Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Pertemuan 189 Negara, Luhut Minta Geber Pembangungan Pelabuhan Benoa - GWK

Pertemuan 189 Negara, Luhut Minta Geber Pembangungan Pelabuhan Benoa - GWK

Written By Dre@ming Post on Jumat, 30 Maret 2018 | 10:26:00 AM

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (tengah) tinjau kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Kamis (29/3/2018)
DENPASAR - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meluapkan kekecewaannya terhadap proyek pembangunan Pelabuhan Benoa, Denpasar, yang dinilainya mengalami keterlambatan.

Kekecewaannya ini diutarakan saat bertandang ke Pelabuhan Benoa, Bali, Kamis (29/3/2018) kemarin.

Rombangan Kemenko Kemaritiman tiba di Pelabuhan Benoa pukul 15.30 Wita. Luhut datang untuk mengecek pemaparan kinerja melalui PT Pelindo III.

Dari hasil pemaparan terkait pengukuran alur dan kolam tersebut, ada beberapa keterlambatan dari pihak PT Pelindo dalam mengembangkan Pelabuhan Benoa. Sontak tercetus ungkapan kecewa oleh Luhut.

Ia pun minta harus segera diselesaikan, dan tidak ada alasan terkait perizinan yang tidak jelas.

"Kalau terus begini gak bagus untuk republik kita. Harusnya bisa lebih cepat selesai, itu saja. Tapi saya kira overall mereka masih kerja oke. Ini juga masih sesuai target walaupun menurut saya agak sedikit terlambat. Tapi mereka bilang September akan selesai," ungkapnya kepada awak media di Dermaga Timur Terminal Internasional Pelabuhan Benoa.

Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelabuhan Indonesia (Pelindo III), Husein Latief, mengatakan untuk pengerjaan proyek Pelabuhan Benoa yang paling penting saat ini ada dua pekerjaan yakni pekerjaan sisi laut dan pekerjaan sisi darat.

Pekerjaan sisi laut berupa pendalaman serta pelebaran kolam dan alur.

"Proses pelelangan sudah selesai semua dan sudah diteken. Untuk sisi laut pengerukan dilakukan oleh Van Oord Indonesia, dan pekerjaan sisi darat dikerjakan oleh PT Wika Gedung," ujarnya.

Disinggung terkait kekecewaan Luhut, Husein mengatakan kekecewaan tersebut diutarakan karena Luhut ingin percepatan.

"Beliau (Luhut) ingin izin-izin supaya jalan cepat. Beliau khawatir kalau izin-izin ini kurang mendukung proyek ini. Jadi izin-izin sudah on the track jadi beliau ingin percepatan," terangnya.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun ini akan digenjot hingga awal September 2018.

Pada helatan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018 nanti, Husein memastikan sudah ada kapal besar dengan kelas Genting Dreem yang akan bersandar di Pelabuhan Benoa.

"Target selesai untuk yang paling penting adalah pekerjaan pengerukan, pelebaran dan pendalaman itu akan selesai awal Sepetember 2018 ini. Jadi pada saat acara event IMF sudah ada kapal besar yang sandar di sini. Kalau biasa kapal yang sandar di sini adalah 1.500 pack, nanti akan ada kapal yang kelas Genting Dream 3.400 pack hingga 3.500 pack, dua kali lipatnya," ujarnya.

Selain meninjau proyek Pelabuhan Benoa, Luhut yang didampingi Gubernur Bali juga meninjau kesiapan venue dan infrastruktur lainnya yang akan digunakan dalam gelaran IMF-World Bank Annual Meeting Tahun 2018.

Beberapa tempat yang menjadi sasaran kunjungan kerja di antaranya Bandara Ngurah Rai, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua, Komplek Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), serta Kawasan ITDC Nusa Dua.

Usai melakukan peninjauan, Luhut mengaku cukup puas dengan perkembangan persiapan di tempat-tempat tersebut.

Ia tetap mendorong percepatan di beberapa bidang yang menurutnya perlu diakselerasi.

Beberapa proyek seperti pembangunan GWK, venue di Nusa Dua, dan perluasan pelabuhan ditargetkan selesai September mendatang.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 8-14 Oktober 2018 yang akan dihadiri sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara.

Para delegasi itu merupakan kepala negara, menteri bidang keuangan dan moneter, gubernur bank sentral, pelaku bisnis dan ekonomi, akademisi hingga delegasi penting lainnya.







sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen