Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » 100 Ribu Penonton Hadir, Limp Bizkit Siap Guncang Festival Musik Terbesar Asia Tenggara di GWK

100 Ribu Penonton Hadir, Limp Bizkit Siap Guncang Festival Musik Terbesar Asia Tenggara di GWK

Written By Dre@ming Post on Jumat, 07 September 2018 | 9:33:00 AM

Limp Bizkit
DENPASAR – Festival musik dan seni terbesar se-Asia Tenggara, Soundrenaline 2018, kembali mewarnai salah satu destinasi iconic Garuda Wisnu Kencana (GWK), pada Sabtu-Minggu (8-9/9) besok.

Termasuk menghadirkan band papan atas internasional, Limp Bizkit, yang akan menggetarkan GWK.

Tak mudah bagi panitia untuk mengajak Limp Bizkit untuk tampil di ajang Soundrenaline 2018.

Paling tidak butuh waktu berbulan-bulan hingga akhirnya grup musik beraliran rapcore rock dari Amerika Serikat itu mau datang ke Bali.

“Limp Bizkit lumayan berbulan-bulan komunikasi kami, saya sendiri lebih dari tiga bulan komunikasinya. Limp Bizkit akhirnya kami goal dari banyak opsi band, kami cari yang belum pernah datang,” kata Ketua Panitia Soundrenaline 2018, Choky, kepada media di Rumahan Bistro, Teuku Umar, Denpasar, Kamis (6/9).

Choky mengaku memang memilih khusus, dan melakukan survei kecil-kecilan atau riset sebelum mendatangkan Limp Bizkit ke Bali.

“Sebab ini kan band lintas generasi,” katanya.

Menurutnya, tidak ada permintaan khusus dan aneh dari kedatangan band bergenre Nu metal, Rap metal, Rock rap tersebut.

“Ya standarlah, hanya minta akomodasi, hotel, tempat tunggu, sebagaimana artis internasional,” jelasnya.

Choky pun berharap Limp Bizkit bisa menarik massa. “Mereka akan datang dalam 1-2 hari ini, pengamanan juga aman,” ujarnya.

Limp Bizkit digawangi oleh Fred Durst (vokalis), Wes Borland (gitar), Sam Rivers (bass), John Otto (drum), dan DJ Lethal pertama kali terbentuk tahun 1995. Mereka besar pada era MTV bersama band nu rock lainnya, yaitu Korn.

Hingga kini Limp Bizkit sudah merilis lebih dari delapan album dan telah terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia. Beberapa dari single hits mereka adalah “Nookie”, “Take A Look Around”, dan “Rollin' (Air Raid Vehicle)”.

Tiket Naik

Dengan kehadiran band sekelas Limp Bizkit, panitia menargetkan lebih dari 100 ribu pengunjung hadir di Soundrenaline 2018.

Dengan harga tiket Rp 350 ribu selama dua hari, dan kehadiran band-band ternama Indonesia, Choky yakin target ini terpenuhi.

“Pengunjung asing pun kami bidik, melalui penjualan online,” katanya.

Tahun ini Soundrenaline tidak menggunakan MC, layaknya tahun-tahun sebelumnya. “Merujuk festival di luar memang jarang ada MC,” jelasnya.

Sementara itu, kenaikan harga tiket tiap tahunnya, dilihat dari kedatangan artis ke event salah satunya artis internasional.

“Kenaikan harga tiket juga bukan karena patung GWK sudah selesai, tetapi lebih kepada artis dan biaya operasional,” jelasnya.

Ia ingin memberikan pengalaman di A Stage sebagai panggung utama, Platinum Stage, Slim Refine Stage, dan 2 panggung lainnya yang berada di Creators Area.

Selain itu, pengunjung juga dapat memanjakan mata dengan berbagai karya seni instalasi publik dari seniman ternama tanah air seperti Hahan, I Made Aswino Aji, Ardi Makki Gunawan, Erwin Windu Pranata, serta Cut and Rescue.

Creators Area ini, kata dia, memberikan sentuhan baru di Soundrenaline 2018.

Dalam area tersebut pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan inspiratif yang memperluas wawasan dan membuka network di bidang kreatif. Seperti workshop dan sharing session dari para kreator.

Ditambah adanya marketplace dari berbagai brand lokal.

I Made Aswino Aji sebagai salah satu kreator asal Bali mempersiapkan 2 buah karya terbaiknya dengan mengawinkan konsep tradisional dan modern.

“Karya pertama akan ada gapura setinggi enam meter dengan ragam teknik ukiran, sedangkan karya kedua berbentuk patung penari baris dari anyaman bambu hasil kolaborasi dengan tiga teman saya,” kata seniman kelahiran ISI Yogyakarta ini.

Band lokal Bali seperti Navicula, Dialog Dini Hari (DDH), Scared of Bums, hingga Joni Agung & Double T pun hadir meramaikan event tahunan ini.

Vokalis Navicula, Robi, mengaku senang tampil di kampung halaman.

“Kami diharapkan memberikan gebrakan baru, dan pastinya lagu-lagu di album Earthship akan dihadirkan untuk pecinta musik tanah air di Soundrenaline 2018,” katanya saat jumpa pers, kemarin.

Sementara DDH akan berkolaborasi dengan Scaller, memadukan rock progresif dan blues/folk asal Bali.

“Jika tahun lalu kami kolaborasi dengan Endah N Rhesa, tahun ini kami ingin sesuatu yang berbeda dengan Scaller,” jelas Dadang, front man DDH, yang juga gitaris Navicula.










sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen