Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Pengamanan Ekstra IMF-WB, Siswa di Kawasan Kuta Selatan Resmi Libur 5 Hari

Pengamanan Ekstra IMF-WB, Siswa di Kawasan Kuta Selatan Resmi Libur 5 Hari

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 06 Oktober 2018 | 8:40:00 PM

Sejumlah Anggota TNI Angkatan Udara (TNI AU) menurunkan kendaraan taktis dari dalam Pesawat Hercules untuk persiapan pengaman gelaran annual Metting IMF-WB 2018 di Base Ops Bandara Ngurah Rai,Denpasar, Bali,Jumat (5/10/2018). Inz: Surat Edaran Libur Sekolah
Siswa di Kawasan Kuta Selatan Resmi Libur 5 Hari Saat Penyelenggaraan IMF-WB

MANGUPURA - Pelaksanaan pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018, 8-14 Oktober, di Nusa Dua, Badung, Bali berdampak pada kegiatan siswa dan mahasiswa di kawasan Kuta Selatan (Kutsel).

Sekolah dan kampus di wilayah Kutsel secara resmi diliburkan selama lima hari, 8-12 Oktober 2018.

Keputusan ini sesuai surat imbauan dari Pemerintah Provinsi Bali untuk meliburkan siswa dan mahasiswa pada 8-12 Oktober 2018 guna mensukseskan gelaran IMF-WB 2018. Surat ber-tanggal 4 Oktober 2018 ini ditandatangani Sekda Bali, Dewa Made Indra.

Pemerintah Kabupaten Badung pun secara resmi mengumumkan siswa dan mahasiswa libur selama lima hari pada Jumat (5/10/2018).

Sehari sebelumnya, Pemkab Badung menyatakan libur siswa dan mahasiswa hanya sehari yakni pada 12 Oktober 2018.

“Ya awalnya disepakati libur hanya sehari, yaitu tanggal 12 Oktober 2018. Ini sesuai surat imbauan pertama. Kemudian ada surat imbauan lagi untuk menambah libur menjadi lima hari, tanggal 8-12 Oktober,” kata Kadisdikpora Badung, Ketut Widia Astika, saat dikonfirmasi, Jumat (5/10/2018).

Kata Widia, pihaknya akan mengikuti arahan yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, berdasarkan dari surat edaran Provinsi Bali.

“Terkait dengan surat imbauan tersebut, kami sepakati kegiatan belajar-mengajarnya diliburkan. Tapi sekolah tetap buka, karena guru-guru pasti masih banyak pekerjaan yang dilakukan di sekolah," ujar Widia.

Selama libur, siswa diharapkan belajar di rumah. Selain itu, materi terkait pelajaran sudah diberikan oleh guru, sehingga saat libur bisa dikerjakan siswa di rumah.

Bupati Badung, I Nyoma Giri Prasta, menjelaskan sudah ada surat yang diturunkan oleh Gubernur Bali terkait IMF-World Bank, dengan meliburkan kegiatan belajar-mengajar mulai dari TK sampai perkuliahan di daerah Badung Selatan.

"Itu kita berlakukan mulai tanggal 8 sampai 12 Oktober 2018. Sehingga kegiatan IMF bisa berjalan lancar dan tak terjadi kemacetan," ujarnya.

Namun, kata dia, meski sekolah diliburkan bukan berarti siswa bisa bersenang-senang.

“Akan diberi tugas atau les yang diberikan oleh pihak sekolah," imbuhnya

Sementara itu, Jumat (5/10/2018), Universitas Udayana (Unud) secara resmi juga telah mengumumkan meniadakan perkuliahan di Kampus Bukit Jimbaran dari tanggal 8-12 Oktober 2018.

Usulkan Pasraman Kilat

Dengan meliburkan siswa selama lima hari, DPRD Kabupaten Badung meminta agar Disdikpora Badung melakukan strategi belajar-mengajar saat libur tersebut.

“Kita harus menghormati keputusan pusat untuk kebaikan bersama. Yang menjadi kajian sekarang adalah sistem belajar siswa agar tidak terganggu selama libur tersebut. Terus terang, libur saat kegiatan tersebut cukup lama yakni lima hari. Ini perlu dicarikan solusi oleh Disdikpora,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Badung, AAN Ketut Agus Nadi Putra, Jumat (5/10).

“Selain itu, ini mau dekat kegiatan Saraswati yang notabene banyak sekolah yang melakukan piodalan,” imbuhnya.

Nadi Putra angat menyambut baik kegiatan IMF-WB, walaupun berdampak pada sektor pendidikan yang harus meliburkan sekolah.

Sebagai pengisi libur, ia menginginkan Disdikpora membuat kebijakan sekolah nonformal selama lima hari.

“Ya setidaknya kan buat kegiatan ceramah, atau pasraman kilat selama libur berlangsung. baik di banjar-banjar ataupun di wantilan dekat rumah siswa di Kuta Selatan. Sehingga siswa tetap bisa belajar atau menuntut ilmu untuk dirinya sendiri," ucapnya.

Menanggapi usulan DPRD tersebut, Kadisdikpora Badung menyatakan hal itu tidak memungkinkan dilakukan.

Alasannya, tujuan meliburkan siswa untuk menghindari kemacetan.

“Tujuan dari libur ini kan agar mengurangi kemacetan di jalan, agar siswa tidak ke luar rumah. Jika kita buat pesraman atau kegiatan di luar sekolah, hal itu sama saja mereka ke luar rumah untuk belajar,” kata Widia.

Ia pun menambahkan, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah strategis agar para siswa di Kecamatan Kuta Selatan tetap bisa belajar di rumah selama perhelatan IMF-World Bank yang akan diikuti 32 ribu peserta dari 189 negara.

Sebanyak 23 kepala negara juga direncanakan akan menghadiri pertemuan tahunan IMF-World Bank yang diproyeksikan akan menjadi perhelatan paling akbar sepanjang sejarah penyelenggaraan.

Selain itu, turut hadir pula para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara peserta, investor, akademisi, hingga ribuan media internasional.

Pengamanan Ekstra, Pesawat Tamu Kenegaraan IMF-WB Akan Dikawal F-16 dan Sukhoi

Pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-World Bank semakin dekat.

Persiapan pun terus dimatangkan menjelang hari H, termasuk pengamanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali.

Manajemen Bandara Ngurah Rai menyiapkan sekitar 2.000 petugas keamanan gabungan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran arus penumpang dan delegasi dari negara-negara peserta rapat akbar tersebut.

Personel keamanan gabungan yang mulai bertugas pada tanggal 1 Oktober tersebut terdiri dari elemen kepolisian dan Paskhas TNI Angkatan Udara.

Dari Paskhas TNI AU turut menerjunkan satuan pelaksana operasi khusus Satuan Bravo 90 untuk ikut membantu keamanan dan kelancaran penyelenggaraan acara akbar kenegaraan ini.

General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengatakan personel gabungan akan bertugas dari sebelum kedatangan para delegasi, hingga satu minggu setelah acara resmi ditutup.

“Personel tersebut akan kami siagakan di posko keamanan terpadu yang beroperasi mulai 1 hingga 21 Oktober 2018,” papar Yanus Suprayogi di Kuta, Jumat (5/10/2018).

Pasukan tersebut juga dibantu petugas rutin dari TNI Angkatan Udara Ngurah Rai, polisi dari Kesatuan Pelaksana Pengawasan Pelabuhan Udara (KP3U), dan Pecalang dari desa adat penyangga Bandar Udara.

Dari internal Bandar Udara sendiri, manajemen menyiapkan sebanyak 342 personel keamanan Bandar Udara (Aviation Security/Avsec) yang bertugas dalam empat kali pergantian jam kerja (shift), sehingga total berjumlah 1.368 orang.

Personel Avsec tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik, termasuk di posko keamanan terpadu IMF-World Bank Annual Meetings 2018 yang disiapkan di ruang publik di Terminal Kedatangan Domestik dan area penurunan penumpang (drop-off zone) di Terminal Keberangkatan Internasional.

Sebelumnya, untuk mematangkan kesiapan pengamanan, telah dilakukan enam kali simulasi atau latihan penanggulangan aksi terorisme dengan melibatkan sejumlah instansi keamanan, mulai dari TNI, Polri, personel khusus, hingga petugas Bandar Udara, mulai dari November 2017 hingga 2 Oktober 2018.

"Tujuannya untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi apabila terjadi peristiwa yang tidak terduga," ujar Yanus.

Pesawat Tanpa Awak

Adapun TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan ratusan personel dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Termasuk kendaraan taktis yang kemarin diturunkan dari dalam pesawat Hercules di Base Ops Bandara Ngurah Rai.

Bahkan, sejumlah pesawat tanpa awak juga disiagakan untuk mengamankan dan melakukan pengawasan wilayah udara di di bawah kendali komando pertahanan udara nasional (Kohanudnas).

Selain itu, di kawasan Nusa Dua juga akan dipasang alat anti drone.

Tidak sembarang drone bisa terbang di kawasan tersebut.

"Di kawasan Nusa Dua harus steril dari drone, kecuali yang mendaftarkan serial number drone terlebih dahulu," ujar Danlanud Ngurah Rai, Kolonel Pnb Wibowo Cahyono, Jumat (5/10/2018).

Untuk alutsista, TNI AU menyiagakan 22 helikopter termasuk helikopter khusus kepresidenan yakni helikopter conjuration jenis super puma.

Helikopter ini akan standby untuk antisipasi apabila terjadi bencana.

Sedangkan, untuk melakukan pengawalan saat kedatangan pesawat tamu kenegaraan VVIP, TNI AU mempersiapkan pesawat tempur F16 yang disiagakan di Madiun dan pesawat Sukoi disiagakan di Makassar.

"Setelah pesawat VVIP masuk wilayah Indonesia, akan langsung kita kawal masing-masing dua unit pesawat," ungkapnya.

Wibowo menegaskan, seluruh hal atau faktor X harus tetap diantisipasi apalagi menyangkut keamanan kepala negara atau tamu kenegaraan VVIP.

"Kita harus tetap antisipasi faktor X, dan harus siap siaga menjadi tuan rumah yang baik," tegasnya.

Untuk diketahui sebanyak 5.050 personil TNI dari Angkatan Udara, Darat, dan Laut termasuk dari pasukan Satbravo dan Paskhas (AU), Kopasus (AD), dan Denjaka (AL) ikut diturunkan mengamankan IMF-WB 2018 di Nusa Dua.










sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Sukses Keras Annual Meeting IMF-WB, Berbagai Pujian Dilontarkan Terhadap Indonesia

Menko Maritim sekaligus Panitia Nasional IMF-WBG 2018 Luhut Binsar Pandjaitan, Menkeu Sri Mulyani, President World Bank Group Jim Yong Ki...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen