Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Di Depan GWK, Jik Gending Tewas Disambar Bus Saat Ingin Beli Minum

Di Depan GWK, Jik Gending Tewas Disambar Bus Saat Ingin Beli Minum

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 14 April 2018 | 10:35:00 AM

Jik Gending (Gbr Insert) Korban kecelakaan beruntun rem blong bus pariwisata di depan GWK dievakuasi warga menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan, Jumat (13/4).
MANGUPURA - Rencana Ida Bagus Putu Adnyana (47) alias Jik Gending mengadakan upacara telu bulanan (tiga bulanan) anaknya harus berujung duka.

Jik Gending tewas disambar bus dalam perjalanan pulang ke Buleleng.

Bapak enam orang anak ini menjadi korban dalam kecelakaan beruntun di depan pintu masuk Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat (13/4/2018) siang.

Peristiwa maut nan tragis itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Selama tiga jam lebih, lalu lintas di sepanjang jalur pariwisata itu tersendat. Warga berhamburan dan memadati lokasi kejadian.

"Tadi suaranya sangat keras. Tapi saya tidak berani keluar karena tabrakannya pasti sangat parah," ujar seorang pedagang ayam lalapan di sekitar lokasi yang enggan namanya disebutkan.

Seorang saksi mata, Putu Dedik (25) menceritakan, dia bersama lima orang sanak saudaranya saat itu sedang mengangkut dua ekor babi yang diberi oleh kerabatanya dari Desa Pecatu, Badung.

Babi tersebut rencananya akan dibawa ke kampungnya di Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk upacara nelu bulanin anak Jik Gending.

Menggunakan mobil pick up Daihatsu Grand Max, Dedik bersama tiga orang saudaranya duduk di belakang guna mengawasi dua ekor babi tersebut. Sedangkan di depan ada Jik Gending sebagai sopir serta seorang kerabatnya yang jadi penumpang.

Dalam perjalanan, mereka menyempatkan diri untuk membeli minuman di depan pintu masuk GWK.

Mobil pick up pun diparkir di pinggir jalan.

Selang beberapa saat, Dedik yang duduk di bak belakang pick up melihat bus melaju kencang dari arah selatan.

Ia memejamkan mata sembari membenamkan wajah ke lututnya.

Dedik pasrah! Braakkk!

Mobil pikap terhantam dan bergeser beberapa meter dari posisi semula.

Namun Dedik bersama tiga orang saudaranya selamat.

Nahas, Jik Gending yang saat itu membuka pintu dan hendak turun dari mobil tersambar oleh ganasnya laju bus.

Jik Gending pun meninggal di tempat.

"Kami tetap duduk di belakang (bak pick up), tidak meloncat. Sedang Ajik Gending saat itu turun dari mobil lalu ditabrak," kata Dedik gugup.

Ia tampak masih syok dengan peristiwa tragis yang dilihat dengan mata kepalanya itu.

Diduga Rem Blong

Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Rahmawati Ismail, menjelaskan bus dengan plat nopol AB 2773 BA menabrak enam mobil dan dua sepeda motor.

Kronologis tabrakan beruntun bermula ketika bus datang dari arah Uluwatu menuju Denpasar (selatan ke utara).

Kondisi jalan menurun. Diduga rem bus blong sehingga melaju sangat kencang dan kehilangan kontrol.

Bus pariwisata itu pertama kali menabrak sebuah sepeda motor di depan Pepito, Ungasan.

Selanjutnya menghantam enam mobil secara berturut-turut.

Diawali mobil Avanza DK 502 FS lalu mobil Innova DK 1506 OP.

Sopir bus membanting setir ke kiri dan menabrak mobil pick up Grand Max DK 8616 UM yang sedang berhenti di pinggir jalan.

Bus menyambar sopir pick up hingga tewas.

"Saat itu korban sudah berhenti dan parkir, ingin beli minuman. Nah, saat keluar dari mobil langsung ditabrak oleh bus pariwisata tadi." terang Kompol Rahmawati.

Tak berhenti sampai di situ, bus terus melaju. Bus lalu menghajar mobil Yaris DK 1891 JF yang juga sedang parkir, dan berikutnya mobil Avanza DK 1469 ME yang melaju di depannya.

Setelah itu, sopir bus banting setir ke kanan.

Bus menabrak mobil Isuzu ELF DK 1397 BS yang akan berbelok ke kanan arah GWK.

Ketika kembali banting setir ke kiri, bus menabrak sepeda motor Supra X DK 6002 CF yang datang dari arah berlawanan.

Bus baru berhenti setelah menabrak tiang listrik di atas trotoar atau di depan Circle K.

Satu motor Supra X juga ikut terseret dan tergencet sesaat sebelum laju bus terhenti karena menabrak tiang listrik.

Beruntung, pemilik motor, Putu Budiartana (25), selamat.

Budiartana mengatakan dirinya sore itu datang dari arah berlawanan.

Melihat bus menabrak beberapa kendaraan dari kejauhan, ia kemudian melepas kendali motornya.

Ia meloncat dan lari untuk menyelamatkan diri.

"Itu motor saya tergencet di bawah kolong bus," ujar Budiartana sembari menunjukkan motor Supra X nopol DK 6002 CF yang tampak ringsek. Motornya pun ikut dibawa ke Polresta Denpasar.

"Jumlah korban meninggal yang ditemukan di TKP satu orang. Sedangkan yang masih di rumah sakit, kami masih kumpulkan datanya," ujar Kompol Rahmawati.

Polisi belum memastikan jumlah orang yang berada di dalam bus.

Menurut informasi, para penumpang sudah didrop dengan bus yang lain.

Sedangkan hingga pukul 19.00 Wita sopir bus masih belum diamankan. Kompol Rahmawati tidak ingin menduga-duga keberadaan sang supir.

Bisa saja, kata dia, sopirnya mengamankan diri.

"Sopir masih kita cari, mungkin dia mengamankan diri. Kita masih menunggu, jangan dibilang kabur dulu," katanya.

Dijelaskan, pihak perusahaan bus sudah datang untuk melakukan koordinasi dengan kepolisian.

Begitu pula keluarga sudah menghubungi kepolisian untuk mengurus surat jenazah di Rumah Sakit Sanglah.

"Kami masih menyelidiki, barang bukti sudah diamankan di Mapolresta. Kami juga sudah mencari keterangan saksi-saksi di TKP," imbuhnya.

Jenazah Dititipkan

Sementara itu jenazah korban Jik Gending langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Jenazah diantar menggunakan ambulans milik sebuah yayasan.

Tiba sekitar pukul 15.58 Wita, jenazah dalam kondisi kepala berlumuran darah. Badannya ditutupi baliho.

Selang satu jam kemudian, tampak istri korban Anak Agung Muryantini (40) bersama anaknya mendatangi kamar jenazah.

Raut wajah mereka tampak sangat terpukul.

Disusul kemudian rombongan keluarga besar korban.

Kepala Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, menyebutkan korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

"Ditemukan luka terbuka dan patah tulang dahi dan lengan bawah kanan serta beberapa luka memar dan lecet pada wajah, leher, dada, dan tangan," jelasnya terkait hasil pemeriksaan forensik.

Meski tampak terpukul, istri korban lambat laun mulai berusaha tegar dan mengikhlaskan kepergian suaminya.

Ia tampak cekatan menanyakan informasi dari petugas untuk mengurus segala keperluan jenazah.

Dalam kondisi berduka, ia terus berusaha menyunggingkan senyum kepada kerabat dan tamu keluarga yang terus berdatangan hingga malam hari.

Informasi yang dihimpun, hingga tadi malam jenazah korban belum bisa dipulangkan pihak keluarga karena masih dalam tahap pemeriksaan pihak kepolisian dan tim forensik.

Untuk sementara, jenazah Jik Gending akan dititipkan di kamar jenazah RSUP Sanglah sembari menunggu hari baik.








sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen