Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » ABK Tewas Di Benoa, Apa Mempelajari Ilmu Jaran Kepang?

ABK Tewas Di Benoa, Apa Mempelajari Ilmu Jaran Kepang?

Written By Dre@ming Post on Rabu, 01 Maret 2017 | 9:04:00 AM

Jenazah ABK yang menceburkan diri di Pelabuhan Benoa, Aman (25) mengapung di Pelabuhan Benoa, Selasa (28/2/2017)
DENPASAR– Anak buah kapal (ABK) KM Putra Wijaya I PT. Jaya Kota, Aman (25) yang menghilang setelah menceburkan diri ke laut Pelabuhan Benoa, Minggu (26/2/2017), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Selasa (28/2/2017) pukul 08.45 Wita, di depan Dermaga Timur Pelabuhan Benoa.

Sebelum menceburkan diri ke laut, Aman berperilaku layaknya orang yang kesurupan.

Kapolsek Benoa, Kompol Nyoman Gatra menduga Aman memiliki ilmu kanuragan.

Sesaat sebelum menceburkan diri ke laut, sejumlah rekannya mengaku melihat Aman bertingkah tak wajar semenjak sehari sebelumnya.

Ia menjerit-jerit, tingkah lakunya seperti orang yang sedang kerauhan (kesurupan).

Oleh rekannya sesama ABK kapal, Aman kemudian dibawa ke Masjid Bahari Pelabuhan Benoa.

Di sana ia berusaha ditenangkan oleh pemuka agama.

“Dia dibawa ke masjid kemudian diberi doa oleh Pak Sukandar di masjid,” kata Kapolsek KP3 Pelabuhan Benoa, Kompol Nyoman Gatra.

Saat Pak Sukandar sedang merapal doa untuk Aman, tiba-tiba pria asal Yogyakarta tersebut meronta-ronta dan lari ke arah timur menuju area parkir kontainer.

Aman terus berlari kencang.

Tak dihiraukannya orang-orang yang melintas.

Sementara di belakangnya sejumlah rekannya dan petugas keamanan mengejar dia.

Sesampainya di tepi dermaga, Aman langsung menceburkan diri ke laut dan tenggelam.

Tim pencari melakukan pencarian selama dua hari.

Selama dua hari pencarian, Aman sempat tak mampu ditemukan tim pencari, meski mereka telah melakukan penyisiran dan menerjunkan tim penyelam ke dasar laut.

Pihak kepolisian bahkan sempat menghaturkan banten (sesajen) agar tubuh korban dapat segera ditemukan.

Atas hal ini, Kompol Nyoman Gatra sempat menduga bahwa Aman memiliki semacam ilmu kanuragan, mengingat profesinya sebagai ABK.

Dugaan tersebut berdasarkan pada kejadian-kejadian yang pernah terjadi sebelumnya, di mana pernah terdapat tahanan di Polsek Benoa yang kerauhan di dalam sel tahanan.

Setelah ditelisik ternyata tahanan tersebut mempelajari semacam ilmu jaran kepang.

“Mungkin saja ya, Aman belajar semacam ilmu karena ABK itu kan tugasnya berat, berhari-hari di atas kapal. Saya pernah dengar ada ABK yang punya ilmu agar tahan hidup berat di atas lautan selama berhari-hari,” ujar Kompol Gatra.

Pada hari kedua pencarian, tubuh Aman belum ditemukan.

Kompol Gatra bahkan sempat berpikir tubuhnya disembunyikan penguasa lautan.

“Ini baru dugaan Aman mempunyai ilmu kanuragan. Fakta-fakta seperti dia sempat kerauhan sebelum menceburkan diri serta ditenangkan dengan doa-doa. Mungkin tubuhnya nggak kuat atau nggak bisa megang gitu jadi tidak terkontrol sampai menerobos terjun ke laut. Kalau orang Bali bilangnya istilahnya dia itu kayak semacam mebekel (pegang ilmu gaib),” ungkap Kompol Gatra.

Setalah jenazah Aman ditemukan pada saat pencarian di hari ketiga, kepolisian hingga saat ini masih berupaya menghubungi pihak keluarga Aman yang menurut informasi tinggal di Yogyakarta.

Jenazah Aman kini telah dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.








sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen