Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Menunggu 28 Tahun Patung Garuda Wisnu Kencana Akhirnya Tuntas Terpasang

Menunggu 28 Tahun Patung Garuda Wisnu Kencana Akhirnya Tuntas Terpasang

Written By Dre@ming Post on Rabu, 01 Agustus 2018 | 9:02:00 AM


Tuntas, 20 Modul Patung Garuda Wisnu Kencana Telah Terpasang, Ini Penampakannya

MANGUPURA - Proses pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana terus digenjot oleh PT. Garuda Adhimatra Indonesia untuk dapat selesai bulan Oktober mendatang.

Dikutip dari akun instagram @gwkbali Selasa (31/7/2018) dituliskan bahwa para pekerja mengejar pemasangan 20 modul sehingga patung GWK rampung pada akhir bulan ini.

Jurnalis mendapat kesempatan exlcusive menengok lebih dekat proses pemasangan 20 modul terakhir tersebut di sore tadi.

Dan kebetulan dilokasi juga terlihat Nyoman Nuarta yang membuat patung tersebut, ia menyaksikan langsung pemindahan modul terakhir patung dari workshop menuju area pembangunan patung.

Puluhan pekerja tim dari Nyoman Nuarta tampak bersorak riang membawa modul terakhir tersebut diatas mobil truk terbuka dengan mengibarkan bendera merah putih dan bernyanyi menyuarakan kegembiraan untuk dapat dipasang pada hari ini dan melengkapi patung GWK.

“Bangga dan terharu melihat mereka semua selama 4 tahun mengerjakan modul dan modul terakhir hari ini dapat dipasang. Cuaca hari ini cukup baik dan pagi tadi sempat hujan mungkin untuk membasahi agar tidak terlalu berdebu, angin juga cukup bersahabat,” ucap Nyoman Nuarta.

Ia mengaku optimis hari ini seluruh modul dapat terpasang dan selanjutnya tinggal penyelesaian pedestal yang dilakukan pihak GWK nya itu sendiri.

Sebelum pengangkatan modul terakhir menuju areal pembangunan, Nyoman Nuarta dan manajemen serta pekerjanya melakukan syukuran kecil-kecilan dengan memotong nasi tumpeng di area workshop.

Ceritakan Perjuangan Tim Pasang Modul Terakhir GWK, Maestro Nyoman Nuarta: Terharu dan Bangga

Puluhan pekerja pemasangan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) tampak bersorak saat membawa modul terakhir di atas mobil truk terbuka.

Para pekerja ini juga mengibarkan belasan bendera merah putih sambil bernyanyi bersama.

“Bangga dan terharu melihat mereka semua selama 4 tahun mengerjakan modul, dan modul terakhir hari ini (kemarin) dapat dipasang. Cuaca hari ini cukup baik dan pagi tadi sempat hujan mungkin untuk membasahi agar tidak terlalu berdebu, angin juga cukup bersahabat,” ucap perancang patung GWK Nyoman Nuarta, Selasa (31/7).

Ia optimistis seluruh modul dapat terpasang dan selanjutnya tinggal penyelesaian pedestal yang dilakukan pihak GWK.

Pemasangan modul terakhir dipasang malam hari dan 1 Agustus hari ini seluruh modul sudah terpasang.

Sebelum pengangkatan modul terakhir menuju areal pembangunan, Nyoman Nuarta dan manajemen serta pekerjanya melakukan syukuran kecil-kecilan dengan memotong nasi tumpeng di area workshop.

Melihat seluruh modul patung GWK telah dibawa ke areal pembangunan dan segera dipasangkan pada rangka baja yang sudah terpasang, Nyoman Nuarta sedikit sedih.

"Belum selesai sepenuhnya tetapi ya sedih juga. 28 tahun berada di halaman kita tiba-tiba hilang, walaupun menclok di sana. 28 tahun bagian sayap, bagian kepala tiba-tiba sekarang tidak ada sedih juga tidak melihatnya lagi di halaman. Di workshop sudah sepi kehilangan juga rasanya. Tapi senang juga, tapi ya biasa-biasa saja tidak terlalu heboh senangnya," ungkap Nyoman Nuarta.

Ia mengaku melihat tim yang dibentuknya ini telah bekerja keras menghasilkan karya besar dan megah.

Kata Nuarta para pekerjanya ini adalah pahlawan budaya, tidak pamrih apa-apa dan yang penting jadi dan bagus.

“Mencari orang-orang seperti itu langka,” terangnya.

Dia mengaku terkesan dan terharu dengan seluruh tim tersebut.

"Tim kita itu tim yang solid sekali jarang ditemui jumlahnya cukup besar dan piawai dan juga perlu nyali seperti anda lihat di atas itu tanpa stegger mereka bergelantungan menjadi spiderman. Dan dia juga harus tahu seni, tidak semua orang mau dan mampu melakukannya. Jika memakai stegger akan membutuhkan biaya lebih besar lagi tentunya, tetapi dengan akal dan usaha bisa dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Pekerjaan ini sudah 4 tahun dan zero excident," papar Nyoman Nuarta.

Saat ditanyai mengenai warna patung tersebut apakah akan dilakukan pewarnaan kembali atau tidak.

Nyoman Nuarta memaparkan bahwa warna yang saat ini melekat memang sudah seperti itu.

"Warnanya sendiri adalah dari alam sendiri jadi obatnya sama tapi kandungan waktu disemprotkan itu berbeda-beda panasnya dan kandungan kita tidak tahu. Dia akan membentuk warna begini dengan sendirinya. Justru buat saya tidak ingin rata warnanya nanti kalau rata warnanya kayak cat tembok ini," tuturnya.

"Jadi mungkin 25 tahun atau 50 tahun kedepannya warnanya akan lebih tosca lagi. Tetapi perlu waktu yang cukup lama. Karena dari logam biasa kalau ditaruh diluar kena panas, hujan dan lainnya itu baru 15 tahun akan jadi warna hijau. Tapi ini kita percepat dengan chemical yang sederhana sehingga tercipta warna hijau tosca seperti sekarang dan kebetulan kita kapur dibawahnya jadi tidak mencemari lingkungan," jelasnya.


Sebagai Catatatn: Kami (saya sendiri) sebagai warga asli tempat patung ini merasa sangat bangga karena patung yang dicita-citakan selama 28 tahun menjadi icon baru bagi destinasi wisata di Bali sudah rampung. Namun kami berharap pihak Alam Sutra sebagai perusahaan yang mengakuisi GWK, tidak semena-mena dengan warga yang masih punya tanah, rumah di area GWK, selesaikanlah dengan baik berikan ganti rugi yang sepantasnya, jangan "mengusir dengan merampok lahan atau milik warga", karena info yang kami terima Joshep Sanusi Tjong (Direktur) telah mengirimkan surat SOMASI kewarga yang masih punya lahan ataupun rumah diarea GWK agar meninggalkan lahan dan tempat tinggalnya, padahal lahan dan rumah tersebut belum mendapatkan ganti rugi ataupun konpensasi sepantasnya. Jangan kebanggaan atas GWK dirasakan semua, namun ada  warga yang menangis karena tertindas dan kehilangan hak miliknya.






sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Kecuali Jalur Unud, Koster Stop Sarbagita Ganti Kereta Api

“Jalur kereta api yang kita mau bangun tidak seperti di Bandung dan Jakarta. Nanti dirancang dengan interior yang bagus untuk publik dan ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen