Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Jokowi Sebut GWK Mahakarya Kekinian, Koster Harap Pusat Perhatikan Infrastruktur Bali

Jokowi Sebut GWK Mahakarya Kekinian, Koster Harap Pusat Perhatikan Infrastruktur Bali

Written By Dre@ming Post on Minggu, 23 September 2018 | 10:10:00 AM

Moment Saat Presiden Jokowi Meresmikan Patung GWK, Sabtu, 22-9-2018 di Ungasan Kuta Selata Badung Bali. Hadir dalam peresmian, Ibu Negara Irina Joko Widodo, Presiden Indonesia ke-5 Megawati Sukarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan para pejabat negara lainnya.
Gubernur Koster Harap Pusat Perhatikan Infrastruktur Bali

MANGUPURA - Bali merupakan salah satu primadona destinasi pariwisata dunia, serta acapkali terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan berskala internasional. Bali Kerap Jadi Tuan Rumah Kegiatan Berskala Internasional.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, infrastruktur baik darat, laut, dan udara masih sering menjadi permasalahan. Untuk itu, peran pusat sangat diharapkan guna pengembangan infrastruktur di Bali.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (22/9).

“Kami berharap adanya perhatian pemerintah pusat untuk mendukung infrastruktur Bali, sehingga bisa memiliki infrastruktur dengan standar pelayanan yang memadai,” tegas Koster.

“Kemampuan fiskal Bali sangat rendah. APBD Provinsi Bali hanya Rp 5,9 triliun tetapi PAD cuma Rp 3,4 triliun. Dana itu sebagian habis untuk biaya rutin sedangkan yang lain habis untuk biaya pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kami mengapresiasi selama ini bapak menteri mempunyai komitmen dan kepedulain sangat tinggi terhadap Bali. Inilah yang kami harapkan untuk ke depan. Bantu kami, supaya kami mampu melakukan suatu hal yang besar untuk Bali,” ujar Koster.

Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang disebutnya merupakan satu bentuk dukungan pusat, terutama terkait penyelenggaraan Annual Meeting IMF–World Bank (IMF–WB) pada Oktober mendatang.

Koster yang didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan, Annual Meeting IMF–WB yang diharapkan bisa membangkitkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang merupakan salah satu roda penggerak ekonomi Bali. Untuk itu, Koster meminta pelaku UMKM turut dilibatkan dalam even tersebut.

“Berikan ruang pada pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya, sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya secara ekonomi, dan menjadi kesempatan untuk lahirnya pengusaha pemula menjadi seorang profesional. Seperti kuliner Bali bisa diperkenalkan dalam pelaksanaannya,” ujar Koster sambil mengajak seluruh stakeholder mensukseskan acara tersebut. “Mari persiapkan semua kegiatan dengan baik, Pemprov Bali pun siap mendukung penuh dalam mensukseskan even ini,” imbuhnya.

Menko Luhut menyatakan pembangunan underpass tersebut bisa menjadi solusi pengurai kemacetan lalu lintas yang seringkali terjadi di persimpangan dimaksud. “Pembangunan ini akan memperlancar lalu lintas khususnya Badung Selatan yang mobilitasnya sangat tinggi, terutama menghadapi perhelatan IMF–WB. Kami berharap bisa mengurai kemacetan 50 persen dari biasanya,” ujarnya.

Dijelaskannya, dukungan pusat terhadap penyelenggaraan IMF–WB juga berupa pengembangan Pelabuhan Benoa, perluasan Apron Bandara Ngurah Rai, dan perampungan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Peresmian underpass kedua di Bali yang dibangun dengan anggaran Rp 168,38 miliar ini ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti. Sejam setelah diresmikan underpass sepanjang 712 meter ini langsung open traffic (dibuka untuk kendaraan umum).

Menko Luhut menyampaikan, proyek ini dalam kontrak dikerjakan pada 26 September 2017 hingga 20 Oktober 2018. Namun hasil kerja keras tim Kementerian PUPR, proyek ini dapat diselesaikan 50 hari lebih cepat, yakni 31 Agustus 2018. Kemudian diserahterimakan per 5 September 2018.

Dikatakannya, tim dari IMF–WB kini sudah ada yang tiba di Bali dan mulai bekerja. Menurutnya data terkini jumlah delegasi yang datang lebih dari 19.000 orang. Dengan tambahan jumlah itu permintaan kendaraan juga meningkat.

Menko Luhut menyatakan, awalnya sudah dihitung sekitar 3.400 kendaraan. Sekarang diminta mobil berukuran kecil sebanyak 4.000 unit kendaraan. Yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar tak terjadi macet total.

“IMF tinggal dua minggu lebih. Pertemuan itu nanti merupakan terakbar di luar Amerika sejak IMF digelar 1946. Ini suatu hal yang luar biasa untuk Bali. Mari kita sama-sama membuat Bali tenang. Kita menjadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Presiden Jokowi Sebut GWK Mahakarya di Era Kekinian

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) setinggi 121 meter, Sabtu (22/9) pukul 19.30 Wita.

Presiden menyebut patung GWK yang berdiri megah di atas bukit Ungasan, Desa Ungasan, Kecamatam Kuta Selatan, Kabupaten Badung, itu adalah mahakarya di era kekinian. “Pada malam hari yang indah ini saya sangat senang, bisa hadir bersama bapak ibu dan saudara-saudara sekalian menyaksikan mahakarya anak bangsa, patung Garuda Wisnu Kencana,” ujar Presiden di Cultural Park GWK.

“Saya sebut mahakarya karena patung Garuda Wisnu Kencana adalah salah satu patung baja terbesar di dunia. Patung Garuda Wisnu Kencana adalah patung tertinggi ketiga di dunia,” tambah Presiden seperti dikutip Antara.

Patung GWK menurut Presiden adalah patung tertinggi ketiga di dunia setelah The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.

“Saya tadi diberikan penjelasan bahwa patung ini lebih tinggi dari pada patung Liberty di Amerika Serikat. Selesainya mahakarya ini bukan hanya membanggakan rakyat Bali, masyarakat Bali tapi juga membanggakan seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

“Di balik kemegahan patung ini, ada satu hal yang bisa menjadi inspirasi, yakni karya besar dimulai dari keberanian untuk mempunyai gagasan-gagasan besar. Keberanian untuk memiliki mimpi besar. Keberanian untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Tanpa keberanian maka akan sulit lahir karya-karya besar,” tutur Presiden.

Dengan terwujudnya patung GWK sejak awal pembangunannya 28 tahun lalu, menurut Presiden menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu menghadirkan karya budaya pada masa kini.

“Karena hal ini membuktikan sebagai bangsa yang besar kita bukan hanya mewarisi karya-karya besar peradaban bangsa masa lalu, yang indah seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan. Tapi di era kekinian bangsa kita juga bisa berkarya, bisa berkreasi untuk membangun sebuah peradaban, untuk melahirkan mahakarya yang baru, yang juga mengagumkan kita semua, yang juga diakui dan dikagumi dunia,” jelas Presiden.

Presiden juga mengucapkan terima kasih atas kegigihan dari seniman Nyoman Nuarta yang dengan tekun mewujudkan patung GWK bersama dengan para seniman lain.

“Terima kasih dan aparesiasi kepada Bapak Nyoman Nuarta atas gagasan besar, keberaniannya, dan atas ikhitiar selama ini. Tentu gagasan besar itu juga didukung oleh pekerja-pekerja seni yang handal, yang bekerja di ketinggian 121 meter untuk melahirkan mahakarya ini,” tambah Presiden.

Hadir dalam peresmian tersebut Ibu Negara Irina Joko Widodo, Presiden Indonesia ke-5 Megawati Sukarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan para pejabat negara lainnya.

Gubernur Koster mengatakan, patung GWK ini menjadi sangat penting bagi Bali. Kawasan GWK diharapkan menjadi tempat wisata baru dan ikon baru yang akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Bali baik manca negara maupun domestik. Selama ini Bali sering dipercaya menjadi tempat perhelatan penting di dunia. Untuk keperluan even berskala besar Bali memerlulan kawasan terbuka yang mampu menampung ribuan orang dengan fasilitas berstandar internasional. “Oleh karena itu kami sangat mendukung penyelesaian monumen ini. Apalagi tempat ini akan menjadi tempat gala dinner delegasi IMF–WB Oktober nanti,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arie Yahya mengatakan patung GWK adalah ikon baru pariwisat Bali dan Indonesia. Dia berharap dengan kehadiran patung ini dapat meningkatkan kunjungan wisman. Tahun lalu jumlah wisman ke Bali 5,6 juta. Tahun ini ditargetkan 6,5 juta. Dia optimistis target itu tercapai.









sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen