Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Naik Jet Pribadi Hari Ini Jack Ma Tiba di Bali, Orang Terkaya itu Dipastikan Tinggal Selama 3 Hari

Naik Jet Pribadi Hari Ini Jack Ma Tiba di Bali, Orang Terkaya itu Dipastikan Tinggal Selama 3 Hari

Written By Dre@ming Post on Kamis, 11 Oktober 2018 | 9:22:00 AM

Jack Ma (dasi biru) bersama Presiden Jokowidodo dan Ibu Negara
NUSA DUA - Salah satu orang terkaya dunia, Jack Ma, dijadwalkan akan menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Badung.

Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Peter Jacobs, memastikan pada perhelatan IMF-Bank Dunia yang berlangsung sampai 14 Oktober ini, Jack Ma akan hadir di pertemuan yang membahas Ekonomi Digital.

"Dia (Jack Ma) akan hadir dan sebenarnya orang-orang yang prominent (berpengaruh) ini pasti ada sesinya, menyangkut masalah digital economy," ungkap Peter, Selasa (9/10).

Dari informasi yang dihimpun, dijadwalkan Jack Ma akan tiba di Bali pada hari Kamis 11 Oktober 2018 mendatang dan mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekira pukul 18.00 Wita.

"Beliau (Jack Ma) akan berangkat dari Hangzhou Xiaoshan International Airport China menggunakan pesawat pribadi atau private jet jenis Gulfstream GLF-6 dengan nomor penerbangan N999HZ. Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai petang sekira pukul 18.00 Wita. Dan private jet-nya akan langsung menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Bermalam di sana," ucap sumber.

Jack Ma akan berada di Bali selama 3 hari atau akan kembali ke negaranya pada Sabtu 13 Oktober 2018, dan lepas landas dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekira pukul 12.30 Wita.

Peter Jacob menambahkan, Jack Ma akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral atau pertemuan dengan mitranya dari negara-negara lain, karena banyak sekali pelaku ekonomi yang ingin bertemu dengan Jack Ma.

"Tentu juga akan melibatkan bilateral meeting yang cukup banyak, baik Jack Ma mau ketemu orang atau orang mau ketemu dia," kata Peter.

Selain Jack Ma, para profesor ekonomi dan pemegang Nobel Ekonomi juga akan hadir di pertemuan IMF-Bank Dunia.

Ada juga misalnya Melinda Gates, yang akan datang membawa nama Bill and Melinda Gates Foundation.

Melinda adalah istri dari Bill Gates, pemilik Microsoft Corp.

"Profesor ekonomi akan banyak yang datang. Juga pemenang Nobel. Melinda Gates datang," ucap Peter Jacobs.

Namun mengenai kedatangan Bill Gates ataupun Melinda Gates, sumber belum mendapatkan konfirmasi kedatangan kedua tokoh dunia tersebut.

Penolakan IMF-Bank Dunia Tak Wakili Masyarakat Bali

Gubernur Bali I Wayan Koster angkat bicara terhadap berbagai aksi belakangan ini yang menolak acara pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia (BD) di Nusa Dua, Badung, pada 8-14 Oktober.

Menurut Koster, aksi-aksi penolakan tersebut tidak mewakili aspirasi masyarakat Bali.

Hal itu diungkapkan Koster saat melakukan jumpa pers di Kantor Gubernur Balipada Selasa (9/10) sore.

"Jadi kami tidak terganggu, silakan ada suara-suara (penolakan, red) seperti itu. Kami sedikitpun tidak terganggu, kami jalan terus. Kami berkomitmen acara ini harus sukses, harus berhasil," kata Koster yang didampingi Dewa Made Indra (Sekda Bali) dan Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra.

"Yang (demo-demo) seperti itu, saya yakin itu tidak merepresentasikan masyarakat Bali," kata Koster lagi.

Ia melanjutkan bahwa masyarakat Bali hidup dari perekonomian yang berbasis pariwisata. Acara pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang menyedot sekitar 34.000 orang dari 189 negara itu, membuat sektor pariwisata Bali menggeliat.

Ia juga menyebutkan bahwa aslinya masyarakat Bali sebagai masyarakat yang ramah kepada wisatawan, terlebih terhadap tamu negara terhormat.

Dijadwalkan ada setidaknya 12 kepala negara yang hadir dalam pertemuan tahunan IMF-BD yang dipusatkan di kawasan ITDC, Nusa Dua, itu.

"Saya yakin masyarakat Bali menempatkan diri pada kulturnya, santun, ramah, menghormati tamunya. Yang demo-demo itu, saya yakin bukanlah merepresentasikan masyarakat Bali yang sesungguhnya," tegas Koster.

Menurut Koster, justru merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Bali dapat menjadi tuan rumah perhelatan internasional sekelas pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia.

Adanya acara IMF-BD itu membawa manfaat langsung dan tidak langsung, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Saya sebagai gubernur itu betul betul merasa ini adalah suatu kepercayaan. Suatu kehormatan yang harus dijaga secara bersama-sama," kata Koster.

Ia menjelaskan, manfaat yang didapatkan Bali dari pelaksanaan IMF-BD antara lain berupa peningkatan perekonomian dan dukungan infrastruktur

Misalnya, Bali mendapatkan program pengembangan perluasan Bandara Ngurah Rai, sehingga bisa digunakan untuk areal parkir pesawat yang lebih banyak.

Program di bandara ini, kata Koster, akan terus berlanjut sehingga keberadaan bandara makin meluas dan terminalnya pun turut akan ditambah.Proyek ini akan dianggarkan dalam waktu tiga tahun kedepan sampai selesai.

"Jadi kita mendapatkan program yang sangat mendukung upaya pemerintah Bali untuk membangun infrastruktur," jelasnya.

Selain itu, Bali juga mendapatkan percepatan pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, yang beberapa waktu lalu telah diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Pemerintah pusat juga menyumbangkan infrastruktur berupa Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di sekitar Kuta.

"Luar biasa. Disana yang dulu macet, sekarang sudah berubah. Tidak lagi macet," kata Koster.

Koster mengatakan, dibangunnya underpass ini telah mampu mengurangi kemacetan sebanyak 30-40 persen.

Infrastruktur yang dianggarkan sebesar Rp 174 miliar ini menjadi penting karena mendukung upaya pengembangan transportasi di Provinsi Bali, khususnya di Bali Selatan.

Koster juga menyebutkan bahwa Bali juga mendapatkan pengelolaan TPA Suwung di Denpasar Selatan, yang pengerjaannya akan diselesaikan secara bertahap.

TPA ini mendapat anggaran dari pemerintah pusat sebanyak Rp250 miliar dalam jangka waktu tiga tahun mulai 2017 hingga 2019.

Proyek tahap pertama di TPA tersebut, kata Koster, telah selesai. Nanti akan dilanjutkan dengan proyek kedua berupa pengolahan sampah.

“Jadi bayangkan itu, Rp 174 miliar ditambah Rp 250 miliar. Dari APBN pusat ini. Kalau dari APBD, nggak ada duitnya.Jadi dengan adanya acara IMF ini, tanpa adanya inisasi kita, tetapi diinisiasi pemerintah pusat untuk kepentingan nasional dan internasional," tambahnya.

Selain dalam bidang infrastruktur, kata Koster, acara IMF-BD juga menyebabkan terjadinya penambahan kunjungan wisatawan ke Bali lebih dari 34 ribu orang.Hal itu diikuti dengan pertumbuhan lapangan kerja sebanyak 32.700 orang atau meningkat 1,26 persen.

Peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) juga diatas Rp 1,2 triliun, dan diperkirakan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali sekitar 6,5 persen.

“Forum ini juga menjadi ajang promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesiayang menjangkau 189 negara di dunia,” kata Koster.

Oleh karena itu, Koster menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk menyukseskan penyelenggaraan perhelatan IMF-Bank Dunia tersebut. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, instansi swasta, kalangan pariwisata hingga insan pers.

Pariwisata Dapat Rp 1 T

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra, mengungkapkan bahwadalam gelaran IMF-Bank Dunia ini, sebanyak 63 destinasi pariwisata di Indonesia dipromosikan.

Dari 63 destinasi tersebut, 33 destinasi ada di Bali.Sisanya ada di Toraja, Jogjakarta, Toba, NTT, NTB, Banyuwangi dan beberapa tempat lainnya.

"Kita bekerjasama dengan Asita(Asosiasi Travel Agent) dan jauh-jauh hari sudah banyak yang daftar untuk melihat destinasi yang tidak hanya di Bali. Bali juga membantu daerah-daerah lain untuk promosi," kata Yuniarthausai deklarasi Taman Wisata Dunia di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Selasa (9/10) sore.

Dengan adanya IMF-WB ini, Yuniartha mengatakan Bali mendapatkan penghasilan dari sektor pariwisata sekitar Rp 1 triliun.

"Anggap saja perorang yang hadir terkait acara IMF-Bank Dunia itu membelanjakan 2.500 dolar AS di Bali,kemudian kalikan dengan 32.000 orang peserta acara. Ya Rp 1 triliun lebihlah," katanya.

Walaupun banyak delegasi yang hadir saat pelaksanaan IMF-BD, Yuniartha mengakui bahwa dari jumlah 130 ribu kamar hotel yang ada di Bali, baru terisi 50 persen.

"Kita masih kekurangan tamu, dan masih terus menambah tamu supaya 130 ribu kamar di 5 ribu hotel di Bali ini terisi," katanya.

Yuniartha menambahkan, destinasi wisata selama gelaran IMF-WB ini berlangsung tetap dibuka untuk masyarakat umum.

"Tidak mengganggu. Kita tidak menutup destinasi wisata. Kita tetap buka untuk masyarakat. Begitu juga untuk bandara apalagi sudah ada perluasan apron," paparnya.










sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen