Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Sewakan Kamar Short Time Rp 200 Ribu Per 3 Jam, Polsek Kuta Amankan Astiniasih

Sewakan Kamar Short Time Rp 200 Ribu Per 3 Jam, Polsek Kuta Amankan Astiniasih

Written By Dre@ming Post on Jumat, 01 Juni 2018 | 9:25:00 AM

Jajaran Polsek Kuta saat menggeledah kamar di Kuta Timur Resort, Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Kamis (31/5/2018)
MANGUPURA - Ni Made Astiniasih (47) diamankan oleh jajaran Polsek Kuta saat manis galungan, Kamis (31/5/2018).

Ia diduga sering menyewakan kamar short time untuk esek-esek di Kuta Timur Resort, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Badung.

Bahkan, tim opsnal Polsek Kuta menemukan dua pasangan berstatus bukan suami-istri di kamar nomor 06 dan 14.

Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Aan Saputra menjelaskan penggeledahan tersebut berangkat dari informasi warga.

Tim opsnal yang dipimpin oleh Panit Reskrim Polsek Kuta, Iptu I Putu Budiartama langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 16.00 Wita.

Hasil penggeledahan, didapatkan informasi tarif sewa kamar per tiga jam yaitu Rp 200 ribu.

"Benar, kami menemukan dua kamar yang berisi pasangan bukan berstatus suami-istri di kamar 06 dan 14," kata Iptu Aan seizin Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya.

Setelah melakukan penggeledahan, terduga pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Kuta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dua orang karyawan dan dua pasangan yang ditemukan di dalam kamar juga ikut diinterogasi.

Dari penggeledahan tersebut, jajaran Polsek Kuta mengamankan beberapa barang bukti antara lain 4 lembar rekapan penjualan kamar short time, 1 lembar voucher Kuta Timur Cotage, sebuah bolpoin, alas tulis, 1 bendel bukti setoran penjualan cotage, dan uang tunai Rp 405.000.

"Pelaku dan dua pasangan tersebut sudah kami amankan ke Mapolsek Kuta untuk penanganan lebih lanjut," imbuh Iptu Aan.

Polisi Belum Terima Hasil Autopsi Siswi SMK Buleleng yang Tewas dalam Kondisi Hamil 9 Bulan

Tragedi tewasnya seorang pelajar, kelas XII salah satu SMK di Buleleng berinsial KS (20) diduga akibat meminum pil penggur kandungan, sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.

Meski jenazah KS telah menjalani autopsi di RSUP Sanglah, namun hasilnya belum diterima secara resmi oleh pihak kepolisian sektor Kubutambahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada saat dikonfirmasi melalui saluran telepon pada Kamis (31/5).

"Ya kami belum terima hasil autopsinya. Nanti kalau sudah diterima, pasti kami sampaikan ke rekan-rekan media. Mohon bersabar ya," ucapnya.

Jika saja hasil autopsi itu sudah diterima, imbuh AKP Mustiada, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah akan ada tersangka dalam kasus kematian tersebut atau tidak.

"Nanti akan kami gelar perkara untuk menentukan tersangkanya. Pokoknya menunggu hasil autopsi dulu," ungkapnya.

Ihwal kekasih KS, yang diketahui berinisial KP (23) sampai saat ini masih diamankan di Mapolsek Kubutambahan.

Ini dilakukan atas permintaan dari keluarga KP sendiri, dengan alasan demi keamanan.

"Statusnya bukan tersangka. Yang bersangkutan (KP) masih berada di Polsek demi keamanan. Itu permintaan dari keluarganya sendiri juga," jelas AKP Mustiada.

Apakah ada tuntutan dari keluarga KS terhadap KP?

"Orangtua korban (KS,red) sebenarnya tidak terlalu menuntut. Mereka hanya ingin almarhum agar cepat diupacarai. Intinya sekarang kami masih menunggu hasil autopsi secara resmi, untuk kemudian menentukan langkah-langkah apa yang akan diambil kedepan," jawab AKP Mustiada.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar kelas XII salah satu SMK di Buleleng berinsial KS (20) ditemukan tewas di kamar kosnya yang terletak di Banjar Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada Minggu (27/5/2018) sekira pukul 09.00 Wita.

KS yang baru saja lulus dari sekolahnya ini diduga tewas seusai meminum pil penggugur kandungan.

Menurut informasi, KS nekat melakukan perbuatan tersebut, lantaran malu dan takut dimarahi oleh orangtuanya, sebab hamil di luar nikah.

Akhirnya, wanita malang tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di atas tempat tidurnya, oleh kekasihnya sendiri berinisial KP (23).

KS ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas tempat tidurnya, dengan posisi badan menengadah, kepala menghadap ke arah timur dan kaki ke arah barat.

Di dalam kamarnya pula, polisi menemukan barang bukti berupa tiga butir pil yang diduga untuk menggugurkan kandungan, serta gumpalan darah yang ditemukan di atas seprai serta di pembalut yang ia kenakan.

Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab dari tewasnya KS.

Janin Laki-laki

Dari proses autopsi, tim Instalasi Forensik RSUP Sanglah memastikan korban meninggal dalam keadaan tengah mengandung.

Hal ini berdasarkan pada temuan janin bayi yang sudah berumur 9 bulan pada kandungan korban.

Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi mengungkapkan, bayi yang ditemukan dalam kandungan jenazah sudah dalam keadaan terbentuk.

Dipaparkan Dudut, bayi dalam kandungan tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sudah memiliki panjang badan 47 cm dengan berat badan 2,1 kg.

"Hal ini menunjukkan bayi sudah cukup umur dalam kandungan. Bayi dalam kandungan tersebut sudah kami keluarkan, dalam kondisi meninggal," bebernya saat dikonfirmasi, Rabu (30/5/2018).

Lebih lanjut, terkait penyebab kematian korban dipastikan Dudut bukan karena tindak penganiayaan.

Dijelaskan Dudut, pada tubuh luar korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka-luka.

Sebab itu, pemeriksaan berlanjut pada dugaan bunuh diri korban dengan meminum obat pencahar atau penggugur kandungan.

Dalam mengungkap dugaan ini, tim forensik melakukan tindak pemeriksaan toksikologi untuk mengungkap zat-zat atau obat tertentu yang berujung pada peristiwa kematian KS.

Dalam proses ini, tim forensik telah mengambil sampel darah, air kencing, cairan kandungan empedu dan hati.

Namun, diakui Dudut, pihaknya masih menunggu hasil tes toksikologi selama dua minggu kedepan.

"Untuk saat ini baru sebatas dilakukan pemeriksaan toksikologi saja, hasilnya paling cepat 2 minggu lagi, mengingat masih ada libur hari raya yang cukup panjang," katanya.

Ia melanjutkan, atas persetujuan pihak keluarga dan aparat kepolisian, pihaknya juga berencana untuk melakukan tes DNA guna mengetahui sosok ayah dari bayi KS.

“Kami juga berencana mengambil bahan DNA untuk mencari kemungkinan siapa ayah dari anak tersebut. Nanti, tes DNA akan kami ambil setelah pemeriksaan toksikologi,” pungkasnya.











sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Giri Prasta Bersyukur 10 Desa/Kelurahan dari Badung, Laoly: Sulit Capai Predikat Sadar Hukum

  MENTERI Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meresmikan 14 Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Bali, Rabu (8/8) MANGUPURA - Menteri Hukum dan Ha...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen