umum Interpol.

Insiden pengeroyokan terhadap korban Bripda I Putu Agus Adnyana terjadi Kamis malam sekitar pukul 21.15 Wita. Pasca diserang menggunakan senjata pisau lipat, anggota Polri berusia 20 tahun ini dilarikan ke RS Trijata Polda Bali dalam kondisi luka tusuk di bagian leher, luka bacok di jari tangan kiri, dan memar akibat pukulan di bagian wajah.

Berselang 14 jam kemudian, ketiga pelaku berhasil diamankan polisi dari markasnya kawasan Jalan Akasia Denpasar Timur, Jumat (11/11) siang pukul 11.00 Wita. Mereka masing-masing IB Komang RW, 25, IB Kade Ker, 34, dan I Wayan Sud, 51.

Informasi di lapangan, aksi penyerangan terhadap Bripda I Putu Agus Adnyana ini berawal ketika korban melintas dengan mengemudikan mobil Toyota Avanza hitam bernopol DK 1322 IV. Malam itu sekitar pukul 21.15 Wita, anggota Polri yang notabene sopir Dir Sabhara Polda Bali ini naik mobil sendirian, melaju dari arah timur sepulang mengantar delegasi Sidang Umum Interpol ke Karangasem.

Begitu tiba di lokasi TKP depan Puri Pemayun Kesiman, mobil korban dihentikan oleh ketiga pelaku. Masalahnya, malam itu korban mengemudikan mobil dengan menerobos sekelompok tamu kundangan adat yang hendak menyeberang seusai menghadiri resepsi di Puri Pemayun Kesiman. Padahal, petugas yang berjaga di lokasi sudah memberikan tanda agar kendaraan melaju pelan-pelan, karena beberapa tamu kundangan adat menyeberang.

Karena itu, ketiga pelaku yang berada di lokasi langsung menghampiri mobil Avanza DK 1322 IV yang dikemudikan korban Bripda Putu Agus Adnyana. Mobil korban digedor dan ditendang. Tak terima dengan hal itu, korban Bribda Putu Agus Adnyana mencoba berhenti dan ingin meminta klarifikasi. Namun, belum sempat turun dari dalam mobilnya, korban langsung diserang ketiga pelaku.

Tanpa ba bi bu, pelaku IB Komang RW langsung memukuli korban di bagian wajah. Sedangkan pelaku IB Kade Ker menusuk leher korban dengan pisau lipat, sementara I Wayan Suda memecahkan kaca mobil. Korban Bripda Putu Agus Adnyana sendiri sempat berteriak bahwa dirinya anggota Polri, namun tetap saja diserang.

Koban yang terluka kemudian dibawa ke RS Trijata Polda Bali untuk menjalani pe-rawatan. Hingga Jumat kemarin, anggota Dit Samapta Polda Bali ini masih dirawat di rumah sakit. Korban harus mendapatkan 4 jaritan atas luka tusuk bagian leher dan 2 jaritan atas luka jari tangan kiri.

Menurut Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Bali, AKBP Suratno, jajaran Jatanras Polda Bali langsung melakukan penyelidikan pasca menerima laporan ada anggotanya yang dikeroyok di depan Puri Pemayun Kesiman. Dari hasil pengembangan di lapangan, polisi berhasil mengidentifikasi ketiga pelaku. Ketiganya diketahui merupakan anggota ormas besar di Bali.

“Tim kemudian diturunkan untuk menggali keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, selain meminta keterangan korban yang sedang menjalani perawatan medis di RS Trijata,” jelasn AKBP Suratno dalam keterangan persnya di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Jumat kemarin.

Setelah mengantongi identitas ketiga pelaku, kata Suratno, petugak pun berkoordinasi dengan pimpinan ormas yang berangkutan. Dari kordinasi itu, ketiga pelaku akhirnya diamankan dari markasnya di Jalan Akasia Denpasar Timur, Jumat siang sekitar pukul 11.00 Wita. Ketiganya langsung dibawa ke Mapolda Bali untuk diinterogasi lebih jauh. Saat jumpa pers kemarin, ketiga pelaku berikut barang bukti berupa pisau lipat juga ikut dipajang.

“Ketiga pelaku mengakui terus terang perbuatannya telah menganiaya dan menusuk korban. Kita menggali keterangan prihal peran masing-masing pelaku saat aksi penganiayaan tersebut,” jelas Suratno yang kemarin didampingi Kabid Penmas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti.

Berdasarkan pengakuannya kepada penyidik kepolisian, ketiga tersangka melakukan tindak pengeroyokan lantaran kesal ulah korban Bribda Putu Agus Adnyana saat melintas di depan Puri Pemayun Kesiman. Malam itu, korban disebutkan mengemudi kurang hati-hati. Padahal, anggota Babinsa yang menjaga upacara sempat memberikan tanda agar melaju pelan, karena ada beberapa krama kundangan adat hendak menyeberang.

“Anggota (Babinsa) sudah sempat menahan dengan memberikan isyarat tanda pelan. Saat itu, korban memang sudah berhenti. Tapi, ketiga pelaku ini langsung menendang mobilnya sambil berteriak,” papar Suratno. Nah, tak terima mobilnya ditendang, korban mencoba minta klarifikasi, namun justru dikeroyok.

Sementara itu, Kabid Penmas Polda Bali AKBP Sri Harmiti menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pol;resta Denpasar terkait penanganan kasus pengeroyokan seorang anggotanya hingga masuk rumah sakit. “Kasus ini akan kita serahkan ke Polresta Denpasar, sesuai lokasi kejadiannya,” tandas Sri Harmiti.

Menurut Sri Harmiti, trio pelaku IB Komang RW, IB Kade Ker, dan Wayan Sud sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Bali. Ketiganya dijerat Pasal170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.











sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Setelah Pailit, Gede Hardy Minta Doa Agar Bisa Bangkit Lagi

DENPASAR - Grup Hardys Holding milik Gede Hardy yang dinyatakan pailit pada putusan Pengadilan Niaga Surabaya di PN Surabaya per tanggal...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen