Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Adi Wiryatama Direm Megawati, KBS Pastikan Dapat Rekomendasi

Adi Wiryatama Direm Megawati, KBS Pastikan Dapat Rekomendasi

Written By Dre@ming Post on Selasa, 17 Januari 2017 | 8:32:00 AM

Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) PDIP Bali yang kini menjabat Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, dikabarkan telah dipanggil Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.Fraksi PDIP Mulai Pasang Baliho KBS
TABANAN -  Intinya, Adi Wiryatama diminta hentikan manuver jelang Pilgub Bali 2018, karena partai sudah menugaskan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster sebagai Calon Gubernur (Cagub) 2018.

Sumber di lingkaran PDIP menyebutkan, Adi Wiryatama dipanggil Megawati, sepekan lalu. Usai dipanggil Megawati untuk berhenti bermanuver, Adi Wiryatama disebutkan langsung menemui Wayan Koster, Jumat (13/1) lalu. “Adi Wiryatama menghadap Ketua DPD PDIP Bali di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar,” jelas sumber tersebut, Minggu (15/1). Betulkah?

Dikonfirmasi, Senin (16/1), Adi Wiryatama tidak membenarkan dan tidak pula membantah kabar soal dipanggil Megawati untuk hentikan manuver. Adi Wiryatama menegaskan, dirinya siap mengamankan dan memenangkan kader yang dapat rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018 mendatang.

Menurut Adi Wiryatama, rekomendasi Cagub Bali akan diturunkan DPP PDIP seusai perhelatan Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017 depan. “Mari kita tunggu rekomendasinya. Pada prinsipnya, saya siap mengamankan dan memenangkan kader yang direkomendasi induk partai,” tegas Adi Wiryatama yang mantan Bupati Tabanan 2000-2005 dan 2015-2010.

Sementara itu, hampir seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan sudah pasang baliho Koster Bali Satu (KBS) di tempat-tempat strategis kawasan Gumi Lumbung Beras. Pasalnya, mereka punya keyakinan 100 persen bahwa KBS yang akan menerima rekomendasi Cagub Bali ke Pilgub 2018.

Salah seorang anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan menyebutkan, pemasangan baliho KBS ini merupakan instruksi partai. “Pak Wayan Koster sudah blak-blakan bicara soal Pilgub Bali 2018. Jika tidak mendapat restu dari DPP PDIP, tidak mungkin berani bicara seperti itu. Saya pribadi sangat yakin Pak Koster Cagub Bali dari PDIP,” katanya di Tabanan, Senin kemarin.

Selain pernyataan tegas di hadapan para tokoh masyarakat dan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan, lanjut dia, Koster juga berani deklarasi di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Pakraman Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, sebulan lalu. Dalam deklarasi tersebut, Koster sekalian umumkan telah memilih tokoh Puri Agung Ubud mantan Bupati Gianyar 2008-2013, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, sebagai tandemnya di posisi Calon Wakil Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub 2018.

Bukan hanya itu. Saat deklarasi KBS-Cok yang sekalian mendeklarasikan pasangan Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun (Paket Aman) sebagai Calon Bupati-Calon Wakil Bupati Gianyar ke Pilkada 2018 hari itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto juga hadir ke Pura Samuan Tiga.

“Kami semakin yakin, karena deklarasi KBS-Ace dihadiri langsung Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto. Itu menandakan KBS sudah mendapat restu DPP PDIP,” jelasnya. Dia mengatakan, sebelum rekomendasi turun, kader Banteng Moncong Putih di Tabanan sudah terbiasa beda pendapat. “Namun, begitu rekomendasi turun, pasti bersatu untuk menang,” katanya.

Sementara itu, Wayan Koster sebelumnya sempat menemui sejumlah tokoh masyarakat Tabanan di pendopo rumah milik I Nyoman Mulyadi di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Sabtu (14/1) sore. Saat turun ke Tabanan, Koster didampingi Ketua DPC PDIP Badung sekaligus Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang juga Wakil Bupati Tabanan.

Seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan berjumlah 22 orang juga hadir dalam pertemuan di rumah Nyoman Mulyadi, tokoh masyarakat Kediri. Dalam pertemuan tersebut, Koster mengklaim Calon Gubernur Bali 2018 sudah final ke KBS (Koster Bali Satu).

Koster pun meminta tokoh masyarakat Tabanan tidak lagi bingung soal spanduk Cagub Bali dari PDIP yang bertebaran di mana-mana. Meski Adi Wiryatama dan IB Rai Darmawijaya Mantra (Walikota Denpasar) pasang spanduk Cagub Bali 2018, petarung dari PDIP di Pigub Bali 2018 tetaplah KBS.

Menurut Koster, proses Cagub Bali di PDIP sudah final. Sebab, Megawati sudah merestui KBS tarung berebut kursi Gubernur Bali di Pilgub 2018. “Mau head to head, mau tiga pasangan calon, kal asahang (lawan). Asalkan PDIP solid, kita pasti menang,” tegas politisi militan PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga anggota Komisi X DPR RI tiga kali periode ini.

Koster menyebutkan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati sudah mengerem Adi Wiryatama agar tidak maju sebagai Cagub Bali. Bahkan, secara khusus, Adi Wiryatama dikatakan sudah menghadap Koster selaku Ketua DPD PDIP Bali, Jumat lalu. “Tinggal tunggu rekomendasi setelah Pilkada 2017. Setelah itu, saya mulai bergerak,” tandas Koster.

Pada 20 Januari 2017 nanti, Ketua DPD PDIP Bali ini akan mengumpulkan para tokoh PDIP termasuk seniornya, Adi Wiryatama, dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (putri dari Adi Wiryatama). Mereka akan diajak berkomunikasi agar tidak lagi lalalele (lain-lain) terkait Pilgub Bali 2018.











sumber : nusabali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen