Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Mimih!! Masuk Kedokteran sampai Rp 700 Juta Tetap Banyak Peminat

Mimih!! Masuk Kedokteran sampai Rp 700 Juta Tetap Banyak Peminat

Written By Dre@ming Post on Senin, 18 Mei 2015 | 10:27:00 PM

Gedung Fakultas Kedokteran Unud
DENPASAR – Pada masa penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung saat ini, salah-satu program studi yang banyak diminati adalah Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD).

Padahal, biaya kuliah untuk menempuh PSPD itu terbilang selangit.

Berdasarkan penelusuran, uang masuk di PSPD di perguruan tinggi di Bali bisa mencapai tertinggi sebesar Rp 700 juta. Itu terjadi di Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar.

Sedangkan di PSPD Fakultas Kedokteran (FK) Unud, biaya per semester bisa mencapai Rp 45 juta.

Di PSPD Fakultas Kedokteran Unwar, uang masuk yang mencapai ratusan juta itu mencakup komponen-komponen seperti biaya pendaftaran, SPP, sumbangan dana pengembangan (SDP) dan sumbangan sukarela serta biaya kemahasiswaan.

Dua komponen biaya yang menyedot dana besar adalah SDP (yang tahun lalu mencapai Rp 100 juta) dan sumbangan sukarela.

“Calon mahasiswa Fakultas Kedokteran memang dikenai sumbangan sukarela. Besarannya ya sukarela. Tahun lalu, paling sedikit menyumbang Rp 300 juta, dan terbesar Rp 700 juta per mahasiswa. Pembayarannya bisa dicicil sesuai permintaan dan kesepakatan. Biaya SDP dan sumbangan sukarela dipungut hanya satu kali selama mengikuti pendidikan,” jelas seorang petugas penerimaan mahasiswa baru Unwar pada Jumat (15/5/2015) lalu.

PSPD Fakultas Kedokteran Unwar dibuka mulai tahun 2009 lalu.

Saat ini pendaftaran masuk PSPD FK Unwar telah memasuki gelombang kedua, dan seleksi akan dihelat pada 11 dan 10 Juli mendatang.

Sedangkan seleksi gelombang pertama telah dilaksanakan bulan April.

“Seleksi gelombang pertama sudah digelar tanggal 4 dan 5 April lalu, dilanjutkan dengan wawancara tanggal 17 April dan hasil sudah diumumkan pada 22 April 2015 lalu,” jelasnya.

Di Unud, PSPD Fakultas Kedokteran memiliki dua kelas berbeda, yakni kelas reguler dan kelas internasional.

Perbedaan antara dua kelas tersebut terletak pada bahasa pengantar yang digunakan dalam perkuliahan.

Pada kelas reguler, perkuliahan diadakan menggunakan Bahasa Indonesia. Sedangkan pada kelas internasional, perkuliahan diadakan dengan menggunakan Bahasa Inggris.

“Biaya masuk hingga Rp 45 juta itu berlaku untuk kelas internasional atau bagi mahasiswa asing. Tidak benar kalau biaya sebesar itu dikenakan kepada mahasiswa kedokteran lokal. Pada umumnya, mahasiswa asing FK Unud berasal dari Malaysia,” jelas Rektor Unud, Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD KEMD.

Menurut Suastika, semua fakultas di Unud menganut 5 golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besaran UKT ditentukan oleh kemampuan finansial keluarga mahasiswa, yang dibuktikan dengan surat keterangan tertentu dan cek langsung ke lapangan oleh pihak Unud.

Sebelumnya, UKT terendah untuk PSPD FK Unud sebesar Rp 500 ribu (UKT golongan I), dan tertinggi Rp 45 juta (UKT golongan V).

Namun, menurut Suastika, untuk penerimaan mahasiswa baru FK tahun akademik 2015/2016 ini, UKT terendah Rp 1 juta, sedangkan tertinggi yang sebelumnya sebesar Rp 45 juta akan berubah menjadi ‘hanya` Rp 20 juta per semester.













sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen