Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Gadis Coba Bunuh Diri di Tukad Ngongkong, Penyelamat Taklukan Medan Curam

Gadis Coba Bunuh Diri di Tukad Ngongkong, Penyelamat Taklukan Medan Curam

Written By Dre@ming Post on Senin, 05 Agustus 2019 | 8:52:00 AM

Evakuasi - Petugas saat melakukan evakuasi terhadap korban percobaan bunuh diri di Tukad Ngongkong Desa Adat Petang, Badung, Bali, Minggu (4/8/2019).
BADUNG – Percobaan bunuh diri dilakukan seorang perempuan muda berinisial NPD (23) di Tukad Ngongkong Desa Adat Petang, Badung, Minggu (4/8).

Dia ditemukan berada di dasar jembatan dengan kondisi masih bernapas. Petugas lalu mengevaskuasi, namun tidak mudah menuju atas jembatan.

Jalan yang terjal dan kontur tanah membuat evakuasi memakan waktu hingga 3,5 jam.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum berusaha bunuh diri NPD menyempatkan diri mengirim foto jembatan Tukad Ngongkong ke pacarnya IPC, asal kecamatan Baturiti, Tabanan.

IPC menuturkan, bahwa pada hari Sabtu lalu, Pukul 17.00 Wita pacarnya sempat mengirim pesan menitip orang tuanya supaya dijaga dan ditengok-tengok.

Pesan ini disampaikan korban karena pacarnya ini mau bunuh diri.

Setelah selang beberapa jam sekitar pukul 20.00 Wita pada Sabtu kemarin, pacarnya mengirim foto di jembatan Tukad Ngongkong yang berlokasi di Banjar Sandakan kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

IPC langsung berangkat menemui pacarnya.

Ia pun kesana dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama ayah korban Made S (49) tahun sekitar pukul 02.00 Wita.

Tiba di lokasi dia tidak melihat korban, dan hanya menemukan sepeda motor Scopy warna Abu-abu dengan plat nomor DK 4281 PT dalam keadaan terkunci.

Dia juga menemukan Hp Merk Vivo bersama racun obat nyamuk dalam keadaan utuh dan belum sempat diminum.

"Sekitar pukul 09.00 Wita, saya baru melihat korban atau pacar saya tergeletak di bawah jembatan Tukad Ngongkong dalam keadaan lemas dan masih bisa bergerak," ungkap IPC, Minggu (4/7).

Dengan melihat pacar di bawah, ia segera minta bantuan kepada masyarakat setempat untuk evakuasi.

Sekitar pukul 09.00 wita korban pun dievakuasi dan baru bisa diselamatkan oleh tim evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung sekitar pukul 12.30 wita.

Dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.30 Wita atau tiga jam lamanya petugas berjibaku menaklukkan medan yang cukup curam.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung dr Ermy Setiari juga mengaku bahwa BPBD Badung sulit melakukan evakuasi.

Pasalnya sungai sangat terjal dan sangat dalam.

"Lumayan sulit mengevakuasi, karena sungai atau tukad itu tidak ada jalan untuk turun," jelasnya.

Pihaknya pun mengaku, dalam melakukan evakuasi, tim BPBD menggunakan tali dengan dikerek. Evakuasi pun dilakukan lumayan memakan waktu lantaran TKP yang terjal.

"Karena semangat dan peralatan yang kami punya. Akhirnya korban dapat kami evakuasi sekitar 12.30 Wita," paparnya sembari mengatakan, saat diamankan kondisi korban dalam keadaan lemas.

Kapolsek Petang AKP I Made Derawi langsung perintahkan anggotanya untuk melakukan upaya penyelamatan begitu mendengar ada kabar tersebut.

"Kami bersama BPBD, SAR, Damkar dan dibantu masyarakat mengevakuasi korban hingga pukul 12.30 wita," ungkap Kapolsek Petang.

Mengenai pemicu korban nekat lakukan percobaan bunuh diri, pihaknya mengaku masih dalam penyelidikan polisi.

Pasalnya korban belum bisa bicara dan masih dirawat di RS Mangusada Badung, setelah sempat dirawat di Puskesmas Pembantu Petang.

" Pacar dan orangtuannya pun juga tidak mengetahui apa penyebab gadis ini ingin bunuh diri. Sementara belum kami ketahui penyebab aksi nekatnya itu," jelasnya.

Korban Sudah Mulai Stabil

Humas RSD Mangudasa Kabupaten Badung Ni Nyoman Ayu Sri Wahyuni, mengungkapkan kini korban perlu dilakukan perawatan intensif dan belum bisa diganggu.

Bahkan pihaknya mengaku pasien atas nama tersebut masih menjalani perawatan di IGD.

Namun demikian, katanya, kendati sudah stabil masih perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Secara umum stabil, tapi sekarang masih cek lab untuk memastikan kondisi pasien, sebab pasien mengeluh sesak,” ujarnya. Jika kondisi pasien membaik tentu sudah bisa diperbolehkan pulang.

"Karena datangnya lemas, dan mungkin masih trauma, jadi perlu ditenangkan dan diistirahatkan dulu," ungkapnya.









sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Polda Bali Bentangan Bendera Merah Putih Dengan Panjang 1.945 Meter

Pembentangan bendera terpanjang oleh Polda Bali di DTW Jatiluwih, Rabu (14/8) TABANAN - Pembentangan bendera Merah Putih dengan pan...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen