Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Mengharukan!! Yoko Dukung BU Jadi Juara, Lilipaly Akan Mendatanginya

Mengharukan!! Yoko Dukung BU Jadi Juara, Lilipaly Akan Mendatanginya

Written By Dre@ming Post on Jumat, 16 Februari 2018 | 3:08:00 PM

Lilipaly dan Yoko
Kisah Menggetarkan Hati Bocah Disabilitas Penggemar Bali United Yang Dicari Stefano Lilipaly

BANGLI - Bocah dengan keterbatasan fisik, I Putu Ari Krisna Saputra, menarik perhatian gelandang Bali United Stefano Lilipaly, sampai-sampai Lilipaly ingin menemuinya.

Sebab, saat main bola dengan teman-temannya, si bocah suka menggunakan jersey (kaos seragam) Bali United dengan nama punggung Lilipaly.

Yang membuat terharu, Krisna Saputra (juga biasa disapa Yoko) ternyata cukup terampil memainkan bola, kendati fisiknya memiliki keterbatasan dan harus jalan atau lari pakai tongkat.

Foto-foto Yoko bermain bola dengan keterbatasan fisiknya itu kemudian viral di media sosial (medsos), dan sampai ke Lilipaly serta Bali United.

Yoko sendiri mengaku ingin mendukung tim kesayangannya Bali United dalam final Piala Presiden 2018 di Stadiun Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada 17 Februari nanti.

Dalam laga final yang direncanakan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo itu, Bali United akan berhadapan dengan tim tuan rumah Persija Jakarta.

Kemarin Lilipaly berhasil mengetahui keberadaan Yoko, kendati belum bisa menemuinya.

Bahkan bocah itu mendapat perhatian pula dari manajemen Bali United.

Yoko, anak pertama dari pasangan I Wayan Arsana dan Ni Ketut Sukarni, begitu menyukai sepak bola, dan bercita-cita menjadi pemain bola suatu saat nanti.

Ditemui kemarin di kediamannya Banjar Dinas Petung, Batur Tengah, Kintamani, Bangli, Yoko terlihat asyik bermain sepak bola bersama adik kandungnya Kadek Satria Narayana (7).

Seolah-olah sedang adu penalti, Yoko berperan sebagai eksekutor, dan Kadek Satria sebagai penjaga gawang.

Dibantu dengan tongkat penyangga serta sedikit ancang-ancang, tendangan keras yang dilepaskan Yoko bisa menghasilkan gol.

Sontak bocah berkulit putih ini kegirangan dan melakukan selebrasi layaknya pemain sepak bola profesional yang berlaga di stadion.

Bocah berusia 11 tahun yang bersekolah di SDN 2 Batur, Kintamani ini, begitu mengidolakan Bali United, serta salah-satu pemainnya yakni Stefano Lilipaly.

Alasan ngefans Lilipaly, karena pemain naturlaisasi ini memiliki tendangan yang keras.

Hanya saja, Yoko belum pernah menonton secara langsung pertandingan Bali United, klub kebanggaannya.

“Iya pengen nonton langsung pertandingan Bali United,” ucap Yoko dengan malu-malu saat ditemui kemarin.

Saking mengidolakan Stefano, Yoko bahkan mengatakan jika dirinya tidak pernah ketinggalan menonton pertandingan Bali United di siaran televisi.

Yoko sempat berucap, andaikan memiliki kesempatan bertemu dengan pemain idolanya itu, dia akan mengajak untuk bermain bola bersama, serta menunjukkan pada Stefano tendangan pamungkasnya, yang diberinya nama `tendangan halilintar`.

Dipercaya Reinkarnasi Leluhur

Ayah Yoko, I Wayan Arsana mengungkapkan, anak pertamanya itu memang sangat menyukai sepak bola sejak berusia 3 tahun.

Menurut Wayan Arsana, tendangan Yoko bisa lebih keras bilamana tidak menggunkan tongkat.

Diakui Wayan Arsana, putra pertamanya tersebut memang memiliki sifat pemalu.

Bahkan saat tamat dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Yoko sempat minder dan enggan untuk bersekolah.

Minat untuk bersekolah Yoko, imbuh Wayan Arsana, baru tumbuh saat menginjak usia 9 tahun.

Itupun dirinya harus selalu menunggui Yoko sekolah selama 7 bulan, dengan duduk bersebelahan di satu meja.

“Inilah alasan mengapa saat ini Yoko masih duduk di Bangku kelas III SD. Dulu sifat pemalunya bahkan lebih parah. Jika bertemu orang baru, pasti dia selalu sembunyi, tapi sekarang sudah berkurang hal itu,” ucapnya.

Meski sekolahnya terlambat selama dua tahun, Yoko terbilang sangat aktif dan tidak ingin absen sehari pun ke sekolah.

Prestasi akademik Yoko juga terbilang sangat baik.

Pada semester I Kelas 3 ini, Yoko menduduki peringkat 6 di kelasnya.

Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, Yoko selalu mendapatkan nilai tinggi.

Keterbatasan fisik yang dimiliki Yoko tak menghambat dirinya untuk menggemari beberapa olahraga.

Sebut saja catur, lari, hingga sepak bola.

Bahkan Yoko juga piawai berenang.

Meski demikian, Wayan Arsana memaklumi jika Yoko tidak diperkenankan untuk mengikuti pelajaran olahraga di sekolah.

“Maklum, mungkin saja gurunya khawatir dengan kondisi Yoko. Makanya, olahraga yang diperbolehkan untuknya hanya senam,” ucap Wayan Arsana.

Sembari melihat kedua anaknya bermain sepak bola, Wayan Arsana mengungkapkan bahwa saat Yoko di dalam kandungan, dirinya tidak merasakan firasat apapun.

Pihak keluarga bahkan menganggap bahwa Yoko merupakan anak kembar.

Saat Yoko lahir, Wayan Arsana mendapati bahwa anak pertamanya mengalami kekurangan fisik.

“Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena menurut saya, Yoko adalah titipan dari Tuhan. Begitu juga saya dinasehati oleh orang pintar (balian) bahwa Yoko merupakan reinkarnasi dari leluhur sebelumnya.

Sebab, dipercaya ke depan Yoko akan menjadi orang yang luar biasa, sehingga wajib dijaga sepenuh hati dan tidak diperbolekan berada jauh darinya,” ujarnya.

Nasihat tersebut menjadi pedoman Wayan Arsana dan sang istri dalam merawat serta membesarkan Yoko.

Sebab itulah, pihak keluarga tidak memperkenankan Yoko untuk disekolahkan ke YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat), dan lebih memilih untuk mengirimkannya ke sekolah umum.

Selain itu, alasan bahwa Yoko merupakan reinkarnasi dari leluhur juga menjadi dasar pihak keluarga selalu menolak bantuan berupa kaki palsu.

Diakui Wayan Arsana, banyak pihak yang ingin membantu memberikan kaki palsu pada Yoko.

Namun pemasangan kaki palsu itu, menurut dia, mewajibkan untuk amputasi. Sementara dalam kepercayaan dirinya, jika melakukan amputasi, maka dapat menyebabkan kematian.

Pria berusia 38 tahun ini juga mengatakan bahwa pada saat lahir, ukuran plasenta (ari-ari) Yoko dua kali lebih besar dari kebanyakan ari-ari bayi pada umumnya.

Pada umumnya di Bali plasenta dikubur dengan dimasukkan pada batok kelapa, sementara ari-ari Yoko dimasukkan ke dalam periuk.

Begitupun saat bayi, Yoko juga memiliki penjaga yang berwujud kadal berekor dua sepanjang 15 sentimeter.

“Sayapun heran, hewan itu biasanya datang saat odalan, serta saat upacara adat. Biasanya ditemui di bawah bantal yang ditiduri oleh Yoko. Begitu pun saat saya pindah ke daerah Buahan, Terunyan, hewan tersebut juga tetap mengikuti,” ujarnya.

Arsana semakin yakni jika Yoko memiliki penjaga adalah saat seseorang berlaku kasar pada Yoko, maka balasan atas perbuatan tersebut segera dirasakan oleh si pelaku.

Arsana yang bekerja sebagai tukang pijat keliling ini mengakui, sebagai orang tua tentu sempat juga merasa jengkel saat anaknya membandel.

Sempat dirinya tanpa sengaja menjewer telinga Yoko.

Namun tidak berselang lama, ia juga merasakan hal yang sama dengan yang dilakukannya pada anaknya tersebut.

“Sejak saat itu, saya sadar jika tidak boleh berlaku kasar kepada anak. Bukan hanya pada Yoko, namun juga pada Kadek,” tandasnya.

Lilipaly Akan Datang Langsung Ke Bangli Usai Final Piala Presiden Demi Temui Yoko

Stefano Lilipaly, gelandang Bali United akan berjumpa dengan I Putu Ari Krisna Saputra alias Yoko bocah disabilitas usai laga final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2/2018).

Lilipaly akan datang langsung ke Bangli.

Untuk waktu, Lilipaly belum menentukan karena dia masih menunggu kapan lengan dan kaki palsu yang sementara dikerjakan selesai.

Pemain berdarah Belanda ini, memahami Yoko sangat ngefans dengan dirinya.

Sebaliknya, Lilipaly pun mengidolakan Yoko. Lilipaly menilai, dia sangat bahagia meski hidup terbatas.

"Tentu karena ini dia adalah penggemar saya dan saya sangat mengagumi dia bagaimana dia bisa sangat bahagia dan masih bisa melakukan yang terbaik dalam hidup," kata Lilipaly semalam.

Dia mengatakan, Jadi saat ini memulai rencananya untuk menemukan lengan palsu baru dan kakinya.

" Saya ingin memberikan kaki palsu untuknya, dan secara langsung bertemu dia, " ujarnya.

Pesan Kepada Lilipaly Jangan Cepat Putus Asa

Bocah dengan keterbatasan fisik bermain bola dengan girang menggunakan jersey Bali United dengan nomor punggung 87.

Namanya I Putu Ari Krisna Saputra (Yoko), ia pun menarik perhatian gelandang Bali United Stefano Lilipaly, sampai-sampai Lilipaly ingin menemuinya.

Bahkan pemilik Bali United, Pieter Tanuri, mengaku pihak manajemen tergerak untuk mengulurkan tangan setelah melihat kondisi Yoko.

"Kami akan membantu memesankan kaki dan tangan palsu untuk anak ini. Kami bekerjasama dengan Kick Andy Foundation," kata Pieter Tanuri saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2018) siang.

Menurut Pieter Tanuri, daripada membawa Yoko ke Jakarta dengan risiko tinggi karena situasi yang ramai di ibukota dan stadion SUGBK, maka manajemen Bali United memilih memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan sehari-hari Yoko.

"Kami berusaha memberikan yang terbaik kepada dia. Semoga bermanfaat bagi dia dan keluarga," kata Pieter Tanuri.

Ketua Harian Kick Andy Foundation, Ali Sadikin, mengatakan pihaknya segera mengirim tim untuk melakukan survei terhadap Yoko.

"Esok pagi (hari ini, red) kami utus tim untuk mengukur kaki dan tangan bocah Yoko itu," kata Ali Sadikin.

Pihak Bali United dan Kick Andy Foundation juga berterima kasih kepada pemilik sebuah akun di instagram @kakaasuhbali yang telah memfasilitasi kunjungan Bali United ke tempat tinggal Yoko.

Disebutkan, manajemen Bali United merencanakan mendahulukan membantu kaki palsu.

Sementara untuk tangan palsu menyusul.

Manajemen Bali United dan Kick Andy Foundation meminta ukuran diameter paha Yoko dan tinggi badannya.

Informasi ini untuk panduan pembuatan kaki palsu secepatnya.

"Kami dapatkan ukuran pangkal pahanya 38 cm, ukuran lingkar bawah 15 cm, dan

tinggi badan 136 cm. Semoga cukup waktu untuk dibuatkan kaki palsu sambil menunggu pengerjaan tangan palsu," kata Ali Sadikin.

Rencananya, tim Bali United dan Kick Andy Foundation akan bertolak ke Bangli pada Jumat (16/2/2018) siang ini.

Tim akan melihat dan mengukur secara detail kaki kiri dan tangan kanan Yoko yang sejak lahir mengalami keterbatasan.

Setelah dilakukan pengukuran, Yoko bisa segera dibuatkan kaki palsu yang sesuai dan nyaman digunakan.

Yoko pun langsung mengirim video ucapan terima kasih untuk Bali United lewat website.

Video berdurasi 14 detik, dan direkam di kediaman Yoko di Bangli.

"Terima kasih Stefano Lilipaly dan Bali United. Jangan cepat putus asa. Terus berjuang dan menjadi juara (Piala Presiden)," kata Yoko dalam videonya.

Kak Pande, pegiat sosial asal Bangli yang pertama kali menemukan keunikan Yoko lima tahun lalu, mengatakan Yoko adalah anak yang riang.

Tak ada hobi lain yang membuat dia bahagia selain sepakbola.

Meski terbatas secara fisik, Yoko bisa menendang bola dengan baik dibantu tongkat penyangga.

"Yoko cinta main bola, tak ada hobi yang lain. Dia terlihat selalu bahagia. Dia sangat ceria dan tak pernah bersedih," kata Pande.

Pande menjelaskan, dirinya bertemu Yoko ketika membantu mengajar di Bangli. Ia menderita disabilitas sejak lahir.

"Yoko mengalami disabilitas alami sejak lahir. Sebelumnya dia pernah dilarang bermain bola oleh orangtuanya. Namun karena dia bercita-cita menjadi pemain bola meski terbatas, akhirnya para guru di sekolah izinkan dia bermain boa," kata kak Pande.








sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen