Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Erupsi Kedua, Abu GA Lebih Tinggi 16 Penerbangan Cancel dan Dialihkan

Erupsi Kedua, Abu GA Lebih Tinggi 16 Penerbangan Cancel dan Dialihkan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 26 November 2017 | 8:09:00 AM

Gunung Agung alami letusan freatik kedua pada Sabtu (25/11/2017).
Erupsi Kedua, Abu Gunung Agung Lebih Tinggi Dari Sebelumnya, Begini Penjelasan BNPB

Gunung Agung (GA) yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 Wita.

Kolom abu teramati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya. Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 Wita dengan tinggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Status Gunung Agung hingga saat ini tetap Siaga (level 3). Tidak ada peningkatan status gunungapi.

PVMBG terus melakukan pemantauan dan analisis aktivitas vulkanik. Rekomendasi juga tetap yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.

Masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak panik. Masyarakat telah banyak memperoleh informasi dan sosialisasi terkait Gunung Agung. Data pengungsi pada Sabtu siang tadi sebanyak 25.016 jiwa yang tersebar du 224 titik pengungsian.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian/Lembaga, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi.

Kondisi Bali tetap aman. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat.

Terkait Gunung Agung, 8 Penerbangan Jet Star Lakukan Pembatalan Dari dan Ke Bali

Usai Gunungapi Agung alami letusan disertai abu setinggi 1.500 meter, Sabtu (25/11/2017) sekira pukul 17.20 Wita tadi, maskapai penerbangan JetStar dengan kode penerbangan JQ melakukan sejumlah langkah menghindari dampak abu tersebut.

Communication & Legal Section Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan pihaknya mendapatkan data terdapat delapan penerbangan dari Jetstar mengambil kebijakan cancel.

Delapan penerbangan tersebut yakni JQ37 divert to DRW then back to MEL, JQ38 DPS-SYD Cancel, JQ116 Cancel (PER DPS SIN), JQ127 divert to DRW then back to ADL, JQ128 DPS ADL Cancel, JQ35 back to MEL.

JQ36 DPS MEL cancel, JQ102/ 101 TSV DPS TSV cancel dan JQ117 SIN DPS PER esok pagi cancel.

"Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai masih beroperasi dengan normal baik disisi Bandar Udara dan Ruang Udaranya. Perihal Cancel fight dari Jet Star itu memang Kebijakan Airlinenya sendiri yang pasti diawali dengan preliminary evaluasi risiko penerbangan dari dan ke Bali," jelasnya.

Saat ini pihak AP I Ngurah Rai bersama BMKG sedang melakukan paper test abu vulkanik.

"Dilakukan dari pukul 19.20 WITA dan hasil 120 menit kemudian. Semoga hasilnya NIL vulcanic ash atau nihil abu vulkanik," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis terkait dengan imbauan terhadap warga setelah terjadi erupsi kedua Gunung Agung.

Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali mengalami erupsi pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 Wita.

Kolom abu teramati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung. Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Ini adalah erupsi kedua dari Gunung Agung dengan tinggi kolom abu lebih tinggi dari erupsi sebelumnya.

Erupsi Gunung Agung pertama terjadi pada Selasa (21/11/2017) pukul 17:05 Wita dengan tinggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga petang ini.

Gunung Agung Semburkan Asap 1500 Meter, 16 Penerbangan Dari dan Keluar Bali Cancel dan Dialihkan

Gunung Agung di Karangasem Bali menyemburkan asap tebal hitam hingga ketinggian 1500 meter.

Sebaran asap pun membuat beberapa Maskapai Pernerbangan Internasional, membatalkan penerbangan dan mengalihkan penerbangan.

Baik pembatalan dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju ke luar, atau sebaliknya dan pengalihan penerbangan dari Luar Negeri ke bandara lainnya.

Dari informasi pihak Bandara Internasional Ngurah Rai, bahwa ada 16 penerbangan yang mengalami pembatalan dan juga pengalihan. Empat maskapai yakni JetStar, Qantas, KLM dan Virgin Air membatlkan penerbangannya.

Berikut penerbangan yang cancel atau dialihkan:

Virgin Air 046 dari Denpasar menuju Brisbane

Virgin Air 034 dari Denpasar menuju Sydney

Virgin Air 036 dari Denpasar menuju Sydney

Virgin Air 055 dari Denpasar menuju PortHedland. 

Kemudian maskapai JetStar dari dan keluar Bali. 

Qantas dari Sydney menuju Denpasar. 

Kemudian, KLM 835 dari Denpasar ke Amsterdam, juga sebaliknya.

Secara keseluruhan, maka ada tujuh penerbangan yang akan datang ke Bali di batalkan. yakni, empat penerbangan dari maskapai Jet Star, 1 dari KLM, 1 penerbangan dari Qantas, dan 1 penerbangan dari Virgin air.

Kemudian untuk keberangkatan yang cancel ialah, lima penerbangan Maskapai JetStar, tiga penerbangan Virgin Air, satu penerbangan KLM dan satu penerbangan Qantas.

"Penerbangan cancel atas permintaan maskapai. Untuk penerbangan domestik masih tetap normal," ucap Huams Bandara Ngurag Rai Arie Ahsan, Sabtu (25/11/2017).

Gunung Agung Erupsi Kembali, Warga di KRB III dan II Ngungsi Lagi

Gunung Agung kembali alami erupsi. Warga di sekitar lereng Gunung Agung dibuat khawatir.

Sebagian masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan II terpaksa kembali mengungsi karena khawatir dan takut dengan aktivitas Gunung Agung.

Kemarin (25/11), Bandesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta menjelaskan, letusan Gunung sore tadi sempat kagetkan warga di sekitar Besakih.

Malam tadi sebagian masyarakat kembali mengungsi ke daerah lebih rendah, seperti Desa Rendang, Pesaban, Sidemen, dan Klungkung.

"Walaupun ada letusan, tapi warga tak panik. Warga yang khawatir dan takut tetap mengungsi, yang masih nyaman tetap tinggal dirumah. Tadi memang ada berapa warga yang mengungsi,"terangnya.

Untuk hujan abu, akuinya, belum sampai ke Besakih. Bau belerang juga tak tercium. Aktivitas warga masih tetap berjalan, tidak ada gangguan. Warga tetap dihimbau agar waspada, dan berhati - hati menyusul kondisi Gunung yang prihatiinkan.

"Jangan sampai ada korban lah,"harapnya.

Informasi yang dihimpun, warga yang berada di KRB III lantaran khawatir. Seperti di Desa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Desa Amerta Bhuana Kecamatan Selat, Pempatan Kecamatan Rendang, serta Yeh Kori Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Warganya mengungsi.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Berapi, Devy Kamil Syahbana meminta warga di radius 6 kilo ditambah perluasan sektoral 7.5 kilo ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan barat daya, tak melakukan aktivitas apapun.

Warga harus tenang dan ikuti rekomendasi dari PVMBG.

Abu erupsi Gunung Agung berketinggian 1.500 meter dari puncak kawah gunung. Asap kelabu kehitaman bertekanan sedang. Jenis letusan ini masih belum bisa dipastikan lantaran masih dalam penelitian. Apakah letusan ini termasuk letusan freaktif atau letusan freatomagmatif.

Sampel abu erupsi sudah dikumpulkan Tim PVMBG dan telah dikirim ke BPPTKG Yogyakarta dan ke Bandung untuk dianalisis kandungan partikel abunya. Apakah ada material magma baru (juvenile) atau tidak. Seandainya ada, maka erupsi kemarin akan bernama erupsi freato - magmatik.

"Jika juvenile tidak signifikan maka erupsi kemarin akan bernama erupsi freatik,"ungkap Devy Kamil Syahbana. Sampai saat ini hipotesis kami adalah erupsi freatik karena kita tidak melihat adanya ramp up (peningkatan) kegempaan vulkanik yang signifikan sebelum terjadinya erupsi.

Sebelumnya telah terjadi erupsi Gunung Agung pada pukul 17:30 WITA. Kolom abu teramati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1500 meter di atas puncak Gunung Agung.

Masyarakat agar tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi PVMBG pada status Level III (Siaga) yaitu agar tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 6 km ditambah perluasan sektoral sejauh 7.5 km ke arah Utara-Timurlaut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya. VONA color code: ORANGE.

Rekomendasi :

1. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan- Baratdaya sejauh 7.5 km. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh.

2. Jika erupsi terjadi maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah terjadinya hujan abu lebat yang melanda seluruh Zona Perkiraan Bahaya. Hujan abu lebat juga dapat meluas dampaknya ke luar Zona Perkiraan Bahaya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Pada saat rekomendasi ini diturunkan, angin bertiup dominan ke arah Selatan-Tenggara. Oleh karena itu, diharapkan agar hal ini dapat diantisipasi sejak dini terutama dalam menentukan lokasi pengungsian.

3. Mengingat adanya potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA) pada manusia maka diharapkan seluruh masyarakat, utamanya yang bermukim di sekitar G. Agung maupun di Pulau Bali, segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun pelindung mata sebagai upaya antisipasi potensi bahaya abu vulkanik.

4. Pemerintah Daerah beserta jajarannya maupun BNPB agar segera membantu dalam membangun jaringan komunikasi melalui telepon seluler (Grup WhatsApp) maupun komunikasi melalui radio terintegrasi untuk mengatasi keterbatasan sinyal telepon seluler di antara pihak-pihak terkait mitigasi bencana letusan G. Agung. Diharapkan agar proses diseminasi informasi yang rutin dan cepat dapat terselenggara dengan baik.

5. Seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan agar terus mengikuti perkembangan aktivitas G. Agung secara rutin karena data pengamatan dapat secara cepat berubah sehingga upaya-upaya preventif untuk menjamin keselamatan udara dapat dilakukan.

6. Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Bali, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Agung yang tidak jelas sumbernya.

7. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Agung.

8. Masyarakat di sekitar G. Agungdan pendaki/pengunjung/wisatawan diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti himbauan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota beserta aparatur terkait lainnya sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi sehingga jika diperlukan upaya-upaya mitigasi strategis yang cepat, dapat dilakukan dengan segera dan tanpa menunggu waktu yang lama.

9. Seluruh masyarakat maupun Pemerintah Oaerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi G. Agung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.vsi.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan dengan melaporkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan aktivitas G. Agung melalui fitur Lapor Bencana. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation.










sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 minggu yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Hotel Sebelumnya Tutup Buka Lagi, Tamu Mulai Berdatangan

Sejumlah wisman mengunjungi Pura Besakih meski masuk kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Agung, beberapa waktu lalu AMLAPURA - P...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen