Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Ternyata Noordin M Top Dilumpuhkan Putra Asli Bali, Ini Ceritanya!!

Ternyata Noordin M Top Dilumpuhkan Putra Asli Bali, Ini Ceritanya!!

Written By Dre@ming Post on Kamis, 02 Februari 2017 | 12:06:00 PM

I Wayan P berkisah tentang ancaman maut saat dia bertugas memerangi teroris. Angota Densus 88 ini bercerita di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Rabu (1/2/2017).
Warga Bali sepertinya tak banyak yang mengetahui aksi heroik seorang putra asli Bali yang ikut memerangi aksi teroris di Indonesia.

Ia bernama Ipda I Wayan P, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 yang berjasa memerangi gembong teroris yang sempat menebar ancaman di negeri ini, beberapa tahun lalu.

Di hadapan awak media, Wayan menceritakan kisah perjuangannya dalam menjaga keamanan Indonesia dari ancaman teroris.

Kisah melawan maut yang masih terngiang di dalam benaknya yakni saat dirinya ikut serta dalam penyergapan teroris di Poso pada 24 Mei 2005.

Penyergapan itu dianggapnya sangat berbahaya, karena pria berbadan tegap ini harus mengalami cacat fisik akibat bertubi-tubi terkena tembakan peluru dilancarkan oleh teroris.

Saat itu, ia bersama timnya ditugaskan untuk menangkap hidup-hidup 4 teroris di Poso, Sulawesi Tengah.

Ayah dua anak ini mengaku keadaan lokasi penyergapan kala itu sangat minim dengan cahaya.

Sesampainya di lokasi penyergapan, keempat teroris ini melakukan perlawanan.

Baku tembak bahkan tak terelakan.

“Sejatinya kami diperintahkan untuk menangkap keempat target teroris itu dalam keadaan hidup. Tapi mereka melakukan perlawanan, saat itu kondisi sangat gelap,” jelasnya di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (1/2/2017).

Baku tembak berlangsung mengakibatkan keempat target teroris berhasil dilumpuhkan.

Wayan kemudian mencoba mengecek keempat teroris itu, lantaran kondisi medan penyergapan di sebuah gunung Pura Gayatri, Poso sangat gelap, dia tak menyadari tepat di bawah kanan tempatnya berdiri teroris kembali menembakinya.

Tiga peluru senjata api bersarang pada telapak tangan kirinya dan siku kirinya.

Bahkan peluru juga mengenai pembuluh darah pada tangan bagian kirinya.

Pascatertembak, Wayan mengalami pendarahan yang cukup hebat hingga menyebabkannya kritis.

Peluru yang dilepaskan teroris sebenarnya juga mengarah pada tubuhnya.

Untungnya, peluru hanya mengenai magazen (penyimpanan peluru, Red) yang ada pada tubuhnya.

Kemudian, ia dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan tindakan medis pertama.

Akibat luka yang diderita, Wayan kemudian harus dioperasi di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Namun hasil operasi yang dirasakannya belum maksimal sehingga ia harus dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

“Telapak tangan saya dalam kondisi hancur. Bekas operasi di Jakarta, harus dibongkar sehingga harus diambil tulang pinggul kiri saya diambil dari operasi di Singapura,” jelasnya.

Setelah tertembak, ia pun sempat bertitip pesan kepada rekannya, apabila ia meninggal, maka tolong untuk bawa keluarganya kembali ke Bali.

Cacat pada telapak tangan kirinya kini sudah semakin membaik pascaoperasi tersebut.

Sebelum terkena tembakan, firasat akan mengalami serangan teroris sudah dirasakan saat dirinya tengah mencari titik koordinat dalam penyergapan teroris di Poso itu.

Di tengah perjalanan mencari titik koordinat, Wayan tiba-tiba tersengat tawon hutan yang berukuran cukup besar pada telapak tangan kirinya.

Namun ia tidak menghiraukan lantaran tengah fokus bertugas menghadapai teroris Poso.

Sebelum operasi, senjata salah seorang rekannya meledak dan mengharuskan anggota tersebut tidak ikut dalam operasi.

Benar saja serangkaian kejadian itu seperti memberikan isyarat akan serangan teroris yang diterimanya.

Wayan juga becerita, istrinya sudah terbiasa dengan pekerjaannya yang setiap bertugas selalu melawan maut.

“Istri sudah siap dengan menyiapkan diri dengan kondisi paling buruk,” tuturnya.

Sebelum menjalin pernikahan dengan istrinya, ia selalu memberikan pesan-pesan agar selalu siap dengan kondisinya mengingat tugasnya yang cukup berat dan melawan maut.

Selama bertugas, ia mengaku jarang bertemu anak dan istrinya.

Meskipun tugas berat yang diembannya serta risiko yang dihadapinya, Wayan menegaskan tekadnya sudah bulat untuk menjalankan tugas yang sudah diberikan.

“Dari awal saya mendaftar menjadi polisi, saya bertekad tidak hanya ingin sekedar menjadi polisi,” tegasnya.

Selain menceritakan kisahnya melawan maut di Poso, Sulawesi Tengah, Wayan juga masih memiliki pengalaman yang sangat berkesan saat melakukan penyergapan gembong teroris, Noordin M Top di Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menceritakan saat itu, ia bersama empat orang rekannya mendatangi lokasi penyergapan Noordin tapi timnya tak menyangka kediaman yang ditempati target juga ditinggali oleh beberapa teroris lainnya.

Apalagi saat itu ia hanya membawa senjata laras pendek saja, sedangkan senjata lengkap masih ada dalam mobil.

Saat masuk ke dalam, Wayan bersama tim kemudian baru mengetahui Noordin bersama beberapa orang lain dilengkapi dengan senjata lengkap serta bahan peledak.

Tak berselang lama, adu tembak pun terjadi.

Namun peluru yang ditembakkan teroris tak tersentuh pada tubuh anggota Densus 88.

“Kemudian tim dan teroris terlibat adu tembak dari balik jendela. Kami hanya pakai senjata laras pendek, sementara target senjata lengkap. Namun kami berusaha bisa meng-keep target supaya tak mampu keluar. Sejatinya target mengira tempatnya sudah dikepung, padahal kami hanya berempat saja,” ujarnya.

Singkat cerita, Noordin bersama rekannya berhasil dilumpuhkan oleh putra asli Bali yang sangat heroik dalam beraksi menyergap terroris.

Keahlian Wayan sebagai Tim Pendobrak didapatkannya selama menempuh pendidikan Disruption Operational Course, Advance Disruption Operational Course serta Advance II Disruption Course di Amerika. Hingga kini Wayan masih aktif sebagai anggota Densus 88 dan menjadi salah satu pelatih Striking Force dalam Counter Transnational Crime Squad yang baru dibentuk Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus R Golose.









sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 jam yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen