Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Punya Kontribusi Signifikan Kemenperin Harapkan Industri Kreatif Bertumbuh di Bali

Punya Kontribusi Signifikan Kemenperin Harapkan Industri Kreatif Bertumbuh di Bali

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 05 Mei 2018 | 8:11:00 AM

Sekjen Kemenperin, Haris Munandar di sela-sela acara Kampoeng IT BCIC 2018 di Tohpati Denpasar, Jumat (4/5/2018)
DENPASAR - Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan industri kreatif di Bali, Balai Diklat Industri Denpasar bersama DILo Denpasar melaksanakan acara Kampung IT BCIC 2018.

Acara tahun ini, merupakan ketiga kalinya dilaksanakan dengan menyajikan serangkaian kegiatan mulai dari lomba Ide Bisnis Digital, seminar, parade film animasi hasil program Teaching Factory Produksi Film, hingga pameran produk digital dan kerajinan kreatif.

Acara ini diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang kreatif, serta menjadi cikal bakal industri kreatif di Bali dan Indonesia.

“Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menargetkan pertumbuhan industri pada tahun 2018 sebesar 5,67 persen. Dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 18,6 persen,” kata Haris Munandar, Sekretaris Jenderal Kemeperin Indonesia, di Denpasar, Jumat (4/5/2018).

Untuk mencapai target pertumbuhan industri tersebut, Kemenperin akan memaksimalkan salah satunya kontribusi industri kreatif yang bernilai tambah tinggi.

“Sebagaimana kita ketahui, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan oleh Kementerian Perindustrian. Mengingat penyerapan tenaga kerja yang cukup besar mencapai 13 persen dari total tenaga kerja nasional, dan menempatkan ekonomi kreatif pada posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja,” sebutnya.

Data itu juga, kata dia, menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional yaitu rata-rata 10,14 persen rata-rata per tahun dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,8 persen.

“Diantara 16 subsektor ekonomi kreatif, 3 sub sektor yang berkembang cukup pesat adalah desain komunikasi visual, musik, dan animasi video. Pemerintah dalam hal ini Kemeperin terus berupaya menggenjot pertumbuhan industri tersebut, diantaranya melalui program pengembangan SDM Industri, pengembangan wirausaha baru industri, serta kebijakan strategis lainnya,” jelasnya.

Pengembangan SDM di bidang industri kreatif, dimaksudkan mengembangkan dan memanfaatkan untuk memberdayakan budaya Industri dan/atau kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat terutama dalam rangka pengembangan industri kreatif.

“Bali merupakan wilayah potensial yang mampu melahirkan tenaga-tenaga kreatif, yang juga didukung pesona kearifan lokal dan telah terbukti disukai wisatawan mancanegara,” imbuhnya.

Sebagai salah satu faktor pendukung industri pariwisata, industri kreatif merupakan sektor potensial yang dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi termasuk penciptaan lapangan kerja di Bali.

Untuk itu, Kemenperin mengembangkan Balai Diklat Industri Denpasar sebagai Bali Creative Industry Center (BCIC) dengan 5 peran utama, yaitu sebagai Pusat Inovasi dan Kekayaan Intelektual, sebagai Pusat Pelatihan, Sertifikasi dan uji Kompetensi Tenaga Kerja Industri Animasi.

Sebagai Pusat Promosi dan Pemasaran industri kreatif, sebagai Pusat Pengembangan Industri Software dan Konten, serta sebagai Pusat Inkubasi Bisnis.

“Keberadaan BCIC dapat dimanfaatkan sebagai ruang dan wilayah untuk masyarakat dalam berkreativitas dan berinovasi, pengembangan sentra industri kreatif, pelatihan teknologi dan desain, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk industri kreatif di dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Ia pun menyambut baik kegiatan pameran, lomba dan Seminar Kewirausahaan ini sebagai bagian dari program pembentukan wirausaha baru bidang industri kreatif.

Sebab berdasarkan standar Bank Dunia, seharusnya setiap negara memiliki jumlah pengusaha minimal sebesar 4 persen dari jumlah penduduk.

Jumlah pengusaha Indonesia, baru berjumlah 3,31 persen. Jumlah ini masih kalah dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara, semisal Singapura (7 persen), Malaysia (5 persen), dan Thailand (4 persen).

“RPJMN 2015-2019 telah menetapkan target pertumbuhan industri berupa penumbuhan populasi industri sebanyak 9 ribu industri berskala sedang dan besar, serta penumbuhan 20 ribu unit usaha industri kecil,” sebutnya.

Untuk itu, kegiatan seperti ini yang merupakan Kolaborasi antara BDI Denpasar dengan DILo hendaknya bisa dilakukan secara rutin agar semakin memacu generasi muda untuk berinovasi dan berwirausaha. Apalagi di Bali, kata dia, bisa dikembangkan dan dikolaborasikan dengan industri pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian di Bali dan bisa digabungkan dengan budaya.









sumber: tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    8 bulan yang lalu

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Giri Prasta Serahkan Dana Hibah Rp 800 Juta Dan Bakal Bagikan 6.794 Laptop Gratis

Bupati Badung menyerahkan dana hibah sebesar Rp 800 juta kepada krama Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, Kamis (12/7) di Jaba Pura Dalem...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen