Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Pastika Nongol Saat Pendaftaran, Puspayoga Ikut Antar KBS-Ace

Pastika Nongol Saat Pendaftaran, Puspayoga Ikut Antar KBS-Ace

Written By Dre@ming Post on Selasa, 09 Januari 2018 | 8:00:00 AM

Daftar ke KPU, Puspayoga Ikut Antar KBS-Ace

Penglingsir Puri Satria, A.A. Ngurah Oka Ratmadi (Cok Rat) telah menyatakan dukungannya untuk bakal calon gubernur, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Namun ternyata dukungan itu tidak mewakili keseluruhan suara Puri Satria.

Sang adik yakni A.A. Ngurah Puspayoga tetap memilih untuk berada di barisan PDIP dengan mendukung pasangan KBS-Ace (I Wayan Koster- Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati). Hal ini tampak dengan kehadiran Puspayoga yang ikut mendampingi KBS-Ace mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Bali di Kantor KPU Bali, Senin (8/1).

Sesuai rencana awal, KBS-Ace tiba di KPU Bali sekitar pukul 11.00 Wita. Baik Koster maupun Cok Ace datang didampingi istri masing-masing. Hadir pula Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace, I Nyoman Giri Prasta.

“Tim pemenangan KBS-Ace hari ini menyampaikan dan memberikan persyaratan sebagai bakal calon pemilihan gubernur 2018 yang nantinya kami mohonkan kepada Ketua KPU dan jajaran untuk mengoreksi,” ujar Giri Prasta yang juga Bupati Badung ini.

Menurut Giri Prasta, KBS-Ace diusung 4 gabungan parpol yakni PDIP, Hanura, PKPI, dan PAN serta dua partai pendukung yakni PKB dan PPP. Selanjutnya Giri Prasta lalu menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan kepada pihak KPU Bali.

Sementara itu, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengimbau semua pihak untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran tahapan Pilgub Bali 2018. Termasuk meminta partai politik untuk selalu memberikan pendidikan politik yang sehat untuk masyarakat. Sekaligus mengingatkan masyarakat untuk hadir di TPS pada 27 Juni 2017.

Ribuan pendukung antar KBS-Ace daftar ke KPU Bali

Pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali KBS-Ace mendaftar ke KPU Provinsi Bali diiringi ribuan pendukung yang membawakan berbagai atraksi kesenian daerah setempat dan kirab bendera.

"Hari ini menjadi satu tahapan penting, karena akan menghasilkan salah satu pasangan calon yang akan memimpin Bali lima tahun ke depan," kata Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, saat menyampaikan kata pembuka pada pendaftaran tersebut, di Denpasar, Senin.

Pihaknya berharap siapapun pemimpin Bali yang akan terpilih pada 27 Juni 2018 dapat mewakili sifat-sifat pemimpin Asta Brata, seperti yang tertuang dalam Maskot Pilkada Bali yakni Kayonan berisi simbol sifat Asta Brata.

"Kami mengimbau agar semua pihak selalu dapat menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman, sehingga semua tahapan dan berjalan shanti (damai) dan jagadhita (sejahtera). Mari berikan pendidikan yang sehat dan datang ke TPS pada 27 Juni," ucapnya.

Pasangan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster- Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Di samping itu juga didukung PKB dan PPP.

Sementara itu, bakal Calon Gubernur Bali I Wayan Koster menargetkan dalam Pilkada 2018 dapat meraih suara kemenangan hingga 70 persen.

Koster yang juga anggota DPR RI itu optimistis target tersebut bisa dicapai berbekal perolehan suara parpol pendukung saja sekitar 52 persen. "Tidak ada daerah yang berat, cuma harus bekerja keras saja," ucap Koster.

Sedangkan I Nyoman Giri Prasta, Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace bahkan menyampaikan siap menjadi garansi untuk kemenangan calon tersebut.

Massa pendukung mengantarkan paket KBS-Ace berangkat dari Sekretariat DPD PDIP Bali menuju KPU Bali dengan diiringi gamelan baleganjur, deretan barisan pemain kesenian Okokan (khas Tabanan), kirab pembawa bendera Merah Putih, kirab bendera dari partai pengusul dan pendukung, serta penari baris.

Selain itu ada barisan muda-mudi yang menggunakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Tanah Air, dan juga ada pementasan kesenian Barong Bangkung.

Pastika Nongol Saat Pendaftaran KBS-Ace di KPU

Ada surprise saat acara pendaftaran pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace), Cagub-Cawagub Bali yang diusung PDIP-PKPI-PAN-Hanura-PPP-PKB, ke KPU Bali, Senin (8/1) siang.

Tanpa diduga, Gubernur Made Mangku Pastika nongol di Kantor KPU Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Niti Mandala Denpasar. Gubernur Pastika pun sempat bersalaman dengan seterunya dalam Pilgub Bali 2013, AA Gede Ngurah Puspayoga, yang kini menjabat Menteri Koperasi dan UMKM.

Gubernur Pastika datang ke Kantor KPU dengan didampingi Karo Humas & Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan Kepala Badan Kesbanglimaspol Provinsi Bali, Putu Jaya Suartama. Adalah dua anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Nyoman Adnyana dan Ketut Kariyasa Adnyana, yang mengantar Gubernur Pastika sampai di Ruangan Transit KPU Bali.

Saat Pastika datang, di sana sudah ada AAN Puspayoga, tokoh Puri Satria Denpasar yang dulu diusung PDIP sebagai Cagub Bali di Pilgub 2013. kader senior PDIP yang juga Menteri UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga. Seperti kedatangan Pastika, kehadiran Puspayoga juga mengejutkan bagi sebagian kadr PDIP. Puspayoga seakan menjadi klarifikasi atas peristiwa di Puri Satria Denpasar, Sabtu (6/1), ketika sang kakak, AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat, menerima dan mendukung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Cagub yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) beranggotakan Golkar-Demokrat-Gerindra-NasDem-PBB-PKS.

Kepada media, Pastika mengatakan dirinya turun ke KPU dalam tugasnya selaku pembina kehidupan sosial politik di Bali, untuk memastikan pelaksanaan tahapan Pilgub Bali 2018 berjalan baik. "Dalam Undang-undang, Gubernur adalah pembina politik di daerah," tegas Pastika yang notabene anggota Dewan Pembina Partai Demokrat.

Pastika menegaskan, Pilgub Bali juga menggunakan anggaran daerah melalui penye-lenggara. “Kunjungan saya ke sini (KPU Bali) secara umum, saya ingin mengecek KPU, karena kegiatan ini menggunakan APBD. Kepada KPU, saya berpesan selenggarakanlah Pemilu ini secara damai, aman, fair, dan adil. Kalau tidak fair atau adil, maka akan ada ketidakpuasan yang berpotensi menimbulkan kekacauan,” tegas mantan Kapolda Bali dan Kalakhar BNN ini.

Pastika menekankan beberapa hal penting yang tidak boleh dilanggar guna mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai, yakni jangan ada money politics, kekerasan, dan black campaign. “Semua harus berjalan dengan damai, tidak perlu ada black campaign, jangan ada main-main uang, tidak boleh keras-keras. Jika menang, maka menanglah secara elegan dan bermartabat, sehingga mendapat dukungan dari seluruh rakyat Bali. Ini saya berpesan kepada seluruh masyarakat Bali, baik penyelenggara (KPU) maupun masyarakat umum,” ujar Gubernur asal desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini.

Pastika mengaku netral dalam Pilgub Bali 2018, tanpa mendukung pasangan calon. Namun, pernyataan Pastika dengan gaya Buleleng-nya bisa diartikan politis. Menurut Pastika, siapa pun pasangan calonya, ‘Jele Melah Nyama Gelah’.

“Saya akan mendukung siapa pun paslon yang ada, karena mereka pasti putra-putra terbaik Bali. Yang penting, apa yang mereka laksanakan nanti demi kesejahteraan rakyat Bali. Jele Melah Nyama Gelah," tandas Pastika disambut tepuk tangan kader PDIP.

Sekadar dicatat, dalam Pilgub Bali, 27 Juni 2018 mendatang, KBS-Ace akan tarung head to head melawan pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), Cagub-Cawagub Bali yang diusung Golkkar-Demokrat-Gerindra-NasDem-PBB-PKS. Mantra-Kerta rencananya akan mendaftarkan pencalonannya ke KPU Bali, Selasa (9/1) ini.

Sementara itu, Mantra-Kerta akan menemui Gubernur Pastika, pagi ini. Menurut Dewan Penasihat KRB, Made Mudarta, Mantra-Kerta akan diterima Pastika di Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Denpasar pagi ini. "Mantra-Kerta akan menemui Pak Mangku Pastika. Kita akan Kantor Gubernur sebelum deklarasi Mantra-Kerta,” ujar Mudarta secara terpisah, Senin kemarin.

Ditanya apakah kehadiran Pastika saat pendaftaran KBS-Ace, yang membuat Mantra-Kerta merapat ke Gubernur, menurut Mudarta, bukan itu masalahnya. "Gubernur Pastika adalah milik masyarakat Bali. Pak Gubernur mengatakan netral," ujar Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Massa PDIP Menyemut di Gianyar

Marakkan Deklarasi KBS-Ace dan Paket Aman. PDIP show of force gerakkan puluhan ribu massa saat acara deklarasi KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati) se-bagai Cagub-Cawagub Bali dan Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun (Paket Aman) sebagai Cabup-Cawabup Gianyar, di Lapangan Astina Raya Gianyar, Senin (8/1) sore. Kendati acara baru dimulai pukul 15.50 Wita, massa pendukung sudah menunggu di lokasi sejak siang pukul 12.00 Wita.

Sebelum meluncur ke Lapangan Astina Raya Gianyar, KBS-Ace (Cagub-Cawagub Bali yang diusung PDIP-Hanura-PKPI-PAN-PPP-PKB) lebih dulu mendaftarkan pencalonannya ke Kantor KPU Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Niti Mandala Denpasar. Sedangkan Paket Aman (Cabup-Cawabup Gianyar yang diusung PDIP-Hanura) kemarin pagi mendaftarkan pencalonannya ke Kantor KPU Gianyar, sebelum acara deklarasi di Lapangan Astina Raya Gianyar.

Data yang dihimpun, sebelum menuju lokasi acara deklarasi di Lapangan Astina Raya Gianyar, KBS-Ace sempat beristirahat sejenak di Sekretariat DPC PDIP Gianyar kawasan Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Didampingi Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace Provinsi Bali Nyoman Giri Prasta, mereka disambut Paket Aman dan Ketua Tim Pemenangan Paket Aman, I Wayan Tagel Winarta.

Dari Sekretariat DPC PDIP Gianyar, KBS-Ace dan Paket Aman kemudian menuju lokasi acara deklarsasi di Lapangan Astina Raya Gianyar. Di sepanjang perjalanan mulai dari Jalan Dharma Giri Gianyar sejauh 800 meter ke arah timur, KBS-Ace dan Paket Aman disambut 303 sekaa baleganjur yang menabuh saling bersahutan di pinggir jalan. Saat kedua paket calon tiba di Lapangan Astina Raya Gianyar pukul 15.50 Wita, ratusan sekaa baleganjur masih menabuh.

Karena acara deklarasi segera dimulai, maka seluruh sekaa baleganjur diberi tanda berhenti menabuh, dengan kibasan-kibasan bendera putih. Di lokasi acara deklarasi, sederet tokoh sudah menyambut kedatangan KBS-Ace dan Paket Aman. Termasuk di antaranya Panglingsing Puri Agung Gianyar yang kini Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata dan Panglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati alias Cok Putra. Bupati Agung Bharata merupakan kakak kandung Cawabup AA Gde Mayun, sementara Cok Putra adalah kakak kandung Cawagub Cok Ace. Kader senior PDIP yang Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, juga hadir.

Sayangnya, saat acara deklarasi dimulai, sebagian besar sekaa baleganjur meninggalkan lokasi. Made Agus Mahayastra, Cabup Gianyar dalam Paket Aman, mengakui mereka sudah menunggu lama di lokasi acara sejak siang pukul 12.00 Wita. “Kami berusaha menahan massa agar tidak segera pulang, namun mereka bertahan hingga 5 jam. Tapi, saat saya turun berkali-kali ke lapangan, saya pegang janji masya-rakat untuk memenangkan KBS-Ace 80 persen suara di Gianyar 80 persen,’’ ujar Mahayastra yang juga Ketua DPC PDIP Gianyar.

Mahayastra menjelaskan, Gianyar salah satu kabupaten di Bali yang jadi basis massa KBS-Ace. Karena itu, dirinya setuju jika KBS-Ace lebih banyak menggarap suara di Karangasem. Mahayastra selaku pemrakarsa pentas baleganjur terbanyak yakni 303 sekaa, mendapatkan penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia). Sertifikat Muri diterima langsung Mahayastra dari pihak Muri, Senin kemarin.

Sementara itu, deklarasi dukungan untuk KBS-Ace dan Paket Aman dari pelbagai unsur dan asosiasi di Gianyar kemarin dibacakan oleh I Wayan Ekayana, kader PDIP asal Desa/Kecamatan Tegallalang, Gianyar. Ekayana yang Ketua Bali Scoterist Club menilai Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tepat merekomendasi KBS-Ace dan Paket Aman. Alasannya, kedua paket ini merupakan pemimpin yang diterima masyarakat baik di Bali maupun di Gianyar.

Sedangkan Wayan Koster alias KBS (Koster Bali Satu) dalam pidatonya mengatakan bangga atas kehadiran puluhan ribu massa lengkap dengan 303 sekaa baleganjur untuk didelarasi KBS-Ace dan Paket Aman. Koster pun menargetkan KBS-Ace bisa menang minimal 80 persen di Gianyar dan Paket Aman ditarget menang minimal 70 persen. “Saya maklum jika banyak massa yang pulang mendahului, karena menunggu sejak pukul 11.00 Wita,” jelas Koster.

Koster menyampaikan, jika KBS-Ace menang Pilgub Bali 2018, maka dirinya telah menyiapkan program Pola Pembangunan Semesta Berencana. Program ini antara lain meningkatkan seni budaya Bali, pendidikan gratis hingga SMA/SMK, pendidikan berbasis agama Hindu, sinergi program BPJS, dan perbaikan infrastruktur.

Janji KBS-Ace juga dipertegas Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace, Nyoman Giri Prasta. “Jika KBS-Ace dan Paket Aman menang di Gianyar, maka Badung yang akan kontrak para seniman di Gianyar,” tandas Giri Prasta yang juga Bupati Badung ini. Acara deklarasi KBS-Ace dan Paket Aman di Lapangan Astina Raya Gianyar, Senin sore, diakhiri dengan paparan politik oleh Ketua DPP PDIP, I Made Urip.

Sementara itu, sebelum deklarasi kemarin sore, Paket Aman (Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun) lebih dulu mendaftarkan pencalonannya sebagai Cabup-Cawabup Gianyar ke KPU Gianyar, sekitar pukul 11.00 Wita. Paket Aman jalan kaki dari Taman Kota Gianyar menuju Kantor KPU Gianyar yang berjarak sekitar 500 meter, dengan diantar ribuan ibu-ibu.

Menurut Mahayastra, dilibatkannya ibu-ibu dalam hajatan politik ini karena potensi pemilih perempuan di Gianyar cukup tinggi. “Prosentase pemilih perempuan tinggi. Makanya, kami libatkan ibu-ibu yang memang kader partai atau dekat dengan kader partai maupun istri para kader PDIP,” jelas politisi PDIP asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangan yang masih menjabat Wakil Bupati Gianyar 2013-2018 ini.

Selain diantar ibu-ibu, saat mendaftar ke KPU Gianyar kemarin, Paket Aman juga didampingi Bupati Agung Bharata. Mereka diterima Ketua KPU Gianyar AA Gede Agung Putra beserta jajaran. “Sudah semua ada, keabsahannya kita akan lakukan penelitian. Pengumuman penetapan paket calon nanti tanggal 12 Februari,” jelas Gung Putra.

Dalam Pilkada Gianyar 2018, Paket Aman akan tarung head to head melawan pasangan Tjokorda Raka Kerthyasa-Pande Istri Mahyarani Primadewi (Paket Kertha-Maha), Cabup-Cawabup yang diusung Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) beranggotakan Golkar-Demokrat-Gerindra-PKPI-NasDem.

KBS-Ace Target Menang 70 Persen

Kepala daerah yang antar KBS-Ace adalah Bupati Badung, Bupati Tabanan, Bupati Buleleng, Bupati Jembrana, Bupati Bangli Mendaftar ke KPU Diantar 5 Bupati dan 1 Menteri

Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) telah mendaftarkan pencalonannya ke KPU Bali untuk tarung Pilgub Bali 2018, Senin (8/1) siang. Selain diiringi ribuan massa, Calon Gubernur (Cagub)-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang diusung PDIP-PKPI-PAN-Hanura-PPP-PKB ini juga diantar lima bupati dan satu menteri. Usai mendaftar, KBS-Ace canangkan target menang 70 persen di Pilgub Bali 2018.

Lima kepala daerah yang mengantarkan KBS-Ace mendaftar ke KPU Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Denpasar, Senin siang pukul 11.00 Wita, masing-masing Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Jembrana Putu Artha, dan Bupati Bangli Made Gianyar, plus Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Politisi PDIP asal Puri Satria Denpasar yang kini Menteri Koperasi dan UMKM, AA Gede Ngurah Puspayoga, juga ikut mengantar pendaftaran KBS-Ace. Demikian pula Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, ikut hadir bersama para Ketua DPRD Kabupaten/Kota e-Bali asal PDIP. Tidak ketinggalan, para pimpinan parpol pengusung dan pendukung KBS-Ace juga hadir.

Sesuai rencana awal, massa pendukung yang dikerahkan mengiringi pendaftaran KBS-Ace kemarin sekitar 10.000 orang. Pantauan, KBS-Ace diiringi massa pendukungnya long march dari Kantor DPD PDIP Bali di Jalan Banteng Baru Nomor 4 Niti Mandala Denpasar, berjarak sekitar 500 meter arah barat Kantor KPU Bali.

Selama long march, KBS-Ace dan pendukungnya diiringi atraksi tabuh 300 sekaa baleganjur, atraksi kesenian Okokan khas Tabanan, kirab pembawa bendera Merah Putih, kirab bendera dari partai pengusul dan pendukung, serta penari baris. Selain itu, ada barisan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Tanah Air.

Tepat pukul 11.00 Wita, KBS-Ace yang didampingi istri masing-masing dan Ketua Tim Pemenangan Provinsi Bali, Nyoman Giri Prasta, masuk ke Ruangan Transit KPU Bali, untuk mengikuti mekanisme pendaftaran. Ketua Tim Pemenangan Giri Prasta yang menyerahkan seluruh persyaratan Cagub-Cawagub KBS-Ace.

Secara resmi KBS-Ace diusulkan oleh 4 parpol parlemen dengan total kursi 27 kursi DPRD Bali, yakni PDIP (24 kursi), PKPI (1 kursi), dan Hanura (1 kursi). Selain itu, KBS-Ace juga didukung dua parpol non parlemen, yakni PPP-PKB. “Kami berterima kasih kepada KPU Bali, Bawaslu Bali, dan semua pihak atas sinergisitasnya. Kami mohon dukungan semua elemen masyarakat Bali supaya KBS-Ace bisa sukses dan menjadi pemenang,” ujar Giri Prasta.

Begitu persyaratan pasangan calon diserahkan, awak KPU Bali dan Bawaslu Bali langsung melakukan verifikasi marathon. Ada sekitar 18 persyaratan yang dicek secara marathon dan detail sejak pukul 11.00 Wita hingga 13.30 Wita. KPU menyatakan seluruh persyaratan pencalonan KBS-Ace sudah terpenuhi. "Dokumen pencalonan sudah sesuai dengan ketentuan, sudah kami cek satu persatu dan juga sudah meminta masukan komentar dari Bawaslu Bali," ujar Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Seusai mendaftarkan pencalonannya kemarin siang, Wayan Koster alias KBS (Koster Bali Satu) mengatakan sudah siap tempur untuk memenangkan Pilgub Bali 2018. KBS-Ace targetkan menang dengan 70 persen suara. “Kami target 70 persen untuk Pilgub Bali 2018,” tandas politisi militant asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

KBS optimistis target kemenangan 70 persen suara di Pilgub Bali 2018 tersebut bisa dicapai. Keyakinan ini berdasarkan bekal perolehan suara parpol pendukung saja sekitar 52,59 persen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 41,45 persen suara milik PDIP, 5,17 persen suara milik Hanura, 2,63 persen suara milik PKPI,1,22 persen suara milik PAN, 1,48 persen suara milik PKB, dan 0,64 persen suara milik PPP.

“Ya, kita harus optimis-lah,” tandas KBS. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Dapil Bali tiga kali periode ini tidak merinci di mana saja kemenangan bisa diraih KBS-Ace. Namun, KBS menegaskan target menang 70 persen suara bisa diraih dengan kekompakan dan soliditas kader dalam bekerja. “Kita yakin kader solid dalam memenangkan Pilgub Bali 2018,” lanjut politisi-akademisi bergelar Doktor Ilmu Matematikan jebolan ITB Bandung yang notabene suami dari dramawati Ni Putu Putri Suastini ini.

Paparan hampir senada juga disampaikan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace. Tokoh pariwisata asal Puri Agung Ubud, Gianyar ini optimistis KBS-Ace dapat mencapai target suara 70 persen, dengan melihat besarnya respons dari masyarakat.

"Mudah-mudahan target tercapai, apalagi partai sekarang sedang solid-solidnya. Persoalan yang ingin kami selesaikan juga memang persoalan yang mendesak di masyarakat," tegas mantan Bupati Gianyar 2008-2013 yang kini menjabat Ketua BPD PHRI Bali ini.

Dalam Pilgub Bali, 27 Juni 2018 mendatang, KBS-Ace akan tarung head to head melawan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), Cagub-Cawagub yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) beranggotakan Golkar (11 kursi DPRD Bali)-Demokrat (8 kursi)-Gerindra (7 kursi)-NasDem (2 kursi)-PBB (non parlemen-PKS (non parlemen).

Mantra-Kerta maju tarung ke Pilgub Bali 2018 dengan modal politik 47,41 persen suara hasil Pileg 2014. Rinciannya, 17,81 persen suara Golkar, 12,68 persen suara Demokrat, 10,34 persen suara Gerindra), 4,32 persen suara NasDem, 2,10 persen suara PKS, dan 0,16 persen suara PBB.






sumber : antarabali, nusabali, BP
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen