Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » PVMBG: Butuh Tahunan Memenuhi Kawah GA Dengan Laju Seperti Ini

PVMBG: Butuh Tahunan Memenuhi Kawah GA Dengan Laju Seperti Ini

Written By Dre@ming Post on Jumat, 15 Desember 2017 | 8:57:00 PM

Lava di kawah Gunung Agung
Warga Selat Mulai Khawatir Terkait Kondisi Gunung Agung, 'Kami Tetap Waspada Saat Malam Hari'

Tim Aeroterascan menerbangkan pesawat tidak berawak (drone) di Lapangan Selat, Desa / Kecamatan Selat, Jumat (15/12/2017).

Drone jenis AI 450 ER itu diterbangkan untuk mengambil beberapa kompenan sampel gas yang keluar dari kawah Gunung Agung (GA).

Principal Development Engineer Aeroterascan, Seno Sahisnu mengatakan, penerbangan drone AI 450 berhasil terbang hingga ke atas kawah Gunung Agung atau di ketinggian 3.200 MDPL.

Sampel gas yang dibutuhkan didapat, dan dianalisa tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Tadi, akuinya, penerbangan menyisir ke arah barat daya lantaran angin bertiup ke barat daya kawah.

Pengambilan sampel gas dari ketinggian 3.300 MDPL hingga turun diketinggian 3.100 MDPL.

Sampel yang telah diambil sudah di bawa Tim PVMBG dan masih dalam proses analisa.

Sementara itu, warga Selat terlihat berdatangan ke Lapangan Selat, Desa / Kecamatan Selat untuk melihat penerbangan pesawat tak berawak (drone) AI 450 yang dilengkapi sensor multi gas, Jumat (15/12/2017) pukul 09.50 wita.

Mereka datang untuk memastikan kondisi terkini permukaan kawah Gunung Agung.

Kadek Merta (48) warga asli Selat menjelaskan, kemarin sebagian warga di Selat dibuat geger dengan beredarnya gambar kawah Gunung Agung yang berisi lava.

Awalnya sebagian warga tak percaya, dengan kondisi itu.

Mereka tetap beranggapan aktivitas Gunung Agung masih bersahabat.

"Setelah ke lokasi ternyata petugas membenarkan jika permukaan kawah Gunung Agung sudah berisi lava. Warga perlu info terkini tentang gunung, biar tetap waspada saat malam hari," kata Merta.

Sebagian warga datang kesini untuk melihat gambar terkini kawah Gunung Agung, dan memastikan foto beredar di masyarakat.

"Saya tinggal di desa jadi nggak begitu tahu informasi. Kita kesini untuk memastikan kebenarannya,"kata I Kadek Merta, bersama seorang rekannya dari Desa Selat.

Pantauan dilapangan, sejak pukul 09.00 wita warga berdatangan ke lokasi penerbangan drone. Tua muda, dan anak - anak berkumpul di balai lapangan untuk melihat penerbangan drone dan mencari info terkait kondisi terkini Gunung. Warga di lokasi sampai drone turun.

Magma Akan Terus Bertambah? Ini Jawaban PVMBG

Kabid Mitigasi Gunung Api, Suantika mengatakan, volume lava Gunung Agung diperkirakan sudah mencapai seperempat kawah Gunung Agung.

“Kalau lihat gambar itu sekitar seperempat sudah terisi,” ungkapnya.

Berdasarkan perkiraan PVMBG, kedalaman kawah gunung terbesar di Bali ini setinggi 100 dari dinding yang paling pendek, dan sampai 200 meter dari puncak gunung.

“Jadi kawahnya itu compang-camping dia, tidak datar begitu,” jelas Suantika.

Apabila ketinggian kawah Gunung Agung 100 meter, maka diperkirakan magma sudah memeuhi kawah dengan ketinggian sekitar 25 meter.

Saat ini, PVMBG belum berani menyimpulkan apakah magma akan terus bertambah ke permukaan atau malah akan menurun.

Namun, apabila laju magma ke permukaan dengan intensitas seperti sekarang, maka Suantika memperkirakan butuh waktu sampai tahunan untuk memenuhi kawah Gunung Agung.

“Kalau lajunya lambat dan perlahan seperti ini mungkin lama ini. Bisa tahunan itu, tapi mungkin ya, jadi bisa kemungkinan penuh, bisa juga tidak,” terangnya seraya mengaku PVMBG bakal terus melakukan pemantauan untuk memberikan perkembangan terkini Gunung Agung.

Ini Hasil Pantauan Terkini Aktivitas Gunung Agung, PVMBG: Belum Mereda

Aktivitas vulkanik Gunung Agung tidak mengalami perubahan yang signifikan pada periode pengamatan, Jumat (15/12/2017).

Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih didominasi oleh gempa hembusan.

Dalam periode pukul 00.00 Wita sampai 18.00 Wita, tim PVMBG merekam terjadi 18 kali gempa hembusan.

"Tidak ada perkembangan yang signifikan dari aktivitas vulkanik Gunung Agung hari ini. Kawah Gunung Agung masih merekam gempa hembusan. Secara visual kita juga melihat kawah Gunung Agung mengeluarkan asap dominan putih atau uap air dan juga asap kelabu dengan ketinggian maksimal 1.500 meter," jelas Kepala Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Mertayasa, Jumat (15/12/2017).

Berdasarkan data PVMBG pada periode pengamatan Jumat (15/12/2017), selain merekam gempa hembusan, alat seismograf PVMBG juga masih merekam gempa low frekuensi, serta gempa vulkanik, termasuk gempa tremor.

Dalam rentang waktu 18 jam terakhir, PVMBG mencatat terjadi 9 kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 1-7 mm dengan durasi 35-60 detik.

Selain itu gempa vulkanik baik dalam maupun dangkal terekam mencapai 14 kali.

"Selain itu, gempa tremor menerus juga masih terekam. Ini mengindikaiskan aktivitas vulkanik Gunung Agung belum mereda atau stagnan. Statusnya kami masih tetapkan di level IV atau awas," jelas Dewa Mertayasa.

Dewa Mertayasa juga menjelaskan, untuk mengetahui kondisi terkini kondisi Gunung Agung, tim PVMBG kembali menerbangkan drone ke atas kawah Gunung Agung.

Selain itu, drone juga diterbangkan untuk mengetahui kadar SO2 dan H2O yang terkandung di sekitar kawah Gunung Agung.

"Hasil dari drone itu, sampai pukul 18.00 Wita ini belum kami terima. Tim masih dilapangan," ungkap Dewa Mertayasa.








sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen