Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » GA Terpantau Lebih Tenang Tapi Estimasi Lava di Kawah 20 Juta Ton

GA Terpantau Lebih Tenang Tapi Estimasi Lava di Kawah 20 Juta Ton

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 Desember 2017 | 8:50:00 PM

Gunung Agung 4 Desember 2017
AMLAPURA - Gunung Agung (GA) tertutup awan dipantau dari Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Selasa (4/10/2017).

Meski demikian, Gunung Agung secara visual terpantau lebih tenang.

Kawah Gunung Agung mengeluarkan asap putih dengan ketinggian 500 meter dari puncak kawah.

Ini lebih pendek dari hari sebelumnya yang mencapai 1000 sampai 1500 meter dari puncak kawah Gunung Agung.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Dr Devy Kamil Syahbana menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan satelit, saat ini Gunung Agung tengah mengalami perlambatan infusi magma menuju permukaan kawah.

Hal ini mengindikasikan adanya pendinginam dan penebalan di bagian atas tumpukan lava yang telah terlebih dahulu memenuhi kawah.

"Jadi dahulu kita mendapatkan data pertumbuhan lava ke kawah Gunung Agung mencapai 36 meter kubik per detik, dan saat ini sudah mulai melambat. Ini bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama, tumpukan lava yang telah mencapai permukaan lebih dahulu mengalami pendinginan dan semakin menebal. Namun, bisa juga dikarenakan dinamika gunung api itu sendiri,” jelas Devy, Selasa (4/12/2017).

Ia menegaskan, pihaknya tidak bisa memberikan kepastian terkait kondisi Gunung Agung.

“Kita tidak bisa memprediksi cepat atau lambat ini, kita hanya bisa memonitoringnya. Saat ini dikawah, estimasi lava masih sebanyak 20 juta ton," ucap Devy.

Meskipun demikian, pihak PVMBG tidak bisa menyebut kondisi ini menandakan aktivitas vulkanik Gunung Agung sudah menurun.

Meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan magma ke permukaan, namun tim PVMBG masih mengukur terjadinya gempa vulkanik yang cukup tinggi, termasuk gempa low frekuesni.

Sejak pukul 00.00 Wita sampai 18.00 Wita, alat seismograf PVMBG mencatat sekitar 11 gempa vulkanik baik dalam maupun dangkal dan lebih dari 17 kali gempa low frekuensi.

Gempa vulkanik mengindikasikan masih adanya tekanan berlebih pada Gunung Agung.

Sementara gempa low frekuensi mengindikasikan masih adanya aliran infusi magma yang berusaha bergerak menuju permukaan.

"Gempa-gempa ini justru mengindikasikan Gunung Agung belum benar-benar istirahat. Namun, tetap bergejolak di dalam. Terlebih gempa low frekuensi yang kita rekam semakin dominan. Pusat gempa ini bisanya terjadi di kedangkalan," ungkap Devy.

Hal serupa juga terpantau dari data Geokimia.

Berdasarkan hasil pengukuran terbaru, kadar gas magmatik So2 (Sulfus Dioksida) di sekitar kawah Gunung Agung mencapai 1300 ton.

Jumlah ini jauh berkali lipat dari pengukuran tanggal 2 Desember yang berjumlah 300 ton.

"Sebagai perbandingan, erupsi di Gunung Sinabung rata-rata kandungan So2 nya sebesar 300-600 ton. Gunung Agung sudah dua kali lipatnya," Jelasnya.

Berdasarkan semua paramter tersebut, PVMBG menyimpulkan jika Gunung Agung masih kritis dan masih dalam fase erupsi.

Erupsi Eksplosif masih berpotensi terjadi, karena parameter lain belum menujukan Gunung Agung mengalami penurunan aktivitas vulkanik.

"Dari semua parameter, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi dan Gunung Agung masih memungkinkan terjadinya erupsi lanjutan kedepannya. Namun tentu kita tidak bisa prediksi kapan dan sebesar apa letusan itu," kata Devy.

Sementara pada periode pengamatan Senin (4/12/2017) pukul 12.00 Wita hingga 18.00 Wita, mulai kembali terekam gempa harmonik dengan amplitudo cukup tinggi yakni sampai 22 mm.

Sementara, hari mulai petang juga diikuti dengan hembusan asap putih dari kawah Gunung Agung yang lebih tebal dan pekat.

"Kita kembali rekam sejali gempa harmonik, ini mengindikasikan adanya fluida yang bergerak di pipa magma menuju permukaan," jelas Devy.







sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 minggu yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Hotel Sebelumnya Tutup Buka Lagi, Tamu Mulai Berdatangan

Sejumlah wisman mengunjungi Pura Besakih meski masuk kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Agung, beberapa waktu lalu AMLAPURA - P...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen