Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Perluasan Sektoral Pemenangan KBS-Ace Jadi Tingkat Desa dan Dapil

Perluasan Sektoral Pemenangan KBS-Ace Jadi Tingkat Desa dan Dapil

Written By Dre@ming Post on Jumat, 19 Januari 2018 | 8:42:00 AM

KBS-Ace didampingi Giri Prasta dan sejumlah petinggi pastai saat deklarasi di Gianyar
DENPASAR - Para bupati dari PDIP dapat tanggung jawab untuk menangkan KBS-Ace di daerah yang dipimpinnya

PDIP berlakukan perluasan sektoral pemenangan pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace), Cagub-Cawagub yang mereka usung bersama Hanura-PKPI-PAN-PKB-PPP, di Pilgub Bali 2018. Target pemenangan yang dibebankan kepada kader legislatif dan eksekutif PDIP tidak lagi berbasis TPS, namun tingkat desa dan daerah pemilihan (dapil).

Ketua DPD PDIP Bali, Dr Ir Wayan Koster MM alias KBS (Koster Bali Satu), mengatakan kader partai diberikan tanggung jawab lebih luas lagi dalam memenangkan KBS-Ace. Kader legislatif (duduk di kursi DPRD) dan eksekutif (Bupati), tidak cukup hanya menang di TPS masing-masing. Namun, mereka harus menang di desa maupun dapilnya.

“Minimal yang bersangkutan bisa menang di desa dan dapilnya. Kalau kader yang duduk di DPRD Kabupaten/Kota, minimal harus menang di dapilnya. Dua-duanya (desa dan dapil, Red) dijadikan faktor penilaian. Kalau dulu, cukup menang di TPS, tapi sekarang naik minimal menang di level desa dan dapil,” ujar KBS di Denpasar, Kamis (18/1).

Menurut KBS, bagi kader PDIP yang menjabat sebagai bupati, mereka bertanggung jawab di daerahnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang notabene Ketua DPC PDIP Badung, misalnya, bertanggung jawab memenangkan KBS-Ace di Gumi Keris. “Bagi kader yang duduk di eksekutif, wajib dan bertanggung jawab memenangkan kandidat yang diusung partai,” tegas politisi PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatanb Tejakula, Buleleng yang juga anggota Komisi X DPR RI Dapil Bali tiga periode ini.

Sejauh ini, kata KBS, belum ada ketentuan sanksi berujung pemecatan bagi kader PDIP yang nanti kalah di TPS-nya dalam memenangkan Cagub-Cawagub Bali, Cabup-Cawabup Gianyar, dan Cabup-Cawabup Klungkung di Pilkada serentak, 27 Juni 2018 mendatang. Semua nanti akan dilihat berdasarkan pemetaan politik di daerahnya.

KBS menyebutkan, untuk kader PDIp yang berdomisili di basis lawan, maka ada hitung-hitungananya. “Tapi, partai wajibkan memenangkan paslon yang diusung. Kader legislatif dan eksekutif wajib menang di desa dan dapil. Nanti akan dibuatkan pakta integritas,” tegas KBS.

Menurut KBS, pihaknya sudah turun di 57 kecamatan se-Bali, baik secara pribadi maupun melalui tim di kabupaten/kota. Pergerakan tim di kabupaten/kota disebut sudah berjalan solid, semangat gotog-royongnya juga tinggi.

Untuk kampanye Pilgub Bali 2018, KBS mengaku belum menjadwalkan kedatangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, karena padatnya jadwal kampanye se-Indonesia. “Kan ada 171 Pilkada secara serentak, bukan hanya di Bali. Sangat padat jadwal beliau (Megawati). Kita juga berencana tidak ada kampanye terbuka. Lebih bagus langsung menyapa masyarakat di desa-desa, baik dengan door to door oleh KBS-Ace maupun tim dan kader di lapangan.”

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, I Kadek Diana, mengatakan pergerakan kader partai untuk memenangkan KBS-Ace maupun paket Cabup-Cawabup Gianyar dan Cabup-Cawabup Klungkung, sudah maksimal, baik secara tim maupun door to door. Di Gianyar, misalnya, Kadek Diana sendiri setiap hari sosialisasikan KBS-Ace dan Paket Aman (Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun, Cabup-Cawabup Gianyar).

“Kita bergerak mencicil tiap hari. Minimal tiap hari ada satu sampai dua tempat didatangi,” jelas politisi PDIP asal Banjar Kebalian, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar ini saat ditemui di Kantor DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Niti Mandala Denpasar, Kamis kemarin.

Secara terpisah, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Buleleng, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengatakan kader Banteng di Buleleng sangat antusias memenangkan KBS-Ace. Apalagi, yang diusung PDIP adalah kader partai. “Antusiasme dan semangat kader PDIP di Buleleng saat ini sangat tinggi. Semangat gotong-royongnya untuk memenangkan KBS-Ace begitu tinggi. Kita sebagai kader legislatif pun habis-habisan untuk menangkan KBS-Ace di Buleleng,” tandas politisi senior PDIP asal Desa/Kecamatan Busungbiu yang sudah tida periode duduk DPRD Bali Dapil Buleleng ini.

Sekadar mengingatkan, dalam Pilgub Bali 2018 nanti, KBS-Ace akan tarung head to head melawan IB Rai Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), Cagub-Cawagub Bali yang diusung Golkar-Demokrat-Gerindra-NasDem-PBB-PKS. Wayan Koster alias KBS adalah politisi asal desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang kini Ketua DPD PDIP Bali sekaligus anggota Komisi X DPR RI Dapil Bali. Sementara Cok Ace adalah tokoh pariwisata asal Puri Agung Ubud yang mantan Bupati Gianyar 2008-2014 dan kini menjabat Ketua BPD PHRI Bali.

Sedangkan Rai Mantra adalah kandidat non kader asal Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur yang kini menjabat Walikota Denpasar. Sebaliknya, Ketut Sudikerta adalah politisi asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang kini Ketua DPD I Golkar Bali dan sekaligus Wakil Gubernur Bali 2013-2018.








sumber : nusabali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    8 bulan yang lalu

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Giri Prasta Serahkan Dana Hibah Rp 800 Juta Dan Bakal Bagikan 6.794 Laptop Gratis

Bupati Badung menyerahkan dana hibah sebesar Rp 800 juta kepada krama Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, Kamis (12/7) di Jaba Pura Dalem...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen