Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Penyuka Sesama Jenis? Ini 8 Fakta Mengejutkan Mayat di Jimbaran

Penyuka Sesama Jenis? Ini 8 Fakta Mengejutkan Mayat di Jimbaran

Written By Dre@ming Post on Minggu, 05 November 2017 | 6:05:00 PM

Suasana rumah tempat penemuan mayat WNA kebangsaan Belanda di Perumahan Puri Gading, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (4/11).
MANGUPURA - Penemuan jenazah seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Belanda, Robert Gilhooad yang ditemukan tewas di kamar mandi rumah di Perumahan Puri Gading, Jalan Ambon Blok A7, Nomor 7, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (3/11) malam menyisakan sejumlah fakta menarik.

Berikut fakta-fakta yang mengejutkan di balik kematian WNA asal Belanda tersebut.

1. Kondisi mayat sudah dipenuhi ulat dan lalat

Kondisi mayat sudah membusuk digerayangi ulat, dihinggapi lalat, dan menimbulkan bau tak sedap.

Informasi yang dihimpun di lapangan, saat ditemukan tubuh korban dalam keadaan terlentang dan tanpa pakaian.

2. Ditemukan kapak dan dua potongan besi sekaligus bercak darah

Di atas kasur dalam kamar korban sendiri ditemukan 1 buah kapak, 2 potongan besi yang ada bercak darah dan 1 buah bantal berwarna putih yang juga terdapat bercak darah.

3. Jenazah dievakuasi ke RSUP Sanglah

Jenazah korban dievakuasi Tim Basarnas ke RSUP Sanglah, Denpasar sekitar pukul 02.30 Wita.

Sementara itu, di TKP pada Sabtu (4/11) siang, bau busuk masih tercium. Di dalam pekarangan rumah terparkir mobil BMW dengan nopol DK 347 FL. Untuk keperluan penyidikan, rumah tersebut dipasangi garis polisi.

4. Kepala Lingkungan Laporkan ada penemuan mobil korban di Pelabuhan Merak, Banten

Kepala Lingkungan Buana Gubug, Kelurahan Jimbaran, Wayan Mana mengatakan penemuan mayat tersebut menyusul setelah mendapat informasi dari kepolisian Polsek Kuta Selatan.

Informasinya ditemukan mobil di Pelabuhan Merak, Banten. Saat mobil itu diperiksa petugas, pengemudinya melarikan diri.

Setelah ditelusuri, ternyata pemilik mobil Robert yang beralamat di Perumahan Puri Gading, Jimbaran.

“Kemarin sore sekitar pukul 16.00 Wita, saya titipkan itu (informasi penemuan mobil di Pelabuhan Merak) kepada orang dekat Robert,” ujar Mana ketika dikonfirmasi, kemarin.

Pada Jumat (3/11) sekitar pukul 20.00 Wita, Mana menerima informasi di Perumahan Puri Gading, Jalan Ambon Blok A7 warga heboh mendapati banyak lalat berterbangan disertai bau busuk.

Ia pun mendatangi lokasi dan melihat pintu rumah terbuka. Melalui warga, ia mengetahui rumah tersebut merupakan milik Robert.

“Jadi, nyambung dengan nama pemilik mobil dan nama orang yang tinggal di rumah itu. Setelah itu, saya langsung menghubungi Polsek Kuta Selatan,” imbuh Mana.

5. Polisi masih melakukan penyelidikan

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto ketika mendampingi tim Inafis di TKP, Sabtu (4/11) belum bisa memberikan keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya korban.

Sebab, kata dia, masih dilakukan penyelidikan. Dijelaskan, mayat korban sudah dievakuasi ke RSUP Sanglah sekitar pukul 02.30 Wita. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Konsulat Belanda di Bali. “Masih dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu saja nanti hasilnya,” ujar Kompol Aris.

6. Jenazah WNA Belanda belum diperiksa forensik

Pihak Forensik RSUP Sanglah, Denpasar belum melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Robert.

“Jenazahnya saat ini masih disimpan di dalam freezer forensik dan belum ada pemeriksaan karena belum ada permintaan dari polisi. Tim forensik masih koordinasi dengan polisi,” ungkap Kasubbag Humas RSUP Sanglah, I Ketut Dewa Kresna saat dikonfirmasi melalui whatsApp, kemarin.

7. Korban adalah Pensiunan Angkatan Laut

Orang kepercayaan Robert Gilhooad, Ketut Sara (51) mengatakan Robert pernah bercerita dirinya merupakan pensiunan Angkatan Laut (AL) di negaranya.

Sara mengenal Robert sejak tahun 2006 ketika dia makan di warung milik Sara.

8. Diduga Penyuka sesama jenis

Robert menceritakan, permasalahannya yang kehilangan anak dan istrinya kepada Sara. Lambat laun, ia semakin mengenal Robert dan kemudian sering membantu keluargnya hingga menjadi orang kepercayaan.

“Dia (Robert) senang dengan anak bujang sesama jenis, orangnya agak keras dan kadang arogan. Tapi dia selalu baik terhadap saya karena sudah jadi orang kepercayaannya dia,” ujar Sara.

Disinggung mengenai mobil yang ditemukan di Pelabuhan Merak atas nama Robert, Sara mengaku tidak terlalu memperhatikan barang-barang miliknya. Termasuk masalah personal Robert dengan anak-anak bujang yang sering diajaknya. Sara bahkan tidak tahu-menahu pemilik rumah tempat ditemukannya mayat korban. Kata Sara, Robert tinggal di apartemen di kawasan Dewi Sri, Kuta.

“Setahu saya dia punya tiga mobil. Tapi, kurang tahu juga pastinya. Saya tidak begitu memperhatikan,” imbuh Sara.

Kasus penemuan mayat ini menjadi kali kedua di lingkungan Perumahan Puri Gading. Pada September 2017 lalu di lingkungan yang sama, pasangan suami istri (pasutri) asal Jepang ditemukan tewas terbakar.

Kepala Lingkungan Buana Gubug, Kelurahan Jimbaran, Wayan Mana berpendapat tindakan antisipasi dan penertiban penduduk perlu dilakukan lebih intens lagi. “Kami di lingkungan merasa agak kewalahan karena luasnya wilayah, sehingga tidak bisa maksimal,” imbuhnya.







sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen