Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Ini Keren!! Jack Ma dan Bill Gates Hadiri IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua

Ini Keren!! Jack Ma dan Bill Gates Hadiri IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua

Written By Dre@ming Post on Minggu, 07 Oktober 2018 | 9:39:00 PM

Jack Ma (kiri) bersama PresidenJokowidodo dan Ibu Negara
Jack Ma dan Bill Gates Hadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua

DENPASAR - Pertemuan Tahunan (Annual Meeting) IMF–Bank Dunia yang akan digelar di Nusa Dua 8-12 Oktober ini diberitakan bakal dihadiri dua pengusaha top dunia bidang teknologi informasi (TI) dan e-commerce, yakni Bill Gates dan Jack Ma.

Selama ini, kedua pebisnis itu diketahui sebagai orang-orang yang masuk dalam urutan atas daftar terkaya dunia.

Selain Bill Gates dan Jack Ma, para petinggi (Chief Executive Officer/CEO) perusahaan kelas dunia lainnya juga akan menghadiri pertemuan yang digelar setahun sekali itu.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menyebutkan bahwa Jack Ma dan CEO Microsoft asal India, yakni Satya Narayana Nadella, bakal hadir di pertemuan yang membahas perkembangan ekonomi dan keuangan dunia itu.

Namun, cnnindonesia dan tempo.co memberitakan kemarin bahwa dari Microsoft, pendirinya Bill Gates datang.

Bill Gates mendirikan perusahaan piranti lunak Microsoft pada 1975.

Menurut majalah Forbes, harta Bill Gates per 30 September 2018 mencapai 97,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 147 triliun).

Sedangkan Jack Ma yang membangun grup Alibaba memiliki harta 36,9 miliar dolar AS (sekitar Rp Rp 55 triliun).

Dengan jumlah kekayaan itu, Jack Ma menduduki orang terkaya ke 20 di dunia versi Forbes.

Selain para pentolan perusahaan kelas kakap dunia, Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia itu akan dihadiri sejumlah gubernur bank sentral negara-negara adidaya.

Salah-satunya dalah Gubernur The Federal Reserve (bank sentral Amerika Serikat) yakni Jarome Hayden Powell.

Juga direncanakan hadir Gubernur Bank Sentral Uni Eropa (European Central Bank) Mario Draghi; serta Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda.

Tentu saja yang dipastikan mengikuti adalah Presiden Bank Dunia asal Korea Selatan, yakni Jim Young Kim; dan Direktur Pelaksana IMF asal Prancis, Christine Legarde.

Secara keseluruhan pertemuan akan dihadiri oleh para delegasi dari 189 negara, yang antara lain terdiri dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral.

Dalam rapat final pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 pada Kamis (4/10/2018) lalu, Ketua Panitia Nasional acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, yaitu Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa sebanyak 32 ribu orang dipastikan hadir.

Jumlah peserta sebanyak itu, menurut Luhut, di luar perkiraan.

Sebelumnya panitia memperkirakan jumlah delegasi dan anggota pendukungnya sekitar 15.000 orang.

Sementara itu, kemarin Staf Khusus Presiden, Adita Irawati, menanggapi pihak-pihak yang menyoroti anggaran untuk penyelenggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia.

Adita mengatakan, permintaan agar pemerintah mengalihkan dana penyelenggaraan IMF-Bank Dunia untuk penanganan dampak bencana di Sulawesi Tengah (Palu dan Donggala) tidak mungkin dilakukan pemerintah.

Sebab, jika dilakukan, hal itu akan menyalahi peraturan perundangan.

"Sebab masing-masing kegiatan itu, termasuk penyelenggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia sudah dianggarkan sejak jauh-jauh hari ya," ujar Adita kepada wartawan, Sabtu (6/10/2018), di Jakarta.

Meski demikian, Adita menambahkan, yang patut diketahui publik adalah pemerintah sudah melakukan penghematan dalam pembiayaan acara yang dilaksanakan di Bali tersebut.

"Yang patut diketahui, pemerintah sudah melakukan efisiensi di berbagai sektor (penyelenggaraan acara) sehingga biayanya bisa ditekan. Penghematannya itu mencapai sekitar 30 hingga 40 persen," ujar Adita.

Adita menambahkan, pada dasarnya sebagian besar anggaran penyelenggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia dialokasikan bagi pembenahan bandar udara di Bali, bukan semata-mata untuk penyelenggaraan acara itu sendiri.

Artinya, anggaran itu sebenarnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat umum juga.

"Sebagian besar biaya itu untuk pembenahan airport di Bali, yang artinya itu juga bermanfaat untuk jangka panjang, tidak hanya saat acara ya," ujar Adita.

Sementara, mengenai anggaran penanganan dampak bencana di Sulteng, Adita menegaskan, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran tersendiri.

Hingga saat ini, rakyat Indonesia juga bahu membahu membantu warga Sulteng yang tertimpa bencana.

Apalagi, Presiden Jokowi sudah memutuskan menerima bantuan dari sejumlah negara sahabat.

Diberitakan, koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkritik penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada 8-12 Oktober nanti, yang dinilai terlalu mewah.

Pemerintah pun didesak untuk melakukan penghematan biaya penyelenggaraan dan disalurkan sebagian untuk membantu korban bencana alam di Palu, Donggala, serta Lombok.

"Teman-teman mendesak kepada pemerintah agar menghemat yang masih bisa dihemat," ujar anggota Tim Ekonomi pasangan Prabowo-Sandiaga, Rizal Ramli, saat memberikan pernyataan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018) malam.

"Kedua, dialirkan penghematan itu untuk membantu rakyat kita di Donggala, Palu, dan Lombok karena banyak yang masih belum dikerjakan," tuturnya.

Annual Meeting IMF-Bank Dunia adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia.

Biasanya, pertemuan dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal Oktober di markas besar IMF-Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, selama dua tahun berturut-turut.

Sementara untuk tahun berikutnya, pertemuan dilaksanakan di negara anggota terpilih.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, antara lain pengurangan kemiskinan; pembangunan ekonomi internasional; dan isu-isu global lainnya.

Pada bulan Oktober 2015, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah IMF-Bank Dunia 2018.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bali pertengahan tahun ini, untuk penyelenggaraannya saja, pertemuan IMF-Bank Dunia menelan biaya Rp 1,11 triliun.

Anggaran sebesar itu digunakan untuk event organiser penyelenggaraan acara, sekretariat, sarana dan prasarana serta untuk venue & office.

Mulai Ketat

Sementara itu, jelang pertemuan IMF-Bank Dunia tersebut, petugas kepolisian mulai memperketat pengamanan di kawasan ITDC Nusa Dua, Badung.

Ratusan petugas gabungan TNI-Polri tersebar di sejumlah titik mulai dari Jalan By Pass Nusa Dua hingga di dalam kawasan ITDC, lokasi berlangsungnya pertemuan akbar itu.

Di pintu gerbang baik dari arah selatan dan utara menuju ITDC, petugas kepolisian dari satuan Sabhara dan Brimob Polda Bali dibantu petugas keamanan kawasan setempat, memeriksa satu per satu pengunjung, baik barang, termasuk menunjukkan kartu identitas.

Petugas Brimob dengan dilengkapi senjata laras panjang juga berjaga di pintu gerbang kawasan mewah itu.

Pemeriksaan dan penjagaan lebih ketat dilakukan petugas kepolisian bergabung dengan Polisi Militer (PM), tepatnya di pintu gerbang menuju gedung Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), gedung utama untuk pertemuan IMF-Bank Dunia.

ITDC juga mulai dipercantik, salah satunya dengan banyaknya penjor atau hiasan janur pada bambu khas Bali yang ditancapkan di sekitar kawasan elit itu.

Sejumlah papan petunjuk lokasi juga disebar di sejumlah titik untuk memudahkan delegasi ketika ingin menghadiri pertemuan.

Kepolisian Daerah Bali mengerahkan sebanyak 5.823 personel, termasuk dari Mabes Polri, untuk mengamankan pertemuan IMF-Bank Dunia.

Jumlah personel itu terdiri dari 2.509 orang, didukung 2.650 petugas satuan wilayah dan 664 personel dari Mabes Polri.

Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana mengerahkan 5.050 orang prajurit untuk membantu pengamanan baik darat, laut dan udara.

Selain itu, dari unsur pengamanan laut, pekan ini telah sandar di dermaga timur Pelabuhan Benoa Bali KRI Banda Aceh-593, yang dikomandani Letkol Laut (P) Ali Setyadi.

Unsur TNI Angkatan Laut (AL) tersebut tiba di Bali dalam rangka melaksanakan debarkasi personel dan material guna mendukung kegiatan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

KRI Banda Aceh-593 membawa 115 personel Paspampres dan 53 kendaraan tempur (ranpur) berbagai jenis yang siap mendukung dan mensukseskan jalannya pertemuan terbesar tersebut.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko menjelaskan, sesuai agenda kegiatan, para personel Paspampres dan ranpur tersebut akan digeser sesuai posisi yang telah ditentukan di kawasan ITDC Nusa Dua.

Kasum TNI Terkait IMF-WB Annual Meetings 2018 Harus Aman, Nyaman, Lancar Dan Sukses

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan Ashaf, selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Pengamanan (Pangkogasgabpam) memimpin gelar Pasukan Pengamanan IMF-WB Annual Meetings 2018 pada Minggu (7/10/2018) di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, pagi tadi.

Apel Gelar Pasukan ini diikuti oleh segenap unsur pimpinan dan anggota yang tergabung dalam Satgas Pamwil dan Satgas Evakuasi Penanganan Bencana pada pelaksanaan kegiatan IMF-WB Annual Meetings 2018 yang digelar di Nusa Dua Bali pada (8-12/10/2018) akan diikuti oleh sekitar 189 negara, dihadiri 27 Kepala Negara dengan 32.000 orang peserta.

Dalam mensukseskan kegiatan tersebut, dari segi pengamanan, Kogasgab membawahi 12 Satgas antara lain Satgas Pam VVIP, Satgas Intel, Satgas Pamwil 1 Bali, Satgas Pamwil 2 Jatim, Satgas Medis, Satgas Penerangan, Satgas Evakuasi, Satgas Komlek, Satgas Laut, Satgas Passus, Satgas Hanudnas dan Satgas Udara serta memiliki 17 Sub Satgas (Sub Satgas Bandara, Pelabuhan, Walakir, Instalasi, Guspurla, Guskamla, Pesud, Pangkalan, Pemda, Medis, Intel, Cadangan, Banmin, Hotel, Radar dan Arhanud dengan jumlah personel ribuan dari berbagai unsur TNI, Polri, Pemda dan menyiagakan berbagai alutsista serta memiliki jalur koordinasi dengan Satgas VIP (Polda Bali) dan unsur Pemda Bali.

Pada kesempatan itu, Pangkogasgab menyampaikan, kegiatan IMF-WB Annual Meetings 2018, menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia mampu melaksanakannya dengan baik dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan Dunia kepada Indonesia.

"Oleh karena itu dalam pelaksanaannya harus aman, nyaman, lancar dan sukses," tegasnya dalam pidato sambutan dihadapan para peserta pengamanan, pagi tadi.

Ia juga menyebutkan perlu adanya keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun segenap Panitia dan perlu adanya kesiapsiagaan.

"Pengamanan harus ketat namun tidak mencolok serta tanpa meninggalkan adat istiadat, perlu adanya sinergitas TNI-Polri dan semua unsur yang terlibat," sebutnya.

Pangkogasgab juga memberikan penekanan agar segenap anggota yang terlibat dalam Kogasgab senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral dalam melaksanakanan tugas.

"Para Dansatgas, Dansubsatgas dan semua personel yang terlibat agar melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab, jangan pernah menganggap tugas ini sebagai tugas rutin, laksanakan kontijensi sesuai dengan prosedur, jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga dalam menyongsong tugas kedepan, pelihara disiplin, soliditas dan solidaritas serta tetap santun dalam melaksanakan tugas dan jadilah tuan rumah yang baik," demikian ujar Pangkogasgab, yang menjadi komandan upacara pagi tadi.












sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen