Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Mata Pelajaran Wajib Tetap, Ini Aturan Baru Kemdikbud Untuk UN SMA

Mata Pelajaran Wajib Tetap, Ini Aturan Baru Kemdikbud Untuk UN SMA

Written By Dre@ming Post on Jumat, 20 Januari 2017 | 8:03:00 AM

Siswa masih tetap mengerjakan mata pelajaran wajib yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Gbr Ist
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan surat edaran terkait Ujian Nasional (UN) 2017.

Khusus untuk siswa SMA, mereka bisa memilih sendiri satu mata pelajaran yang diujikan di UN.

Menurut keterangan dari situs resmi Kemdikbud, Rabu (18/1/2017), ada mata pelajaran yang bisa dipilih oleh siswa.

Tetapi siswa masih tetap mengerjakan mata pelajaran wajib yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Ada pun mata pelajaran tambahan lainnya bisa dipilih sendiri oleh siswa.

Untuk siswa jurusan IPS, mereka bisa memilih di antara Geografi, Sosiologi, atau Ekonomi.

Kemudian untuk siswa IPA, mereka bisa memilih antara Fisika, Kimia, atau Biologi.

Selanjutnya adalah jurusan bahasa, mereka bisa memilih antara Antropologi, Sastra Indonesia, dan bahasa asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, atau Perancis).

Surat edaran itu ditandatangani oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno pada 11 Januari 2017.

Kemdikbud meminta seluruh dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/ kota dan kantor wilayah provinsi/ kabupaten/ kota Kemenag untuk meminta sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya memperbarui data peserta ujian nasional.

Pilihan mata pelajaran untuk UN ini tak akan berpengaruh dengan jurusan yang dipilih di perguruan tinggi.

Sehingga siswa dibebaskan memilih mata pelajaran yang paling mereka kuasai.

"Tidak ada hubungan antara pilihan Mapel (mata pelajaran) pada UN dengan program studi dan jurusan yang akan diambil di perguruan tinggi. Harapannya agar siswa bisa unjuk kemampuan terbaiknya pada Mapel yang dipilih," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam.

Pemerintah akan melaksanakan UN dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 2017 mendatang pada April hingga Mei 2017.

UN untuk SMA/MAK akan dilaksanakan terlebih dulu yakni pada 3-6 April 2017.

Sementara UN SMA/MA akan berlangsung pada 10-13 April 2017.

Adapun UN SMP/MTs akan dilakukan dengan sistem dua gelombang.

Gelombang pertama UN SMP/MTs yakni pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017.

Sedangkan gelombang kedua UN SMP/MTs berlangsung pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.

Sistem dua gelombang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masalah kekurangan komputer. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, pada 2017 nanti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) memang akan diperluas. Karena itu diperlukan adanya kerja sama, khususnya berbagi sumber daya atau resource sharing, dalam penggunaan komputer.

“Sekolah atau madrasah dengan jumlah komputer lebih dari 20 buah dan memiliki server dapat ditetapkan menjadi tempat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Nanti Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan tempat ujian bagi siswa dari sekolah yang belum memiliki fasilitas berdasarkan kedekatan jarak antarsekolah,” ujar Totok, seperti dikutip laman resmi Kemendikbud, www.kemdikbud.go.id.

Adapun saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah dengan kapasitas total 2.188.947 siswa siap menjadi tempat pelaksanaan ujian berbasis komputer.

Dengan jadwal UN SMK/MAK, SMA/MA, dan SMP/MTs yang berbeda-beda, komputer dapat digunakan secara bergantian.

Guru Jangan Intervensi

Kapuspendik Kemendikbud Nizam menyatakan, perubahan kebijakan tersebut tak akan menjadi kendala, termasuk dalam mempersiapkan logistik soal.

Pasalnya, UN SMA sebagian besar akan menggunakan komputer.

“Insya Allah tidak akan ada kendala berarti. Secara teknis, siswa akan diminta mendaftarkan Mapel pillihannya melalui sekolah. Lalu sekolah yang mendaftarkan pilihan siswanya itu kepada dinas pendidikan setempat. Pendaftaran pendataan UN harus selesai pada 15 Januari nanti,” ujar Nizam.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menilai, siswa akan cenderung memilih Mapel yang sama karena dianggap lebih mudah.

Misalnya, untuk jurusan IPA, pemilih Mapel Biologi akan lebih banyak ketimbang Fisika dan Kimia.

“Yang harus ditegaskan adalah guru jangan sampai mengintervensi siswa dalam memilih mapel UN sesuai peminatan ini. Tegakkan kebebasan peserta didik, toh UN sekarang sudah tak lagi dipakai sebagai alat penentu kelulusan,” katanya.





sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen