Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Peluang Itu Masih Ada, Perbandingan Bali United Dan Bhayangkara FC

Peluang Itu Masih Ada, Perbandingan Bali United Dan Bhayangkara FC

Written By Dre@ming Post on Jumat, 10 November 2017 | 8:15:00 PM

Ketua PSSI Edy Rahmayadi (kiri) bersalaman dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (Kanan) usai rapat di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (16/10/2017) (atas). Selebrasi pemain Bali United seusai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan pada lanjutan Liga 1 musim 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (3/9/2017). (bawah)
Bali United Berpeluang Juara Liga 1, Tergantung Dua Faktor Besar Ini

Liga 1 tengah dilanda polemik penentuan juara.

Pasalnya terdapat masalah penghitungan poin yang cukup kompleks antara salah satu kandidat utama juara yaitu Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC baru saja menerima 2 poin tambahan dari PSSI setelah lawan mereka pada laga pekan ke-31, Mitra Kukar, kedapatan menurunkan Mohamed Sissoko, yang masih terkena larangan bermain.

2 poin tambahan ini mendudukkan Bhayangkara FC sebagai pemuncak klasemen dengan 68 poin.

Namun masalah menjadi rumit karena pihak Mitra Kukarmengaku tidak pernah mendapatkan surat dari PSSI serta Nota Larangan Bermain (NLB) yang diterbitkan PT LIB jelang laga Mitra Kukar Vs Bhayangkara FC.

Karena itulah, Mitra Kukar bermaksud mengajukan banding pada Komdis PSSI mengenai masalah ini.

Jika banding tersebut memutuskan Mitra Kukar tidak bersalah, tentu 2 poin tambahan bagi Bhayangkara FC akan dicabut.

Hal ini akan menjadikan Bali United berpeluang besar untuk menjadi juara jika mereka bisa mengalahkan Persegres Gresik dalam laga terakhir Liga 1.

Lalu bagaimana statistik 2 tim calon juara sejauh ini?

Berikut rinciannya sebagaimana dilansir dari Soccerway:

1. Bhayangkara FC lebih banyak meraih kemenangan dibandingkan Bali United.

Dari 33 laga, Bhayangkara sukses meraih 22 kemenangan (13 kandang, dan 9 tandang) sementara Bali United sukses mengamankan 20 kemenangan (14 kandang dan 6 tandang).

2. Bali United lebih banyak meraih hasil seri dibanding Bhayangkara FC

Sepanjang laga tahun 2017, Bali United telah memperoleh 5 hasil seri yang kesemuanya diraih dalam laga tandang, sementara Bhayangkara FC baru meraih 2 kali hasil seri yang keduanya juga diraih di laga tandang.

3. Bali United mencetak lebih banyak gol dari Bhayangkara FC

Bali United sukses mencetak 13 gol lebih banyak dari Bhayangkara FC, dengan torehan 73 gol (49 kandang, dan 24 tandang).

Selisih gol yang cukup banyak dan mengejutkan dibandingkan dengan torehan 60 gol yang diraih Bhayangkara FC (31 kandang dan 29 tandang).

4. Bali United memiliki lebih banyak Clean Sheet dari Bhayangkara FC

Bali United memiliki 12 laga clean sheet alias tanpa kebobolan. Dengan rincian 7 laga kandang dan 5 laga tandang.

Sementara Bhayangkara FC hanya memiliki 5 laga clean sheet. 2 di kandang dan 3 di tandang.

5. Kemenangan Terbesar

Baik Bali United maupun Bhayangkara FC sama-sama meraih kemenangan terbesar dengan skor 5-0.

Sementara kekalahan terbesar Bali United adalah dengan skor 1-3 masih lebih unggul dari Bhayangkara FC yang pernah kalah 0-3.

Terkait Kontroversi Liga 1, Menpora Ungkap Permintaan Khusus pada PSSI dan PT Liga Indonesia

Menpora Imam Nahrawi telah mengajukan 4 poin penting untuk PSSI untuk memperbaiki persepak bolaan Indonesia.

Hal tersebut diperjelas dengan surat nomor 11.9.1/Menpora/XI/2017 tanggal 9 November perihal Permintaan Klarifikasi dan Laporan Terhadap Penyelenggaraan Liga 1 dan 2.

Dilansir BolaSport.com dari instagram @nahrawi_imam,Menpora Imam Nahrawi mengaku telah mengamati perkembangan sepak bola Tanah Air.

"Saya mengamati dengan cermat perkembangan terkahir kompetisi sepak bola tanah air, baik Liga 1 dan Liga 2," tulis Imam Nahrawi di akun instagram.

Kompetisi Liga Indonesia mengalami masalah pada laga-laga terakhir yang menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak.

Melihat itu, Imam Nahrawi tidak ingin hal tersebut terulang lagi.

"Apapun yang telah terjadi lengkap dengan segaka kontroversinya, jangan sampai kembali muncul di laga-laga terakhir yang menentukan, baik di liga 1 maupun di liga 2," tambah Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi kemudian mempunyai permintaan khusus untuk PSSI dan PT Liga Indonesia Baru demi memperbaiki permasalahan yang ada.

Selain itu, menpora juga menginginkan PSSI dan PT LIB bisa lebih terbuka dan berlaku adil.

"Saya meminta agar PSSI dan PT Liga Indonesia Baru sebagai operator menyelenggarakan laga-laga menentukan dengan sebaik-baiknya, mengedepankan fairplay, menjunjung tinggi asas kompetisi yang sehat dan terbuk," tutup Imam Nahrawi.

Striker Bhayangkara FC Minta Maaf

MANGUPURA - Ilija Spasojevic,striker Bhayangkara menjadi penentu kemenangan Bhayangkara FC atas Madura United, (8/11/2017) lalu.

Striker asal Yugoslavia yang pernah membela klub asal Pulau Dewata, Bali Devata tahun 2011 ini mencetak tiga gol untuk kemenangan 1-3 klub bentukan Mabes Polri tersebut.

Aksi Spaso ini akhirnya memupuskan harapan Bali United merebut gelar juara Liga I Indonesia.

Spaso pun meminta maaf soal hatrick ini.

"Bali adalah tempat pertama saya di Indonesia dan saya sangat cinta Bali. Saya minta maaf kepada masyarakat Bali karena hattrick saya yg putuskan kans juara Bali United," katanya Spaso, Jumat (10/11) sore.

Dia mengatakan, sebagai pemain profesional selalu bermain maksimal untuk tim yang dibelanya.

"Soal masa depan saya belum tahu. Kontrak saya di Bhayangkara selesai bulan depan dan saya belum tahu akan main di mana musim depan," kata Spaso.







sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen