Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » IMF-World Bank Di Bali Akan Tercatat Sebagai Pertemuan Terbesar Sepanjang Sejarah

IMF-World Bank Di Bali Akan Tercatat Sebagai Pertemuan Terbesar Sepanjang Sejarah

Written By Dre@ming Post on Jumat, 05 Oktober 2018 | 9:54:00 AM

Upacara Gelar Pasukan oleh Polda Bali di Lapangan Renon, Kamis (4/10/2018) pagi tadi.
Jika Ada Aksi Penolakan IMF-World Bank, Pangdam Udayana: Kita Sudah Siap dengan Segala Kemungkinan
 
Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank tinggal menghitung hari. Berbagai jajaran pengamanan telah siap untuk mengamankan ajang tahunan tersebut.

Dalam Upacara Gelar Pasukan Jajaran Kepolisian yang dilakukan di Lapangan Renon, Kamis (4/10/2018) pagi tadi tampak Polda Bali telah mengerahkan seluruh kekuatannya dalam menjaga keamanan acara.

Pada saat yang bersamaan, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto juga turut hadir dalam acara tersebut.

Usai upacara, dalam wawancara dengan wartawan, Pangdam mengakui pihaknya sendiri telah siap 99 persen dalam proses pengamanan.

"Kita boleh dikatakan hampir 100 persen-lah, 99 persen. 1 persennya tinggal Mabes TNI. Karena Mabes TNI juga sibuk dengan bencana, nanti dari mabes TNI sendiri yang akan mengecek persiapan kami. Dalam satuan tugas pengamanan dipimpin langsung Kepala Staf Umum TNI, karena menghadirkan banyak lebih dari 10 Kepala Negara. Tetapi organisasi sudah terbentuk, susunan tugas 100 persen, kita tinggal siap pelaksanaannya saja," akuinya.

Sementara itu kesiapan khusus personil Kodam Udayana jelas Pangdam, melibatkan unsur TNI Darat, Laut dan Udara ada di Marinir 50 pasukan lengkap dengan Alutsista-nya.

"Seluruh Alutsista yang di-BKO-kan ke kita, yang memperkuat kekuatan Alutsista yang kita punya, sudah hadir di sini semua. Dan tentu tidak bisa semua ini lancar tanpa dukungan dari semua stakeholder," jelas Pangdam.

Ditanya mengenai, jika adanya aksi-aksi penolakan terhadap penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank, dia mengungkapkan seluruh personil sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi bahkan aksi terorisme.

"Begini, kita sudah siap dengan segala kemungkinan. Mau apapun kita sudah siap, sampai dengan tindakan teror. Kegiatan pendahuluan juga kita sudah lakukan, dan menangkal itu semua. Kita hanya berharap semua stakeholder mendukung kegiatan ini," ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan tanggung jawab TNI ialah Ring Satu, Dua dan Tiga. "Ring satu jadi tanggung jawab Paspampres, sedangkan Ring dua dan tiga menjadi tanggung jawab satuan pengamanan wilayah, dalam hal ini saya bersama dengan jajaran," ucapnya.

Peserta IMF World Bank di Bali Tembus 32 Ribu Orang, Luhut: Ini di Luar Prediksi

Rapat Tahunan IMF (International Monetary Fund) dan World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Badung, 8-14 Oktober nanti, akan tercatat sebagai pertemuan terbesar sepanjang sejarah.

Bagaimana tidak, peserta yang akan hadir dalam pertemuan akbar ini menembus angka 32 ribu orang yang berasal dari 189 negara.

Hal ini terungkap pada rapat koordinasi terakhir yang dihadiri oleh Menko Kemaritiman sekaligus Ketua Panitia Nasional IMF-World Bank 2018 Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, serta jajaran instansi terkait di ruang Mengwi 1 BNDCC, Nusa Dua, Kamis (4/10).

Usai rapat final pelaksanaan IMF-World Bank 2018 tersebut, Luhut menyatakan laporan peserta yang hadir per Kamis (4/10) sebanyak 32 ribu orang. Jumlah tersebut ternyata di luar prediksinya.

Peserta terbagi menjadi ada dua bagian yakni MTS (Meeting Team Secretariat) sebanyak 12 ribu, dan non MTS sebanyak 19 ribu lebih.

"Di sepanjang (rapat tahunan IMF-World Bank) yang pernah ada, ini pertemuan yang terbesar. Untuk MTS ada 12 ribu dan non MTS 19.400 ribu orang. Kemungkinan terjadi penambahan. Tamu sebanyak itu di luar perkiraan kita,” ujar Luhut kepada awak media.

Membludaknya peserta ini membuat gubernur, bupati, dan TNI/Polri harus bekerja keras mengatur kehadiran para peserta yang sudah mulai tiba di Bali, kemarin.

“Saya kira semua sudah siap dan mulai menerima tamu hari ini (kemarin, red) dan hari berikutnya. Penginapan pun sudah beres tidak ada masalah, walaupun memang kita harus kerja keras untuk mengatur terkait penambahan tamu," kata Luhut.

Dengan jumlah tamu mencapai 32 ribu, Bali akan mendapatkan manfaat ekonomi yang luar biasa. Asumsi pertama dengan jumlah tamu sekitar 19 ribu hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 0,64 persen.

Namun dengan kedatangan tamu sebanyak 32 ribu orang yang di luar prediksi tahun ini, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali hingga 6,54 persen.

"Itu sudah kita hitung. Gubernur Bali dan Bupati Badung pun sudah menyampaikan, Bali akan sangat menikmati dampak dari IMF ini," ujarnya.

Luhut meyakini musibah bencana alam di Lombok (NTB) dan Sulawesi Tengah tidak mengganggu persiapan Bali sebagai tuan rumah IMF-World Bank 2018.

Menurutnya, pemerintah Indonesia bisa mengatur kondisi keduanya dengan baik.

"Semua sudah kita atur dan tertata. Kita harus bangga menjadi Indonesia karena mampu mengatur dengan baik dan membangun spirit optimisme. Saya yang bertanggung jawab," tegasnya.

Ada pula berbagai sistem yang sudah dan akan diterapkan dengan mengantisipasi terkait kemacetan.

Di antaranya sistem ganjil-genap, sekolah diliburkan, dan jalan tol yang dibebaskan biaya selama pelaksanaan IMF-World Bank 2018.

Sistem ganjil-genap berlaku mulai 7 hingga 16 Oktober 2018 pada pukul 06.00-09.00 Wita dan pukul 15.00-19.00 Wita.

Pembatasan kendaraan pribadi ini diberlakukan pada sejumlah ruas jalan yaitu By Pass Ngurah Rai, Jalan Raya Uluwatu, Kampus Udayana, dan Silitiga Nusa Dua.

Sementara aktivitas belajar mengajar mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perkuliahan di kampus untuk wilayah Badung Selatan akan diliburkan sehari pada 12 Oktober 2018.

BKO 10 Polda

Sementara dalam upacara Gelar Pasukan untuk pengamanan IMF-WB 2018 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis pagi, Kapolda Petrus Golose mengatakan mulai kemarin pihaknya sudah masuk ke objek-objek pengamanan acara IMF-World Bank.

Golose pun menegaskan sudah siap menerima delegasi IMF-World Bank.

"Kita sampaikan kepada dunia kita siap menerima delegasi. Walaupun berturut-turut kita ditimpa bencana alam, mulai dari erupsi Gunung Agung, gempa bumi di Lombok, Palu. Tetapi dengan memanajemen semua kegiatan dengan baik, kita tetap laksanakan selayaknya yang sudah kita siapkan," tegas Kapolda.

Khusus untuk pengamanan VIP, Kapolda mencatat ada 378 VIP. Jumlah tersebut dilihat dari 189 negara dikali dua.

"Kita juga akan lihat VIP yang lain, misalnya mantan presiden yang akan datang, kita akan lihat juga. Sementara untuk VVIP, walaupun sebagian mereka adalah kepala negara, tetapi masuk sebagai menteri keuangan akan dilakukan pengamanan seperti VIP," jelasnya.

Dan yang sudah jelas juga dilakukan pengamanan sesuai kategori VVIP yakni 10 kepala negara Asean, ditambah Sekretaris Jenderal United Nation, Managing Director IMF dan Gubernur Bank Indonesia.

Petrus Golose mengaku merasa terhormat karena mendapat BKO (Bantuan Kendali Operasi) dari 10 Polda.

"Baru pertama kali Polda Bali mendapat BKO dari 10 polda. Biasanya hanya dari Jatim dan NTB, sekarang bahkan dari Kalimantan pun datang," ujarnya.

Diketahui ada 19.234 personil yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan ini. Personil Polri 5.623 yang terdiri dari 2.430 personil Polda Bali, 2.650 personil satuan kewilayahan, 543 personil backup Mabes Polri, serta 13.611 personil lainnya.

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, juga menyatakan pihaknya telah siap 99 persen dalam proses pengamanan.

"Kita boleh dikatakan hampir 100 persen-lah, 99 persen. 1 persennya tinggal Mabes TNI. Karena Mabes TNI juga sibuk dengan bencana, nanti dari Mabes TNI sendiri yang akan mengecek persiapan kami. Dalam satuan tugas pengamanan dipimpin langsung Kepala Staf Umum TNI, karena menghadirkan banyak lebih dari 10 kepala negara. Tetapi organisasi sudah terbentuk, susunan tugas 100 persen, kita tinggal siap pelaksanaannya saja," akuinya.

Benny Susianto juga menyatakan sudah siap mengantisipasi jika ada aksi-aksi penolakan terhadap penyelenggaraan IMF-World Bank.

Dia mengungkapkan seluruh personil sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi bahkan aksi terorisme.

"Mau apapun kita sudah siap, sampai dengan tindakan teror. Kegiatan pendahuluan juga kita sudah lakukan, dan menangkal itu semua. Kita hanya berharap semua stakeholder mendukung kegiatan ini," ungkapnya.

Ia menyampaikan tanggung jawab TNI adalah Ring 1, 2, dan 3. "Ring 1 jadi tanggung jawab Paspampres, sedangkan Ring 2 dan 3 menjadi tanggung jawab satuan pengamanan wilayah, dalam hal ini saya bersama dengan jajaran," ucapnya.

20 Pesawat Pribadi

Sebelumnya, Kepala Unit Khusus Pertemuan IMF-World Bank, Peter Jacob, juga mengatakan persiapan panitia hampir mencapai 100 persen. Tinggal beberapa implementasi dan eksekusi terhadap infrastruktur.

“Dalam waktu dekat sudah selesai. Infrastruktur yang masih kurang itu, seperti pembangunan Indonesian Paviliun. Di Bali Collection juga ada art Bali, dan lain-lain,” jelasnya, Kamis (2/10).

Dikatakan, 10 kepala negara Asean dipastikan hadir. Sedang negara lainnya akan diwakili menteri keuangan dan gubernur bank sentral.

“Amerika Serikat datang juga, tapi menteri keuangan dan gubernur bank sentralnya. Presidennya tidak datang,” tegasnya.

Venue acara akan dilakukan di BNDCC dan BICC, ditambah beberapa hotel akan dijadikan office. “Kayak ballroom hotel Laguna yang dipakai tempat acara, juga jadi semua venue diubah jadi office sudah siap,” katanya.

Hotel yang dibooking khusus para delegasi resmi, kata dia, ada sekitar 21 hotel. “Nah 21 hotel ini, di sekitar Nusa Dua dan Jimbaran. Sisanya beredar di sekitar,” tambahnya.

Sejauh ini, kata dia, tidak ada permintaan khusus dari masing-masing kepala negara. Hanya saja, beberapa akan membawa privat jet (pesawat pribadi).

Untuk sementara, diperkirakan 20 pesawat pribadi yang akan tiba di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Dari Asean ada 11 pesawat pribadi kemudian dari negara di luar Asean ada 9 pesawat. Jadi sekitar 20 pesawat di luar yang reguler dan extra flight,” ungkap Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, Kamis (4/10).

Data tersebut masih bersifat sementara karena berkembang terus serta akan ada request baru pesawat pribadi yang ke Bandara Ngurah Rai nantinya. “Yang ada baru sekitar 20-an pesawat pribadi,” tegasnya.

Disebutkan, akan ada pengaturan parkir terhadap pesawat pribadi tersebut baik disediakan di parkir stand Bandara Ngurah Rai maupun di sejumlah bandara terdekat dari Bali.

“Kita kasih pilihan parkir di Surabaya, Lombok, Makassar, Balikpapan, Jakarta. Untuk pesawat kepresidenan atau pesawat pribadi milik presiden akan diprioritaskan parkir di Bali. Tamu lain yang membawa pesawat pribadi mungkin hanya menurunkan saja lalu parkir di Bandara lain yang telah kami berikan pilihan,” imbuhnya.

Tidak ada penutupan operasional Bandara Ngurah Rai saat pesawat pribadi tersebut hendak landing atau delegasi lainnya datang, Namun kemungkinan akan berdampak delay (penundaan keberangkatan) karena untuk tamu VVIP yang membawa pesawat pribadi pengaturannya akan lebih ketat.

“Mungkin bisa berdampak terhadap penerbangan reguler tetapi kita antisipasi sebaik-baiknya dan mudah-mudahan delay nya tidak lama,” tutur Faik.

Turki Minta Mobil Anti Peluru, ASITA Sebut Permintaan Mobil Mewah IMF-WB Bali Capai 5 Ribu Unit

Ketua ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Bali, I Ketut Ardana, mengungkapkan ada permintaan mobil mewah anti peluru dari Turki.

Ia mengaku sangat kesulitan memenuhi permintaan ini.

"Permintaan itu langsung disampaikan ke anggota kami. Ya namanya mobil seperti itu sangat terbatas dan yang punya juga sangat terbatas. Itu masih diupayakan," terang Ardana saat ditemui di kantor ASITA, Jalan Raya Puputan, Denpasar, Rabu (3/10).

Permintaan mobil mewah diperkirakan mencapai 5.000 unit dan hanya 1.500 unit yang bisa disediakan dari Bali.

Sisanya terpaksa didatangkan dari luar Bali, terutama Pulau Jawa.

"Saya ada minta dua mobil Lexus ke pusat. Padahal ke travel besar. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban. Lumayan itu harga sewa per hari bisa sampai Rp 14 juta," ujarnya.

Keseluruhannya, dari 407 anggota ASITA, ada 9 biro perjalanan resmi yang menangani untuk trip delegasi di Bali.

Satu di antaranya adalah biro perjalanan milik Ardana, PT Bali Sinar Mentari Tours & Travel.

"Saya awalnya tidak ikut, tapi ditunjuk untuk membantu," imbuhnya.

Delapan biro perjalanan lainnya di antaranya Melali Bali, Pro Bali, Tour East, Jet Wings, Terimakasih Indonesia, Gede Tour, Bhara Tour, dan Rama Tour.

Sementara, event organizer yang menangani persiapan delegasi untuk akomodasi dan pertemuan adalah Pacto dan Royalindo.

Menurutnya, meskipun yang tercatat resmi hanya 9 biro perjalanan, namun tidak menutup kemungkinan pihak lain pun berpeluang untuk merasakan benefitnya.

Bahkan dari laporan yang diterimanya, ada beberapa yang sudah menerima bookingan.

"Delegasi itu tidak selalu berpedoman pada yang disiapkan panitia secara official," tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk menangani perjalanan para delegasi IMF, ASITA tidak melakukan seleksi.

"Tapi hanya merekalah yang mendaftar. Mungkin yang lainnya sudah sibuk untuk menerima bookingan harian mereka," jelasnya.

Tercatat ada 21 official hotel yang nantinya digunakan oleh para delegasi.

Di setiap hotel, masing-masing biro perjalanan akan menugaskan satu sampai dua orang di desk information.

Tugas setiap biro perjalanan adalah menyiapkan paket tour dengan objek wisata yang menarik dengan fasilitas yang betul-betul memadai.

"Jadi saat mereka membeli paket tour itu, dimana pun mereka berhenti, harus bagus. Itu memang disyaratkan Kemenpar. Kawan kami pasti sudah hafal. Selain objek wisata yang memang rutin, ada juga yang baru," terangnya.

Dari 33 paket wisata yang ditawarkan, dengan pilihan half day atau full day tour, objek Wisata Garuda Wisnu Kencana dinilai akan menjadi tujuan utama.

Ardana optimistis bisa menyediakan pelayanan yang terbaik untuk para delegasi dari 189 negara ini karena semua timnya sudah terbiasa menangani pertemuan besar yang dihadiri oleh kepala negara dari sejumlah negara.

"Sebenarnya yang lebih kami cemaskan adalah natural disaster, terkait bencana belakangan ini. Bagaimana misalnya kalau airport tiba-tiba close karena gunung. Semoga saja tidak terjadi. Kami sangat berharap semuanya berjalan dengan lancar," harapnya.











sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen