Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Jangan Injak Baliku, Ribuan Mahasiswa Unud Turun Ke Jalan Tolak Radikalisme

Jangan Injak Baliku, Ribuan Mahasiswa Unud Turun Ke Jalan Tolak Radikalisme

Written By Dre@ming Post on Rabu, 10 Mei 2017 | 8:40:00 AM

Tolak Gerakan Radikalisme Ribuan Mahasiswa Unud Turun ke Jalan

DENPASAR - Dalam aksi yang dibarengi dengan penampilan treatrikal juga dibacakan 4 pernyataan sikap untuk menjaga kesatuan Bhineka Tunggal Ika. Tolak Gerakan Radikalisme Berkedok Agama di Indonesia.

Ribuan mahasiswa Universitas Udayana (Unud) padati sebagian ruas Jalan PB Sudirman, Denpasar, Selasa (9/5) sore. Aksi turun ke jalan tersebut untuk menentang paham radikalisme yang intoleran terhadap kebhinekaan. Selain mahasiswa, kegiatan bertajuk 'Aksi Kita Indonesia' ini juga diikuti para pegawai, dosen termasuk Rektor Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD KEMD.

Sekitar 3.000-an mahasiswa bersama para dosen itu berkumpul sekitar pukul 14.00 Wita langsung memenuhi sebagian ruas jalan di depan kampus Unud dan menggelorakan pekikan-pekikan ‘Kita Indonesia’. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa tidak ada yang bisa mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari landasan Kebhinekaan. Dengan munculnya organisasi-organisasi dengan gerakan-gerakannya yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan saat ini dapat memunculkan gerakan radikalisme yang intoleran terhadap kebhinekaan.

Dalam aksi tersebut dibacakan 4 pernyataan sikap untuk menjaga kesatuan Bhineka Tunggal Ika. Penyataan sikap tersebut yakni, 1. Menolak berbagai organisasi dan gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan seperti gerakan radikal, intoleran, dan terorisme berkembang di Indonesia, 2. Bertekad menjadikan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, 3. Berjuang mengembangkan nilai-nilai ajaran keagamaan yang moderat, toleran, menghargai kemajemukan realitas budaya dan bangsa, 4. Mendukung pemerintah dalam upaya penegakan hukum dan pembubaran organisasi, pergerakan serta paham-paham radikalisme yang secara nyata bertentangan dengan Empat Konsensus Nasional yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

Empat pernyataan tersebut merupakan tujuan utama dari ‘Aksi Kita Indonesia’, yang ditegaskan langsung oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana, I Komang Arta Yasa yang menjadi pelopor aksi bersama anggota lainnya. "Aksi Kita Indonesia ini merupakan pertama kalinya kita melibatkan seluruh keluarga besar Universitas Udayana. Dengan tujuan untuk mempererat nilai kesatuan Kebhinekaan Bangsa Indonesia dalam tatanan Negara Demokrasi dan memperkuat implementasi dari nilai-nilai pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta kembali menegaskan bahwa NKRI adalah harga mati," tegasnya.

Yasa menjelaskan dengan adanya organisasi radikalisme dengan berkedok agama yang saat ini terjadi dapat memecah persatuan NKRI, oleh karena itu aksi yang dilakukan mahasiswa saat ini merupakan aksi untuk melawan oknum-oknum yang ingin menjadikan NKRI sebagai negara Khilafah. "Kami rasa sebagai kaum terpelajar harus menyuarakan kebehinekaan itu, dan bertugas merawat apa yang diwariskan oleh founding father kita. Intinya kami menegakan NKRI dan menolak paham yang anti Pancasila,” jelasnya.

Sementara Rektor Unud Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD KEMD mengatakan, aksi ini memang murni dari ide gerakan mahasiswa yang disupport dan mengerahkan seluruh dosen, pegawai di Lembaga Udayana. “Sebagai anak bangsa, dimana situasi persoalan prinsip kesatuan NKRI yang kita rasakan (Radikalisme terhadap Kebhinekaan), anak-anak mahasiswa Udayana sangat konsen dengan masalah kesatuan NKRI,” tegasnya.

Prof Suastika menampik dengan tudingan terhadap kampusnya bahwa momentum aksi ini dikai-kaitkan dengan permasalahan politik, hukum yang lagi hangat-hangatnya akhir-akhir ini. “Tidak ada kaitan dengan permasalahan atau kasus yang lagi hangat dibicarakan, melainkan aksi ini memang sudah lama direncanakan oleh BEM Unud. Jadi sedikitpun tidak ada hubungan dengan kaitan lainnya, tidak ada hubungan apapun, momen ini kebetulan dipilih mahasiswa dan kebetulan juga bisa hari ini,” tandas Prof Suastika yang ikut nimbrung dan duduk lesehan di pinggir jalan Sudirman itu.

Dalam aksi tersebut juga dibarengi dengan penampilan treatrikal dari mahasiswa Unud yang membawa pesan bahwa sejak berdiri dan ditetapkannya UUD 1945 dan Pancasila sebagai lambang negara, Indonesia merupakan satu kesatuan dalam berbagai perbedaan budaya, suku, dan agama yang tidak dapat dipecah oleh oknum manapun. Tampak pula dalam aksi tersebut mantan komisioner KPU Pusat I Gusti Putu Artha yang juga mantan pimpinan BEM Unud.

Harus Bersih, Polda Bali Pantau Pentolan HTI

MANGUPURA - Pasca keputusan tegas pemerintah untuk bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Polda Bali pantau pergerakan pentolan Ormas dakwah tersebut yang berada di Pulau Dewata. Terdeteksi Ada 2 Anggota Ormas HTI di Buleleng

Bukan hanya pentolan HTI yang dipantau Polda Bali, namun juga Ormas lainnya yang cenderung melakukan tindakan melawan hukum.

Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose, menegaskan berdasarkan pantauan ke-polisian, Ormas HTI tidak ada melakukan kegiatan menonjol di Bali. “Tapi, semua dalam pantauan dan pengawasan,” ungkap Kapolda Petrus Golose di sela acara workshop ‘On Tourism Business Resilience Against The Impact of The Terrorist Attack’ dengan sejumlah penegak hukum dari berbagai negara yang tergabung dalam APEC Counter Terrorism Working Group (CTWG), di Hotel Putri Inaya, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Selasa (9/5).

Menurut Kapolda Petrus Golose, pihaknya memantau semua Ormas yang cenderung bertindak melawan hukum. "Semua Ormas akan diperlakukan sama. Bukan hanya HTI, namun semua Ormas di Bali pasti akan ditindak bila melanggar hukum. Kita ketahui bersama, ada beberapa pentolan Ormas yang sudah diproses dan berada di Lembaga Pemasyarakatan," katanya.

Kapolda yang baru dua bulan bertugas di Bali ini mendukung penuh semua komitmen pemerintah. Pihaknya akan melakukan tindakan represif bila terjadi pelanggaran hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto menegaskan pemerintah sangat tegas untuk melakukan langkah-langkah hukum terhadap organisasi kemasyarakatam apa pun, yang tak memenuhi kewajiban baik tujuan, azaz, maupun mengenai komitmennya terhadap ideologi Pancasila. Menurut Wiranto, tujuan dari didirikannya Ormas adalah untuk ambil bagian dari proses pembangunan bangsa buat mencapai tujuan bersama.

"Tapi, kalau Ormas didirikan dengan tujuan membuat kekacauan dan merancukan ideologi negara dengan ideologi lain, tidak pantas untuk dipertahankan," tandas mantan Panglima TNI ini.

Wiranto menyebutkan, pemerintah akan terus mengawasi Ormas yang nyata-nyata tidak membuat kebaikan dan bahkan merugikan kehidupan masyarakat, hingga berdampak pada kehidpan bangsa Indonesia. Langkah yang diambil pemerintah sangat wajar dan rasional dalam keputusan membubarkan Ormas yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

"Kami memohon dukungan masyarakat untuk mendukung keputusan pemerintah. Sebab, pemerintah orientasinya adalah untuk rakyat, kepentingan masyarakat, pembangunan nasional, dan keutuhan bangsa ini dalam menghadapi persaingan yang berat," ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, keputusan pemerintah untuk membubarkan Ormas HTI sudah melalui kajian. Selain itu, keputusan membubarkan HTI juga dilakukan karena banyaknya desakan dari masyarakat agar pemerintah mengambil langkah tegas. "Sudah berapa tahun pemerintah membiarkan mereka (HTI). Lama-lama aksinya membahayakan kepentingan nasional. Bukan hanya HTI, tapi Ormas lainnya yang tak sejalan dengan ideologi Pancasila juga akan diperlakukan sama," pungkas Wiranto.

Sementara itu, Polres Buleleng mendeteksi ada dua anggota HTI di Gumi Panji Sakti. Polres Buleleng sebagai garda terdepan yang bertanggung jawab terhadap keamanan pun sudah melakukan langkah antisipatif dengan pendekatan secara intensif kepada pentolan HTI ini.

“Selama ini memang ada dua anggota HTI. Simpul dan titik-titik mereka sudah kami awasi terus,” jelas Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya saat ditemui secara terpisah di Singaraja, Selasa kemarin.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah sempat bertemu anggota HTI ini. Mereka diminta vakum dari kegiatan, sampai Ormas HTI benar-benar dibubarkan melalui putusan pengadilan. Disebutkan, sejak anggota Ormas HTI terdeteksi di Buleleng, tidak ada menunjukkan kegiatan atau aksi yang menonjol.
















sumber : NusaBali
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen