Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Dua Direktur Baru GWK Kena Damprat Tokoh Masyarakat Giri Dharma

Dua Direktur Baru GWK Kena Damprat Tokoh Masyarakat Giri Dharma

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 03 Maret 2018 | 12:08:00 PM

Paruman Br. Giri Dharma dengan Manajemen GWK berjalan Alot Hari Jumat, 2/3/2018.
Ungasan - Pasca resign-nya Agung Rai Dalem kurang lebih sebulan yang lalu diikuti dengan pergantian pucuk pimpinan baru GWK dari Seno Andhikawanto (Dirut PT. Gain) ke manajemen baru yang kini diisi oleh Arifin Tirta Wijata (Direktur Commercial) dan Nila Permata Sari (Direktur  Finance). Hal ini menjadi aneh ada dua direktur menggantikan 1 dirut, tentu dari segi pengambilan keputusan akan semakin sulit minimal semakin lambat. Kedua direktur ini hadir dalam paruman di Br. Adat Giri Dharma pada hari Jumat, 2 Maret 2018 pukul 17:00 Wita yang didampingi oleh Bu Tri (Manager Operasional), Agung Kompyang (HRD), Pak Kadek dan Bu Dewi (Legal). Sementara dari Giri Dharma dihadiri pengurus Banjar seperti I Wayan Kurma (Kedat), Nyoman Widana (Kedis) berserta tokoh masyarakat Diesel Astwa (DPRD I Bali) dan tentu Krama Adat Agung Br. Giri Dharma.

Dalam sambutannya Arifin menjelaskan bahwa Ia baru sebulan mengisi jabatan dalam manajemen GWK dan perlu proses belajar untuk memahami tuntutan warga. Untuk mengakhiri berbagai persoalan, mestinya sesuai surat undangan rapat tertera yang diundang adalah orang yang mampu memutuskan dan menyelesaikan permasalahan namun pada kenyataannya ia meminta waktu untuk berdiskusi dengan pusat. "Mohon maaf saya baru sebulan mengisi jabatan dalam manajemen GWK, jadi tentu perlu proses belajar untuk menyesuaikannya, saya minta waktu untuk berdiskusi dengan pusat dalam mengambil keputusan", terangnya.  Sentak saja jawaban ini membuat warga banjar yang hadir kecewa. 

Tokoh masyarakat Diesel Astawa (kanan baju putih)
Bahkan tokoh masyarakat Diesel Astawa meragukan kemampuan dari managemen GWK yang baru ini, apakah berkempeten atau tidak. Diesel juga curiga jika manajemen baru ini diturunkan sengaja untuk mengulur-ulur waktu. "Maaf Bapak/Ibu bukan saya bermaksud untuk menyangsikan kemampuan Bapak/Ibu cuma melihat dari cara bapak/ibu menjawab dan tidak mampu untuk memutuskan apapun saya meragukan kemampuan Bapak/Ibu. Saya curiga bapak/ibu sengaja dipasang dalam manajemen GWK hanya untuk mengulur-ulur waktu dalam memenuhi janji kepada warga banjar Giri Dharma", tohok anggota DPRD I Bali ini. "Saya mau bertanya apakah sebelum melakukan rapat atau parum ini bapak atau Ibu belum melakukan rapat interen dengan manajemen lama?". Direktur Arifin mengatakan tidak sembari melambaikan tangannya.

Rapat berlangsung semakin panas, dua direktur serta wakil manajemen habis "didamprat" atau dimarahi warga dan tokoh masyarakat. Pak Kurma dengan nada tinggi bahkan mempertanyakan "Jadi apa saja kerja bapak/ibu selama ini, kami menunggu sudah lama sekali untuk letak pura Br. Giri Dharma saja kami sudah menunggu selama 4 tahun belum lagi janji-janji yang lain, kami sudah menunggu hampir selama 20 tahun. Kalau bapak/ibu tak mampu membuat keputusan kenapa Owner Alam Sutra setingkat AT tak mau menemui kami?".

Warga yang lain juga menambahkan dengan memberikan penjelasan tentang mindset GWK, "Pak, GWK itu berada diwilayah Giri Dharma, bukan sebaliknya Giri Dharma berada di GWK, jadi semestinya manajemen harus bisa berpikir jika janji yang diberikan kepada warga harus diprioritaskan untuk segera diselesaikan".

Eka yang lebih dikenal dengan nama Eka Sales GWK juga menyoroti tentang pergantian manager souvenir bu Sandra, "Kenapa harus mencari orang dari luar, kenapa tidak staff atau karyawan yang sudah berada bertahun-tahun disini memegang jabatan itu, apa kami kurang mampu?, kami hanya melihat jika jabatan seperti itu sudah dijatah", kesahnya.

Paruman alot selama kurang lebih dua jam itu nyatanya tidak menghasilkan apapun karena kurang kuasa / kompoten dari pihak manajemen yang hadir. Managemen GWK akhirnya meminta waktu seminggu untuk melakukan rapat internal guna memberikan solusi terbaik untuk warga Giri Dharma. Tanggal 12 Maret 2018 merupakan batas akhir manajemen untuk memberikan solusi, kalau dalam kurun waktu tersebut tidak menghasilkan apa-apa seluruh elemen masyarakat Giri Dharma yang disokong oleh 2 suka duka yakni suka duka Giri Dharma dan Suka duka Bhuwana Sari dipastikan bergerak untuk melakukan tindakan tegas berupa penutupan akses masuk GWK, dimana tindakan ini secara hukum sudah dituangkan dalam pasal sanksi akte notaris I Wayan Sugitha, S.H. No. 7 tahun 2015.

Menengok janji GWK yang belum terselesaikan sampai saat ini:
  1. Letak pura Br. Giri Dharma serta SHM tanah dengan luas 3,57 are.
  2. Pematchingan sertifikat 6,43 are dengan kondisi lapangan yang kini menjadi tegak Br. Adat Giri Dharma.
  3. Pembangunan Br. Sk. Dk Giri Dharma yang meliputi pembangunan pelinggih, pagar penyengker, pemapingan serta upakaranya.
  4. Jalan akses ke Br. Sk. Dk. Giri Dharma
  5. Pensertifikatan lahan tegak Br. Sk. Dk. Giri Dharma
  6. Jalan Lingkar lebar 6 M di wilayah Giri Dharma
  7. Air kepemukiman yang masih sangat kecil warga hanya hanya memperoleh air 2 minggu sekali
  8. Masalah ketenagakerjaan dimana warga Giri Dharma diutamakan sesuai kesepakatan namun pada kenyataannya diabaikan.
  9. Pensertifikatan lahan Gandrung
Demikian  janji yang sudah terucap bahkan sudah dituangkan dalam akte notaris yang intinya mempunyai kekuatan hukum dan harus dipenuhi. Mudah-mudahan manajemen GWK yang baru mampu menuntaskan peninggalan tugas managemen lama sehingga terjadi hubungan harmonis antara Warga Br. Giri Dharma dengan GWK.





Mr. Brain Revolution
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen