Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » SDM Harus Lebih Berkualitas, Karena Patung GWK 2018 Sudah Jadi

SDM Harus Lebih Berkualitas, Karena Patung GWK 2018 Sudah Jadi

Written By Dre@ming Post on Rabu, 31 Mei 2017 | 9:50:00 AM

Paruman Prajuru Br. Giri Dharma dengan Manajemen GWK
Ungasan - Selasa, 30 Mei 2017, sekira pukul 17:00 WITA berlangsung rapat antara prajuru Br. Giri Dharma dengan manajemen GWK. Hadir dalam rapat tersebut dari pihak Giri Dharma : I Wayan Kurma (Kelihan Adat / Kelihan Suka Duka), I Wayan Sudana, S.H. (Pengliman Br. Adat), I Nyoman Widana (Kedis), I Wayan Sutama (Pengliman Br. Suka Duka), Kalih Indraprasta (Kesinoman). Sedangkan mewakili manajemen GWK Agung Rai Dalem dan Seno Andhikawanto (Direktur PT. Gain).

Agenda rapat pembahasan meliputi pensertifikatan lahan Br. Adat Giri Dharma dan Br. Suka Duka Giri Dharma, Jalan ke Br. Dinas Giri Dharma, Pelinggih Bale kulkul pagar Br. Suka Duka Giri Dharma, kompensasi ke Br. Giri Dharma dan pembahasan masalah karyawan.

Pembahasan mengenai pesertifikatan Br. Dinas, masih terkendala, karena pensertifikatan harus terdiri dari dua sertifikat yaitu sertifikat untuk lahan 6,43 are dan 3,57 are. Untuk yang 6,43 are sertifikatnya sudah hampir jadi namun yang 3,57 are belum hal ini terkendala pada menghilangnya Pak Subur yang dulunya menjual tanah tersebut ke PT. Gain. Namun dari pihak manajemen GWK akan tetap memberikan lahan tersebut untuk digunakan oleh banjar dengan surat jaminan dari PT. Gain.

Menanggapi penjelasan manajemen GWK tersebut I Wayan Kurma yang akrab di panggil jero GD 2 menyatakan bahwa GWK belum mampu untuk menelusuri  kepemilikan tanah yang 3,57 are. Namun jika hanya diberikan jaminan pemakaian saja kedepannya pasti sulit. Karena tanah yang diberikan ke banjar harus disertai sertifikat sebagai bukti kepemilikan. Namun begitu jero GD 2 juga tidak mau menolak dan memutuskan masalah hal tersebut. Ia akan meminta persetujuan warga lewat paruman minggu 2 di bulan juni 2017. "Mengenai pemberian jaminan dari PT Gain tentang lahan 3,57 are saya pribadi tidak mau menolak atau memutuskan, namun saya akan memberikan jawaban setelah mendengar kesepatakan warga dalam paruman minggu ke 2 di bulan Juni", demikian jawab Jero GD 2. 

Sementara kelihan dinas Giri Dharma I Nyoman Widana menanggapi. "Kami sudah ke notaris posisi 6,43 Are disertifikat dengan dilapangan berbeda. Jika lahan di sertifikat dibawa kelapangan batas utara akan memotong tiang penyangga Banjar karena sertifikat tidak match hal ini akan menjadi masalah yang sangat besar kedepannya, harap pihak GWK mengecek kembali mengenai hal ini!".  Mengenai surat jaminan yang akan diberikan untuk lahan 3,57 Are, ia juga menanyakan nanti kekuatan hukumnya gimana. Karena menurutnya surat jaminan itu tidak mempunyai hukum yang kuat kedepannya.

Mengenai tidak matchingnya sertifikat dengan kondisi dilapangan Agung Rai Dalem bersedia untuk mengecek kembali dan menyatakan pensertifikatan 6,43 Are itu tidak akan menjadi masalah bagi GWK karena lahannya semua milik GWK. Sementara mengenai pensertifikatan lahan 3,57 Are pihak PT. Gain akan memberikan surat jaminan, secara hukum kekuatan surat jaminan itu berada pada kuwitansi dan surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pak Subur. Ia juga menceritakan awalnya tanah ini sudah dibeli dari Pak Subur oleh PT. Gain, namun waktu itu penjual tidak memberiakan sertifikat tanah dan berjanji akan memberikan segera. Namun setelah lama ditunggu ternyata sertifikat itu tidak kunjung diberikan. Dan setelah ditelusuri ternyata sertifikat tersebut digadaikan di bank Universal, ternyata bank yang bersangutan sudah bangkrut. Sementara sampai saat ini kami juga tidak tahu keberadaan Pak Subur. "Jika proses ini ditunggu pemanfaatan tanah yang 3,57 Are ini akan lama. Karena itulah kami memberikan solusi agar lahan tersebut bisa segera dimanfaatkan dengan memberikan surat Jaminan", tegasnya.
 
Mengenai pensertifikatan tanah  Br. Suka Duka Giri Dharma karena sesuai hukum diharuskan masuk 1 nama maka pembahasan di sub ini menunggu keputusan parum Br. Suka Duka.

Smentara jalan ke banjar dinas akan segera dikerjakan dengan memakai anggaran APBDES. Diharapkan jika ada fasilitas atau perlengkapan seperti kabel dan lain lain harus segera diamankan oleh pihak GWK. 

Kompensasi ke banjar akan terjadi perubahan dari 5 juta namun menunggu pararem karena dari pihak GWK menghendaki ada dasar hukum yang kuat mengenai hal itu. Hal ini disebabkan adanya undang-undang pungli, jika tidak ada aturan yang pasti bisa dikategorikan pungli tentu hal ini sangat tidak baik. Kompensasi sudah pasti dinaikkan itu sudah menjadi komitmen perusahaan. Maka sampe paramem belum jadi kompensasi 5 juta tetap jalan namun masuk sumbangan sukarela. 

Mengenai pagar banjar suka duka, pelinggih dan bale kulkul akan segera dibuatkan anggaran oleh GWK. "Pasti hal tersebut akan segera dibangun, jangan kawatir karena kami sudah berkomitmen untuk memberikan pembangunan banjar, bale kulkul dan lain-lain", tegas Dirut GWK Seno Andhikawanto.

Pembahasan terakhir yang paling menjelimet adalah masalah tenaga kerja. Sesuai MOU dan perjanjian awal tenaga kerja dari warga Giri Dharma akan menjadi prioritas. Maka setiap terjadi perekrutan karyawan harus disampaikan kebanjar terlebih dahulu.

Namun kejadian beberapa hari terakhir ini ada lowongan kerja dipublish di media online namun banjar Giri Dharma tidak diberitahu.

"Hal yang paling menyayat hati adalah ketika warga kami ada yang membawa lamaran ke saya kemudian saya serahkan ke GWK, warga yang bersangkutan tak dipanggil untuk test, sementara ada warga yang lain membawa lamaran sendiri dipanggil test, hal ini menjadi tanda besar, habis saya dimaki-maki warga. Sesuai dengan kesepakatan awal katanya warga kami yang diutamakan, tapi kenyataanya seperti ini", demikian protes keras kelihan Br. Adat Giri Dharma

Mulanya Dirut GWK selalu menjawab diplomatis, perekrutan karyawan harus melalui tahapan yang sudah disepakati. Namun hal tak terduga segera diungkapkan. "Patung GWK akan rampung 2018, tentu membutuhkan sumber daya yang sangat kredibel, 5 orang yang pak ajukan memang nggak lulus psikotes, saya saja masuk sebagai dirut harus ikut psikotes. Kalau psikotes tidak lulus kami juga kawatir apa nantinya ia bisa membangun dirinya sendiri, kalo ia nggak mampu membangun dirinya sendiri gimana ia bisa berkontribusi untuk perusahaan. Kami mencontohkan kemarin tamu protes keras, masak yang mestinya dibawa bagian tas tempat makanan, itu dibawa sampai priuknya, ini kalo dihotel sudah sangat fatal. Ini contoh kecil. Kamipun mengharapkan bantuan bapak-bapak untuk membimbing warga yang sudah atau belum bekerja, sudah saatnya kwalitas diutamakan, bahasa Inggris juga harus dikuasai. Kalau memang ada tenaga yang punya kemampuan, buat apa kami mencari orang dari luar, itu cost nya sangat tinggi lho", demikian keluhnya.

Menanggapi hal tersebut prajuru Giri Dharma menyatakan siap ikut membimbing warga yang bekerja atau belum bekerja di GWK. Namun begitu prajuru banjar tetap mengharapkan bantuan agar GWK mampu memberikan kesempatan untuk warga bekerja terutama 5 orang yang saat ini sedang diajukan, sejalan dengan itu di banjar akan terus juga dibina agar warga yang bekerja bisa berkontribusi untuk perusahaan demikian juga perusahaan bisa berkontribusi untuk warga dan banjar Giri Dharma.













Mr. Brain Revolution
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen