Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , , , » Cok Ace Jadi Tandem Koster?, Bangli Digetarkan KBS

Cok Ace Jadi Tandem Koster?, Bangli Digetarkan KBS

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 16 Juli 2016 | 11:43:00 AM

(Koster Bali Satu) Menggema di Bangli

BANGLI - Meski banyak mendapat dukungan, Koster menyatakan PDIP punya mekanisme dan aturan sendiri terkait aspirasi tersebut yang akan diproses sesuai mekanisme dan AD/ART partai serta arahan Ibu Mega.

Giliran DPC PDIP Bangli yang mendeklarasikan dukungan kepada I Wayan Koster yang notabene Ketua DPD PDIP Bali sebagai calon gebernur (Cagub) Bali dalam Pilgub 2018 mendatang. Deklarasi tersebut terungkap dalam rapat kerja cabang (Rakercab) DPC PDIP Bangli di Sekretariat PDIP, Jalan Bisma di kawasan LC Subak Aya, Bangli, Jumat (15/7).

Ketua DPC PDIP Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyatakan dukungan kepada Koster untuk Bali Satu, setelah melihat perkembangan serta aspirasi yang berkembang. “Sebelum rakercab kita kan sudah melaksanakan pra rakercab,” jelas SN Sedana Arta yang juga Wabup Bangli. Dari pra rakercab tersebut, baik di anak ranting, ranting, hingga PAC, nama I Wayan Koster muncul untuk dicalonkan sebagai calon gubernur dalam Pilgub 2018. “Hanya nama Pak Koster,” tegas Sedana Arta. Karena itu, merupakan tanggung jawabnya selaku Ketua DPC menyampaikan dukungan kepada Koster dalam rakercab PDIP Bangli.

Sebelumnya ketika menyampaikan sambutan mengawali Rakercab, Sedana Arta menyampaikan dan memuji Koster sebagai sosok yang telah berbuat banyak untuk Bangli dan Bali. Dikatakan, Koster sebagai kader yang lahir dan tahu permasalahan tentang Bali dan mencari solusi-solusinya. Karena itulah, PDIP Bangli, kata Sedana Arta, tegas mengusung Koster sebagai calon gubernur dalam Pilgub 2018.

Sementara itu, Wayan Koster mengapresiasi aspirasi spontanitas yang mendukung dirinya maju dalam Pilgub mendatang. “Saya kira wajar bagi kawan-kawan di daerah. Setelah melihat perkembangan dan situasi pergerakan calon dari partai lain di lapangan. Malah ada yang telah bergerak hingga ke desa-desa. Sehingg aspirasi yang spontan tadi itu, saya kira wajar dan saya rasa itu aspirasi yang positif,” ujar Koster yang juga anggota DPR RI tersebut.

Dia berharap aspirasi dukungan yang disampaikan, dilandasikan niat yang baik dan tulus dalam rangka mewujudkan program Nawa Cita dan Pembangunan Semesta Berencana “Apa yang akan kami lakukan dalam Pilgub nanti, bukannya semata-mata untuk mengejar jabatan atau kekuasaan semata. Tapi niat tulus untuk membangun Bali menjadi lebih baik,” ucap Koster.

Meski demikian, Koster menyatakan PDIP punya mekanisme dan aturan sendiri terkait aspirasi tersebut. “Tentunya nanti partai mempunyai aturan dan mekanisme. Aspirasi ini akan diproses sesuai mekanisme dan AD/ART partai serta arahan Ibu Mega. Nantinya keputusan dan arahan Ibu Mega itu yang akan kita ikuti,” ucap Koster. Setidaknya sudah ada 7 DPC yang telah menggelar rakercab, mengarahkan dukungan kepada Koster untuk ke maju dalam Pilgub 2018 mendatang.

Sedang dalam pengarahan di rakercab, Koster mengingatkan agar PDIP Bangli menuntaskan kerja partai, membentuk struktur kepengurusan hingga ke anak ranting dan konsolidasi internal. “Kita juga menargetkan agar ada tambahan sebanyak 500 ribu anggota baru yang ber-KTA,” tegasnya. Dengan begitu, pihaknya optimis sebagai partai mayoritas di Bali akan bisa menyapu bersih setiap hajatan pemilu di Bali.

Selain Sekretaris DPD PDIP Bali, IGN Jaya Negara, sejumlah pengurus DPD serta beberapa Ketua DPC juga hadir bersama Koster. Mereka diantaranya I Nyoman Adi Wiryatama, I Wayan Boping Suryadi, I Wayan Sutena, Alit Kelakan, dan I Nyoman Parta. Sedang beberapa Ketua DPC, terlihat I Nyoman Giri Prasta ( Badung) I Nyoman Gede Sanjaya ( Tabanan) dan beberapa sekretaris DPC Kabupaten/Kota. Sedang dari Bangli, sejumlah kader PDIP diantaranya, I Made Gianyar, Ngakan Kutha Parwata, dan I Nyoman Adnyana.

Gianyar Ajukan Cok Ace Jadi Tandem Koster

GIANYAR - Sekretaris Pusat Analisa dan Pengendali Situasi DPP PDIP, Rieke Diah Pitaloka, juga dukung Wayan Koster maju ke Bali Satu

Dukungan PDIP untuk mengusung Dr Ir Wayan Koster MM sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub 2018 nyaris bulat, setelah Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDIP Gianyar dan PDIP Bangli yang digelar bersamaan, Jumat (15/7), juga ajukan aspirasi serupa. Khusus DPC PDIP Gianyar, mereka menginginkan mantan Bupati Tjokorda Oka Artha ardhana Sukawati alias Cok Ace menjadi pendamping Wayan Koster di posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali.

Dari 9 DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali yang semuanya telah melaksanakan Rakercab sejak sepekan lalu, hanya DPC PDIP Denpasar yang belum mengarahkan dukungan kepada Wayan Koster (Ketua DPD PDIP Bali yang notabene anggota Komisi X DPR RI Dapil Bali tiga kali periode) sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018. Sedangkan 8 daerah lainnya, sudah bulat usung Koster Bali Satu (KBS), yakni DPC PDIP Badung, DPC PDIP Tabanan, DPC PDIP Buleleng, DPC PDIP Jembrana, DPC PDIP Karangasem, DPC PDIP Klungkung, DPC PDIP Bangli, dan DPC PDIP Gianyar.

Dalam Rakercab PDIP Gianyar yang digelar di Sekretariat Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Jumat sore, Ketua DPC PDIP Gianyar Made Agus Mahayastra tegas-tegas menyatakan usung Wayan Koster maju sebagai Cagub Bali 2018. Menurut Agus Mahayastra, PDIP Gianyar total mendukung Koster untuk merebut jabatan Bali Satu.

“Tapi, saya mewakili teman-teman mulai dari tingkat Anak Ranting hingga DPC PDIP Gianyar, ingin memiliki Gubernur Bali dengan Wakil Gubernur yang berasal dari Kabupaten Gianyar. Nah, siapa Calon Wakil Gubernur Bali dari Gianyar itu, silakan dengan penafsiran masing-masing,” ujar Agus Mahayastra yang kini menjabat Wakil Bupati Gianyar 2013-2018.

Agus Mahayastra menyatakan, seluruh kader PDIP di Bali hampir bulat mendukung Koster, hingga muncul ikon KBS. Tinggal sekarang siapa pendamping Koster di Bali Dua (Wakil Gubernur). Menurut Agus Mahayastra, dirinya sudah mengkonsultasi dengan politisi sepuh PDIP yang juga Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata, soal figur asal Gumi Seni yang didorong maju mendampingi Koster sebagai Cawagub Bali 2018.

Dari konsultasi tersebut, kata dia, Agung Bharata juga sependapat agar putra-putra terbaik Gianyar dicalonkan menjadi tandem Koster, baik dari kalangan kader PDIP maupun non kader. “KBS di Gianyar sudah dikenal luas. Saya harap pemasangan Calon Wakil Gubernur asal Gianyar bisa jadi kenyataan. Karena, dengan langkah itu, PDIP bisa memenangkan secara maksimal Pilkada Gianyar 2018 dan Pilgub Bali 2018,” tandas politisi PDIP asal Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar ini.

Di sisi lain, jajaran kader PDIP Gianyar menginginkan mantan Bupati Tjokorda Oka Arttha Ardhana Sukawati alias Cok Ace yang diusung mendampingi Koster sebagai Cawagub Bali 2018. Cok Ace adalah tokoh asal Puri Agung Ubud, Gianyar yang mantan Bupati Gianyar 2008-2013 dan kini menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali. “Siapa lagi, kalau bukan Cok Ace yang dimaksudkan Pak Ketua DPC PDIP (Agus Mahayastra, Red),” ujar sejumlah kader di arena Rakercab PDIP Gianyar kemarin.

Mereka menilai sangat masuk akal harapan usung tokoh dari Gianyar seperti Cok Ace sebagai Cawagub Bali pendamping Koster. Sebab, harapan itu menjadi bagian penting dalam strategi untuk memenangkan pasangan Made Agus Mahayastra-AA Gde Mayun (Paket Aman) yang bakal diusung PDIP sebagai Cabup-Cawabup Gianyar di Pilkada 2018. Strategi usung Cok Ace dampingi Koster ini ini sekaligus untuk memecah kekuatan Tjokorda Ngurah Suyagnya alias Cok Wah-Ida Bagus Gaga Adi Saputra (Paket CGT) yang kemungkinan bakal jadi lawan Paket Aman di Pilkada Gianyar 2018. Cok Wah adalah tokoh muda dari Puri Agung Ubud, yang masih kerabat Cok Ace.

Sementara, Wayan Koster mengakui, kecuali DPC PDIP Denpasar, 8 DPC PDIP lainnya se-Bali sudah bulat telor mendukung KBS. Menurut Koster, kemunculan dukungan ini adalah inisiatif para kader Banteng. “Awalnya, saya larang dukungan untuk KBS itu, tapi aspirasinya malah semakin kuat. Namun, dukung-mendukung ini tetap ada mekanisme,” papar Koster seusai membuka Rakercab PDIP Gianyar, kemarin sore.

Terkait harapan kader PDIP Gianyar agar KBS berpaket dengan Cawagub dari Gumi Seni, menurut Koster, hal itu masuk akal. Sebab, untuk memenangkan Pilgub Bali, harus mengkaji peta perimbangan wilayah dukungan. “Saya kan asal Buleleng (Bali Utara), maka Calon Wakil Gurbernur-nya dari Bali Selatan (termasuk dari Gianyar, Red),” tegas nakhoda partai asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Namun, lanjut Koster, terkait figur yang pantas mendampingi dirinya sebagai Cawagub Bali, tentu harus didiskusikan matang. “Jika saya memang ditugaskan partai, saya siap lahir bathin,” papar Koster. Suami dari dramawati Ni Putu Putri Suastini ini meyakini Gianyar dan Buleleng akan menjadi pendukung terkuat saat dirinya maju ke Pilgub Bali, Juni 2018 mendatang. Alasannya, di dua kabupaten dengan jumlah penduduk besar itu, Koster selama ini intens turun ke lapangan terutama memfasilitasi dana bantuan pusat kepada desa-desa adat.

Koster mengakui tantangan terberat PDIP dalam Pilgub Bali 2018 nanti adalah me-ngkonsolidasikan dukungan dengan parpol lain dalam bentuk koalisi. “PDIP terbuka untuk koalisi, sepanjang mitra koalisi tidak menentukan usungan Calon Wakil Gubernur. Karena, PDIP tidak hanya ingin menang Pilkada, tapi juga harus kuat dalam mewujudkan Program Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Bali,” jelas politisi-akademisi bergelar Doktor Ilmu Matematika jebolan ITB Bandung ini.

Khusus untuk Pilkada Gianyar 2018 dan Pilgub Bali 2018, Koster menargetkan paket calon yang diusung PDIP bisa meraih kemenangan di atas 70 persen. “Mudah-mudahan, kami menang untuk Pilkada Gianyar 2018. Karena itu, kader PDIP jangan hanya semangat saat Rakercab, selanjutnya kendor. Kader yang tak sanggup lebih baik mundur dari kepengurusan. Saya tak ingin kekalahan Pilkada Klungkung 2013 terulang karena kadernya loyo,” Koster mengingatkan.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Analisa dan Pengendali Situasi DPP PDIP, Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka, juga hadir ke acara pembukaan Rakercab PDIP Gianyar, Jumat sore. Acara pembukaan Rakercab PDIP bertema ‘Memilih Jalan Tri Sakti’ ini juga dihadiri Sekretaris DPD PDIP Bali IGN Jaya Negara, Sekretaris Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama, serta para Ketua DPC PDIP se-Bali termasuk Nyoman Giri Prasta (Ketua DPC PDIP Badung yang kini menjabat Bupati Badung 2016-2021).

Rieke Diah Pitaloka menyatakan dukungan kepada Wayan Koster maju sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018. “Pak Koster ini orangnya kecil, tapi nyalinya besar. Bersama Pak Koster, tidak terlalu sulit bagi PDIP memenangkan Pilkada di Bali, karena sudah terbukti dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya,” puji mantan Calon Gubernur Jawa Barat di Pilgub 2013 yang juga ekan Koster di DPR RI ini.













sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    3 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

MUDP Tak Larang Kremasi Hanya Harus Lapor Bendesa

"Tapi kami juga tidak melarang krama melakukan kremasi, sepanjang itu bisa dilakukan di desa pakraman yang nantinya sama-sama menjag...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen