Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Bulan Bahasa Bali Dilaksanakan Setiap Februari, Ada Hadiah Uang Rp 100 Juta

Bulan Bahasa Bali Dilaksanakan Setiap Februari, Ada Hadiah Uang Rp 100 Juta

Written By Dre@ming Post on Jumat, 01 Februari 2019 | 5:08:00 PM

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta. (Atas). Bulan Bahasa - Suasana pembukaan bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (1/2/2019). (bawah)
Bulan Bahasa Bali Digelar Agar Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan bulan Bahasa Bali dilaksanakan setahun sekali setiap bulan Februari.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Putu Astawa mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan Bahasa Bali.

“Bahasa Bali jangan sampai punah, generasi muda harus mengetahui tentang warisan budaya Bali,” kata Astawa usai menghadiri pembukaan bulan Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (1/2/2019).

Beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama bulan bahasa ini diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan nyurat lontar yang diikuti oleh seribu siswa, mahasiswa dan penyuluh Bahasa Bali.

Kemudian pada 14 Februari 2019 dilaksanakan seminar di Kantor Gubernur Bali, serta pada 26, 27, 28 Februari 2019 dilaksanakan beberapa jenis perlombaan.

Beberapa lomba yang akan digelar antara lain lomba nyurat aksara Bali, ngewacen aksara Bali, sambrama wacana, ngewacen puisi Bali, debat mebasa Bali, mesatua Bali, dan sebagainya.

Usai pembukaan di tingkat provinsi, kegiatan akan dilanjutkan di masing-masing kabupaten/kota.

Di setiap kabupaten/kota juga dilaksanakan lomba-lomba seperti mesatua Bali, nyurat aksara, lomba postingan berbahasa Bali dan sebagainya.

“Di sana akan ditentukan juaranya, kemudian dilanjutkan untuk dilombakan di level provinsi,” imbuhnya.

Menurut Astawa, bulan Bahasa Bali dilaksanakan karena Gubernur Bali, Wayan Koster memiliki tiga komitmen dalam pembangunan Bali yaitu alam, SDM dan budaya.

Khusus untuk Pembangunan budaya didukung dengan telah terbitnya 2 pergub, yaitu Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali.

Disisi lain, bulan bahasa digelar agar Bali betul-betul dapat menunjukkan ciri kebaliannya karena akar dari Bali sebenarnya adalah budaya.

Budaya tersebut terdiri dari tradisi, adat istiadat termasuk aksara Bahasa Bali.

“Kita akan membangun Bali era baru dengan derasnya arus globalisasi, sehingga kita perlu membentuk keseimbangan baru melalui peraturan-peraturan tentang kebudayaan lokal,” ujarnya.

Dirinya berharap pesangkepan sejenis di balai banjar, desa, subak juga bisa dihadirkan di level-level pemerintahan yaitu dengan menggunakan bahasa Bali.

Acara pembukaan bulan bahasa 2019 juga dirangkaiakan nyurat lontar karena pihaknya ingin mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang keaslian sastra Bali yang bersumber dari lontar-lontar.
“Kita ingin merevitalisasi itu kembali karena banyak sekali sebenarnya kearifan lokal yang bisa diperoleh dari lontar-lontar itu,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali ini.

Pelestari Bahasa dan Aksara Bali Bakal Dapat Hadiah Uang Rp 100 Juta & Emas 25 Gram

Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan penghargaan kepada perorangan atau kelompok dan lembaga yang dinilai berjasa terhadap upaya pelestarian dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Penerima penghargaan akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 100 juta dan lencana emas 22 karat seberat 25 gram.

Penghargaan yang dinamakan Bali Kerti Nugraha Mahotama itu akan diberikan kepada sebanyak-banyaknya tiga penerima.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta mengungkapkan bahawa penghargaan tersebut sudah dicantumkan dalam Perda dan juga sudah diturunkan dalam bentuk Pergub.
==
“Ini merupakan penghargaan pertama yang diberikan kepada mereka yang memiliki kepedulian terhadap bahasa, sastra dan aksara Bali. Mereka akan diberikan penghargaan emas minimal 25 gram dan uang tunai Rp 100 juta. Belum pernah ada penghargaan yang diberikan di Bali dengan keistimewaan seperti ini,” kata Parta saat ditemui di Taman Budaya Denpasar, Jumat (1/2/2019).

Disisi lain, pihaknya juga memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemprov Bali dengan terselenggaranya bulan bahasa Bali, serta para penyuluh Bahasa Bali untuk menjaga lontar-lontar di seluruh Bali.

“Saya membayangkan betapa susahnya menulis itu dan di Bali lebih dari 40 ribu lontar yang ada, masak kita sebagai generasi berikutnya merawat dan melestarikan saja tidak bisa, padahal leluhur dan orang tua kita membuat bersusah payah,” tutur politisi ASAP Gianyar ini.

Sambungnya, dalam Perda memang mengharuskan pelaksanaan bulan bahasa Bali digelar setiap tahun, dan bulan Februari ditetapkan sebagai bulan bahasa Bali.

“Pelaksanakan bulan Bahasa ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan, karena Perda baru disahkan tahun 2018 lalu,” ujarnya.












Sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Fakta Terungkap, Diperkirakan 10 Kg Sabu-sabu Senilai Rp 15 Miliar Lolos di Ngurah Rai

Manjet Singh (23) bersama rekannya Harvinder Singh (26) asal India diamankan polisi. Keduanya diamankan saat tinggal di kamar hotel nomor...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen