Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Basist Navicula Aktif Di BTR Meninggal Dunia

Basist Navicula Aktif Di BTR Meninggal Dunia

Written By Dre@ming Post on Selasa, 27 Maret 2018 | 7:38:00 AM

Basist Grup Band 'Navicula' Made Indra dan kekasihnya Afiriana Dewi
Ini yang Dibawa Robi Navicula Saat Munjung untuk Made Indra, ‘Ini Persembahan untukmu De’

DENPASAR- Suasana duka menyelimuti kepergian Made Indra Dwi Putra, basist Navicula di RSUP Sanglah, Senin (26/3/2018).

Terlihat kehadiran Vokalis Navicula, Gede Robi.

Dengan membawa dua batang rokok yang sudah menyala, Gede Robi mendekati Tempat Munjung yang berada di sebelah kiri pintu masuk Ruang Forensik RSUP Sanglah.

Di depan tempat munjung itu, ia melihat ada banten punjungan.

Gede Robi lalu memetik dua kuntum bunga kamboja merah dan sehelai daunnya dibantu temannya.

Dua kuntum bunga, dua batang rokok, yang ia alasi dengan sehelai daun kamboja ia gunakan untuk munjung.

“Ini persembahan untukmu De,” ucap Gede Robi.

Robi mengatakan dirinya sudah bersahabat dengan Made Indra sejak Made berumur 13 tahun.

"Saat Made umur 13 tahun band baru berdiri, walaupun belum gabung tapi sudah sering sharing," kata Gede Robi.

Robi mengatakan Made Indra bergabung dengan Navicula tahun 2002 dan Made Indra merupakan personil yang paling muda.

"Dia sudah saya anggap adik sendiri," imbuhnya.

Setelah tiga hari dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, personel band grup band Navicula, Made Indra Dwi Putra meninggal dunia, Senin (26/3/2018).

Informasi yang dihimpun, selama tiga hari dirawat, kondisi musisi Bali ini kritis hingga menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 18.30 wita sore tadi.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Made Indra kemudian dipindahkan dari ruangan ICU ke kamar jenazah Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah.

Pihak forensik pun saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Made Indra.

"Iya pukul 18.30 wita tadi. Pukul 20.00 wita diterima di forensik," ujar Kepala Instalasi Kedoteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, dr. Dudut Rustiyadi saat dikonfirmasi, Senin (26/3/2018).

Dudut mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian musisi tersebut.

"Sedang di periksa, bisa saja sebab mati klinis namanya. Kalau bahasa awamnya apa yang menjadi sakitnya atau cedera yang dialami, menurut hasil pemeriksaan saat dirawat atau saat masih hidup. Saya gak tau karena tidak ikut merawatnya. Untuk hasil ke dr. Henki, yang DPJP. Saat ini masih sedang diperiksa," ujar Dudut.

Pukul 19.56 Wita, jenazah Made Indra Dwi Putra, basist Navicula dipindah ke ruang jenazah Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Senin (26/3/2018).

Vokalis Navicula, Gede Robi yang ditemui di RSUP Sanglah mengatakan, malam ini jenazah musisi tersebut masih di titip di RSUP Sanglah.

"Malam ini masih dititip di RSUP Sanglah. Besok keluaga akan berembug, soalnya hari ini juga Kajeng Kliwon," kata Robi.

Ia juga menambahkan keluarga akan berembug untuk menentukan hari baik untuk melaksanakan upacara pengabenan.

Selain pihak keluarga, rembug juga akan dilaksanakan di Desa Penamparan, Padangsambian, Denpasar, tempat asal Made Indra.

Diberitakan sebelumnya, Made Indra meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah.

Menurut informasi, Made Indra menghembuskan nafas terakhir pada pukul 18.25 tadi.

Made Indra sebelumnya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Ubud, Gianyar pada Sabtu (24/3/2018) lalu dan dinyatakan kritis.

Made Indra mengalami kecelakaan bersama pacarnya, Afiriana Dewi.

Wanita yang akrab disapa Afi itu juga meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Kabag Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP Sanglah, dr. Ary mengatakan, Made Indra mengalami multiple fracture atau banyak mengalami patah tulang.

Mulai ada fracture di bagian tulang iga, tulang rahang bawah (manikula), juga tulang pundak (klavikula).

Selain itu, Made Indra juga mengalami Cedera Kepala Berat (CKB).

Para Sahabat Berencana Gelar Penggalangan Dana Untuk Upacara Pengabenan Basist Navicula

Made Indra Dwi Putra, basist Navicula meninggal dunia usai tiga hari terbaring di RSUP Sanglah, Senin (26/3/2018).

Made Indra sebelumnya mengalami kecelakaan di Jalan Raya Sakah, Ubud, Gianyar pada Sabtu (24/3/2018) lalu dan dinyatakan kritis.

Made Indra mengalami kecelakaan bersama pacarnya, Afiriana Dewi.

Wanita yang akrab disapa Afi itu juga meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Teman akrab, Made Indra, Wayan Gendo Suardana mengaku memiliki kenangan dengan musisi tersebut.

Menurut Gendo, Made Indra tidak hanya aktif di gerakan Bali Tolak Reklamasi, tapi juga terlibat dalam advokasi-advokasi lainnya.

"Bukan hanya di BTR, dia juga terlibat dalam advokasi-advokasi panjang kita sejak lama. Tahun 1999, tahun 2000-an kita berjuang bersama. Dia memang tidak bisa banyak bicara, tapi konsisten," kata Gendo.

Menurutnya, Made Indra adalah sosok yang memiliki idealisme tinggi, hampir sama dengan karakter personil Navicula lainnya.

"Dia adalah orang yang sangat konsisten antara karya dan perilaku. Termasuk kenangan paling saya inget pas demo ke Jakarta ke Istana Presiden itu dia juga terlibat aktif," imbuhnya.

Ia bersama Made Indra dan teman lainnya naik bus metro atau omprengan saat ke Jakarta.

“Nginep di rumah teman dan Made tidak pernah mengeluh,” ucapnya.

"Made memang punya jiwa sosial yang tinggi dan sangat paham esensi yang diperjuangkan," tambah Gendo.

Ia mengatakan bertemu terakhir dengan Made Indra pada Selasa (20/3/2018) malam waktu pembuatan video klip SID Batas Cahaya di Taman Baca Kesiman.

"Malamnya ia datang habis rekaman untuk album Navicula dan itu saya kira rekaman terakhirnya untuk Navicula. Lalu habis itu dia datang ke Taman Baca dan saat itu ada pembuatan video klip Batas Cahaya SID," kata Gendo.

Gendo merasa sangat kehilangan teman bercengkramanya.

Terkait kepulangan Made Indra dan juga kekasihnya Afi, Gendo mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang tidak terpisahkan.

"Mereka sepertinya pasangan yang tidak terpisahkan, semoga mereka menemukan yang terbaik di alam barunya. Apalagi dia merencanakan pernikahan. Apa yang mereka lakukan dan perjuangkan tidak akan hilang dari ingatan saya dan teman-teman semua," katanya.

Selanjutnya, ia dan teman-temannya akan tetap melakukan penggalangan dana untuk upacara Made Indra.

"Karena kita keluarga besarnya Made dan Afi maka kami akan turut berjalan dan membantu. Kita bukan hanya sebatas teman tapi sudah keluarga," tutupnya.








sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    6 bulan yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Menang Telak Di Lembaga Survey, KBS-Ace Ingin Terapkan PPNSB Badung Di Bali

KBS-ACE saat Simakrama di Kampial - "Program dan kebijakan yang dilaksanakan Pak Giri Prasta sangat memihak kepentingan serta kebutu...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen