Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Mantra Kerta Tolak Reklamasi, Cok Rat Pun Ikut Berorasi

Mantra Kerta Tolak Reklamasi, Cok Rat Pun Ikut Berorasi

Written By Dre@ming Post on Senin, 26 Maret 2018 | 8:04:00 AM

Diesel Astawa (3 dari Kiri), Cok Rat (kaca mata hitam)
Kampanye Mantra-Kerta kemarin dihadiri sesepuh PDIP dari Puri Satria Denpasar, AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat, yang sempat ikut berorasi.Dalam kampanye dialogis yang dihadiri juga Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) AA Bagus Adhi Mahendra Putra dan pimpinan partai koalisi itu, berbagai aspirasi dilontarkan massa pendukung Mantra-Kerta. Salah satunya, mengenai komitmen Mantra-Kerta untuk menolak reklamasi Teluk Benoa.

Cagub Rai Mantra pun memberi jawaban tegas atas aspirasi mereka. “Sejak tahun 2013 saya telah menolak reklamasi Teluk Benoa. Berbagai kajian telah menunjukkan proyek ini tidak layak diteruskan. Dari awal saya sudah tegas menolak dan itu saya sampaikan berkali-kali, tinggal bagaimana kita bergerak bersama," kata Walikota Denpasar yang sedang cuti ini.

Cawagub Sudikerta juga menegaskan hal yang sama. Menurut Sudikerta, ada sejumlah dampak buruk yang timbul jika reklamasi Teluk Benoa dipaksakan. Pertama, maka akan muncul akomodasi hotel baru, hingga dengan sendirinya bakal memicu persaingan harga yang tidak sehat. “Nanti akan banting-bantingan harga, itu berdampak buruk bagi iklim usaha di Kuta Selatan," kata Cawagub yang masih menjabat Wakil Gubernur Bali ini.

Kedua, kata Sudikerta, reklamasi akan memicu berdatangannya tenaga kerja asing dalam jumlah besar. Kemudian, terjadi persaingan tidak sehat dengan mssyarakat lokal. "Nanti warga lokal malah tergusur akibat reklamasi," jelas Ketua DPD I Golkar Bali ini.

Ketiga, lanjut Sudikerta, reklamasi Teluk Benoa akan memperparah kemacetan. Dengan kondisi sekarang saja, sudah macet parah, apalagi jika ada reklamasi, akan semakin krodit. Menurut Sudikerta, jauh lebih baik jika pembangunan akomodasi baru diarahkan ke Bali Utara, misalnya Buleleng, sehingga terjadi pemerataan dan tidak terjadi penumpukan di Bali Selatan.

"Solusinya kalau tidak teklamasi adalah kita bangun Bali Utara sehingga terjadi pemerataan. Apalagi, di sana ada tanah milik Pemrov Bali yang luasnya ratusan hektare. Jadi, tidak perlu reklamasi," tandas politisi Golkar asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini.

Sementara itu, dalam kampanye dialogis kemarin, Cok Rat beorasi penuh semangat. Panglingsir Puri Satria Denpasar ini itu mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mengembalikan ‘Baliku’. “Mari kita pilih pemimpin yang benar-benar menjaga taksu Bali, jangan memilih pemimpin coba-coba. Jangan memilih berdasarkan uang, nanti malah ditangkap,” ujarnya. ”Jangan coba-coba membeli saya.... Saya hanya bisa dibayar dengan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Cok Rat soal dirinya yang kukuh berjuang untuk memenangkan Mantra-Kerta.











Sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen