Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Di Balik Rampungnya Patung GWK, Ini Yang Buat Sang Maestro Kecewa!

Di Balik Rampungnya Patung GWK, Ini Yang Buat Sang Maestro Kecewa!

Written By Dre@ming Post on Senin, 06 Agustus 2018 | 12:30:00 PM


Camplik - Nyoman Nuarta sang maestro pembuat patung GWK merasa bangga dan senang karena patung yang dirancang dan dibuatnya selama 28 tahun akhirnya rampung juga. Beliau merasa perlu menyampaikan rasa terimakasih kepada nyama atau pesemetonan Suka Duka Giri Dharma. Karena warga Suka Duka Giri Dharma lah yang diajak sejak awal dari membuka lahan, nunas tirta dan segala tektek bengeknya. Beliau merasa dan menganggap warga banjar suka duka ini sebagai bagian dari keluarga besarnya. Karena itulah beliau mengucapkan terimakasih secara lisan maupun tulisan saat berpamitan kepada warga pada hari Minggu, 05 Agustus 2018 sekira pukul 10 pagi waktu setempat.

Beretempat di Br. Suka Duka Giri Dharma beliau sempat bercerita panjang lebar mengenai susah senangnya membuat patung GWK.

Dalam kesempatan ini beliau juga menyatakan kekecewaannya tentang managemen baru yang ada sekarang ini. "Hospitality dari manajemen sekarang ini sangat kurang sekali, bayangkan saya lewat disampingnya saja nggak disapa sama sekali, Ini anak saya Gus De ngajak tamu makan di Jendela Bali masak dikira nggak akan bayar, waktu GWK milik saya, kalau saya makan, saya bayar kok", keluh sang maestro ini.

Namun demikian beliau tidak pernah merasa sakit hati dan menyerahkan segalanya kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Sembari berpesan kepada masyarakat disini agar jangan memasukkan kehati tingkah laku mereka yang buruk. Karena beliau merasa hormat kepada owner alam Sutra yang menurutnya sangat baik sekali "Owner Alam Sutra itu luar biasa baikknya, saat saya bilang mengenai patung GWK beliau pak Ce (The Ning King-red), langsung bilang ooo...ini harus dibangun dan diselesaikan segera demi kebanggaan bangsa Indonesia, bayangkan saat pejabat, pengusaha berkulit seperti kita, begitu dikasih tahu bilang huhhh...(menolak) tapi beliau orang cina malah sebaliknya. Kalau ingin bicara ya semestinya dengan beliau-beliau itu, kalau bicara dengan pejabat manajemen ini rasanya nggak ada gunanya", sambungnya.

Nyoman Nuarta mengungkapkan demi patung itu jadi beliau pernah menghadap Gubernur Mangku Pastika, dalam pertemuaanya itu dikatakan bahwa pemprov bali bisa mendanai patung itu melalui dana APBD namun harus mendapat persetujuaan DPRD, entah kenapa melaui hearing yang dilakukan kesemptan itu malah ditolak oleh Dewan. Beliaupun melanjutkan kembali menghadapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun juga belum menemukan titik terang. Dalam ceritanya itu beliau hanya berpasrah kepada Tuhan Hyang Maha Kuasa, biar diberikan jalan yang terang.

Barulah ketika Alam Sutra masuk dan mengakuisi GWK terpancarlah sinar terang bahwa patung itu akan dilanjutkan sampai selesai. Namun kendala yang muncul kemudian adalah bahan pembuat patung itu yang ternyata tidak sepenuhnya ada di Indonesia sehingga beliau bersama teamnya terpaksa mengimpor bahan patung dari mancanegara seperti Cina, Italia, Canada, dan seterusnya. Yang paling mengiris hati lanjutnya saat membuat lagi satu modul terakhir yaitu modul sayap, walau kelihatan kecil setelah dipasang tapi itu membutuhkan sekitar 300 lembar lempeng tembaga. Bahan sudah habis, namun beliau tetap berusaha mendapatkan dengan mengumpulkan selembar demi selembar, seperti di Jakarta dapat 60 lembar, Bandung dapat 20 lembar, di Bali dapat 6 lembar, begitu seterusnya sampai detik-detik terakhir saat bahan sudah didapat ada juga kendala saat pengiriman ke Ungasan ada ban truk kempes, mogok, dan sterusnya, namun dengan berserah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa akhirnya detik-detik terakhir yang menegangkan berhasil dilewati dan modul terakhirpun terselesaikan dan dipasang dengan suka cita oleh teamnya.

Dalam pamitan itu juga, Nuarta menyampaikan keinginan awalnya jika patung ini jadi agar kesejahteraan warga setempat yang diutamakan. "Setelah patung GWK ini jadi diharapkan kesejahteraan masyarakat lokal atau setempat diutamakan", tegasnya.

Warga sempat menyampaikan keluhannya bahwa managemen sekarang sangat semena-mena terhadap warga sekitar seperti contoh pihak PT Gain di bawah Joshep Sanusi Tjong telah berani mensomasi warga, disuruh pindah dan tak boleh menginjakkan kaki ditempat itu serta diancam akan dipidanakan, sementara tempat atau lahan tersebut belum mendapat ganti rugi sepeserpun dan tentunya tetap menjadi milik warga yang bersangkutan. Setelah dicek mereka main bola pinpong itu keputusan pusat, dan manajemen disini tidak tahu menahu, sementara di pusat bilang itu keputusan manajemen di PT. Gain. Hal lain juga diungkapkan warga, manajemen sekarang tidak tahu tata krama dan sopan-santun, pernah menyuruh warga Giri Dharma walau tercatat sebagai karyawan dengan menunjuk pakai kakinya. Dan fakta-fakta seperti itu sangat mudah ditemui untuk manajemen PT. Gain yang mengelola GWK saat ini.

Foto bersama Warga Suka Duka Giri Dharma dengan I Nyoman Nuarta dan Family saat Pamitan, Di Banjar Suka Duka Giri Dharma, Minggu 05 Agustus 2018
Menanggapi hal itu Pak Nuarta berjanji akan membantu untuk memberikan pertimbangan kepada manajemen pusat alam Sutra tentang kondisi ini. "Saya akan bicara dengan managemen pusat termasuk owner langsung atau tertingginya, kalau ngomong dengan management disini kayaknya tidak ada gunanya", Janjinya.

Semoga Alam Sutra sebagai pemilik dari GWK sekarang ini bisa mengaplikasikan apa yang dicita-citakan Pak Nuarta beserta rekan pendahulunya, agar tidak semena-mena kepada masyarakat lokal, mengutamakan kesejahteraan warga setempat, tahu keramahtamahan, serta tahu tujuan luhur dibangunnya GWK. Sehingga kita bisa hidup berdampingan saling mendukung tanpa ada yang dirugikan, saling hormat menghormati, paras paros, seiring dan seirama, rukun untuk selama-lamanya dan GWK pun betul-betul menjadi kebanggaan Bali dan Indonesia serta jadi icon wisata International. Astungkare!!









Mr. Brain Revolution
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Giri Prasta Bersyukur 10 Desa/Kelurahan dari Badung, Laoly: Sulit Capai Predikat Sadar Hukum

  MENTERI Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meresmikan 14 Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Bali, Rabu (8/8) MANGUPURA - Menteri Hukum dan Ha...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen