Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Disita di Benoa Kapal Pesiar Rp 3,5 Triliun, Hasil Korupsi?

Disita di Benoa Kapal Pesiar Rp 3,5 Triliun, Hasil Korupsi?

Written By Dre@ming Post on Kamis, 01 Maret 2018 | 9:34:00 PM

Kapal pesiar Equanimity yang disita Tipideksus Bareskrim Mabes Polri berada di lokasi Perairan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Kamis (1/3/2018).
Kapal Pesiar Mewah Rp 3,5 Triliun Disita di Benoa, Diduga Dibeli dari Hasil Pencucian Uang Korupsi

DENPASAR - Menumpang empat kapal kecil, 20-an petugas gabungan menuju perairan Tanjung Benoa, Denpasar, Rabu (28/2/2018) pukul 11.00 Wita, untuk menyita kapal pesiar mewah (super yacht) bernama Equanimity.

Kapal yang terdaftar di Kepulauan Cayman itu disita oleh petugas Mabes Polri, yang membantu pengungkapan kasus petugas Biro Penyelidikan Federal (FBI) Amerika Serikat (AS).

Diduga kapal itu dibeli dengan uang hasil korupsi.

Penyitaan dilakukan ketika kapal dengan cat hitam-abu-abu itu bersandar di posisi sekitar 3 kilometer dari bibir pantai atau di dermaga timur Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Kapal senilai 250 juta dolar AS (sekitar Rp 3,5 triliun) itu dicari-cari oleh Departemen Kehakiman (Department Of Justice/DOJ) AS dan FBI, dan pembeliannya diduga merupakan bagian dari modus pencucian uang (money laundering) hasil korupsi terkait skandal 1MDB.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, penyitaan itu dilakukan oleh tim dari Direktorat Tipideksus (Tindak Pidana Ekonomi Khusus) Bareskrim Polri setelah mendapatkan persetujuan dari pengadilan.

"Ini tim Tipideksus Bareskrim yang memiliki kewenangan penyitaan," ucap sumber di lingkungan Polri kemarin.

Otoritas penegakan hukum AS melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum Indonesia, khususnya Mabes Polri.

Kapal itu dikabarkan sudah berada di perairan Indonesia sejak November 2017.

Sebelum ke perairan Indonesia, diketahui kapal pesiar mewah itu berada di perairan lepas pantai Phuket, Thailand.

Di dalam kapal yang disita kemarin tidak ada penumpang, hanya ada 34 orang kru yang semua merupakan WNA (Warga Negara Asing).

“Kami sudah mengawasi kapal itu dan krunya sejak Selasa (27/2/2018), dan hari ini kami melakukan penindakan, karena kami sudah mendapatkan persetujuan dari pengadilan untuk menyita kapal itu,” kata Brigjenpol Agung Setya, Direktur

Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri seperti dikutip Metro TV kemarin.

Dikatakan sumber kepolisian, keberadaan kapal itu terungkap dengan mudah, karena kapal pesiar milik asing memang harus mengikuti prosedur tetap (protap) untuk memasuki perairan Indonesia.

Setelah diketahui keberadaannya, pihak FBI melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan penyitaan.

"Soal penyitaan yang dikaitkan dengan kasus dugaan pencucian uang korupsi, kemungkinan para kru atau Anak Buah Kapal (ABK) tidak tahu menahu," ungkap sumber itu.

Tidak disebutkan apakah di dalam kapal terdapat pebisnis Malaysia, Low Taek Jho, yang selama ini dicari-cari terkait kasus pencucian uang.

Laporan-laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa kapal Equanimity itu digunakan oleh Low untuk mengadakan pesta mewah, termasuk dengan mengundang para selebriti papan atas Hollywood seperti aktor Leonardo DiCaprio dan supermodel Miranda Kerr.

Penyitaan kapal kemarin dipimpin oleh Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Kombespol Daniel Tahi Monang Silitonga.

Daniel membenarkan bahwa penyitaan sudah mendapat persetujuan dari pihak pengadilan.

"Dalam kasus itu, pihak Amerika sesuai putusan pengadilan menyatakan bahwa kapal itu bermasalah dan sedang berlayar di Indonesia," papar Daniel kemarin di perairan Tanjung Benoa.

Menurut Reuters kemarin, penyitaan atas kapal itu merupakan bagian dari penyelidikan DOJ atas kasus 1MDB.

Perusahaan 1MDB (singkatan dari 1 Malaysia Development Berhad) adalah lembaga investasi yang didirikan oleh Pemerintah Malaysia pada 2009.

Dalam skenario perusahaan, 1MDB akan berinvestasi ke sejumlah proyek di seluruh dunia, dan dari situlah keuntungan akan diperoleh.

Namun, dalam perjalanannya, lembaga itu diduga terlibat dalam skandal penyelewengan dana atau korupsi.

Penyelidikan terhadap 1MDB dilakukan menyangkut dugaan korupsi dan pencucian uang yang terjadi di setidaknya enam negara, di antaranya AS, Swiss dan Singapura.

Disebutkan, secara total DOJ sedang memburu untuk menyita aset-aset senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 13,6 triliun) yang diduga dibeli dengan dana korupsi 1MDB.

Orang yang paling dicari-cari dalam kasus ini adalah pengusaha Malaysia Jho Taek Low, yang diduga paling besar menyalahgunakan dana 1MDB, sehingga perusahaan 1MDB terbelit hutang hingga triliunan.

The straitstimes.com, Rabu (28/2/2018), menulis bahwa diperkirakan dana 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 61,5 triliun) diduga disalahgunakan oleh para petinggi perusahaan.

Kasus 1MDP ini ramai di Malaysia, karena dikait-kaitkan dengan dugaan keterlibatan para pejabat tinggi negara itu, termasuk Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Namun, kantor PM selama ini membantah tudingan keterlibatan itu, demikian pula pihak 1MDB.

1MDB menyebut tindakan Departemen Kehakiman AS itu sebagai berlebihan dan cacat hukum.

Selain kapal mewah Equanimity, aset-aset lain yang diburu DOJ karena diduga dibeli Low dengan dana korupsi 1MDB diantaranya jet pribadi, hotel dan real estat di New York.

Bahkan, supermodel asal Australia Miranda Kerr dan aktor papan atas Leonardo DiCaprio harus berurusan dengan kasus 1MDB.

Miranda Kerr telah mengembalikan ke DOJ satu set perhiasan mewah pemberian Low senilai 8,1 juta dolar AS.

Pemberian perhiasan kepada Kerr itu diantaranya dilakukan dalam perjalanan di kapal Equanimity pada 2014.

Pengembalian itu dilakukan Kerr setelah DOJ menyatakan bahwa perhiasan tersebut dibeli oleh Low dengan uang hasil korupsi di 1MDB.

Sedangkan aktor Leonardo DiCaprio juga terkait dengan skandal itu, karena menerima pemberian barang mewah dari Low, yang diduga juga dibeli dari dana korupsi 1MDB. Namun, barang-barang mewah pemberian Low itu sudah dikembalikan DiCaprio ke DOJ.

Belum dipastikan apakah FBI akan terlibat dalam penyelidikan oleh Mabes Polri atas kapal yang disita itu.

“Kita lihat perkembangan nanti apakah kita bisa melakukan penyelidikan bersama ataukah menyerahkannya. Kami masih dalam proses untuk mengumpulkan barang bukti,” kata Daniel.

Kapal Pesiar Equanimity di Perairan Tajung Benoa Kini Masih Dalam Pengamanan

Kondisi kapal pesiar mewah Equanimity yang disita oleh Tipideksus Bareskrim Mabes Polri saat ini dinonaktifkan.

Kapal tersebut kini masih dalam pengamanan dan pengawasan Polda Bali di Perairan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Selama proses penyidikan berlangsung, kapal pesiar tersebut tidak beroperasi.

Tampak anggota Bareskrim Mabes Polri, FBI masih berlalu-lalang di atas kapal melakukan pemeriksaan terhadap kru kapal.

Kapal pesiar Equanimity disita karena diduga menjadi bagian dari modus pencucian uang hasil korupsi skandal 1MDB.

Kapal pesiar Equanimity berada di lokasi sekitar 3 kilometer dari pantai Dermaga Timur Pelabuhan Benoa.

Menurut informasi yang dihimpun, kapal pesiar Equanimity sudah berada di Perairan Indonesia sejak 20 November 2017.

Diketahui kapal tersebut hanya diam sejak bulan November tahun lalu di perairan Tajung Benoa, Bali, tanpa ada aktivitas di dalam kapal, hanya ada kru kapal tanpa penumpang.






sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    6 bulan yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kapolsek Kutsel: "Pelaku Jual Motor Lewat FB, Sebelumnya Plat Diganti"

"Pelaku menjual hasil sepeda motor curiannya lewat online akun Facebook setelah plat DK nya diganti terlebih dahulu," jelas Kap...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen