Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » PDIP Pecat Sumatri, Arjaya dan Sarjana, Siapa Lagi?

PDIP Pecat Sumatri, Arjaya dan Sarjana, Siapa Lagi?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 29 November 2015 | 3:17:00 PM

IGA Mas Sumatri, Made Arjaya dan Wayan Sarjana
DENPASAR - PDIP menuntaskan pemecatan terhadap tiga kadernya yang membelot di Pilkada karena mencalonkan melalui Parpol lain. Setelah menerbitkan SK pemecatan terhadap IGA Mas Sumatri yang di Pilkada mencalonkan melalui NasDem, Hanura, dan PKPI, kini DPP PDIP menerbitkan SK pemecatan untuk Made Arjaya dan Wayan Sarjana.

Arjaya maju sebagai Cawali menggunakan kendaraan politik Demokrat dan PKS, sementara Sarjana maju di Pilkada Tabanan melalui Gerindra, NasDem, Demokrat, dan Hanura.

Pembacaan SK pemecatan untuk Arjaya dan Sarjana dilakukan Ketua PDIP Bali Wayan Koster di hadapan ratusan pengurus jajaran PDIP Bali yang sedang menggelar rapat evaluasi Pilkada di sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat (27/11). “SK pemecatan Sarjana dan Arjaya sudah turun dari DPP,” kata Koster disambut sorak ratusan kader PDIP.

Pemecatan Sarjana dan Arjaya dituangkan dalam dua SK berbeda. Untuk Arjaya dituangkan dalam SK nomor 70/KPTS/DPP/XI/2015 tertanggal 24 November 2015. Sementara pemecatan Sarjana tertuang dalam SK nomor 71/KPTS/DPP/XI/2015.

Menurut Koster, pemecatan keduanya telah melalui berbagai tahapan dan mekanisme internal PDIP. Diawali keputusan Rapat Pleno DPC PDIP Denpasar dan Tabanan, selanjutnya diusulkan kepada DPP melalui DPD. Adapun pertimbangan pemecatan adalah, baik Arjaya maupun Sarjana telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan partai lain. Kemudian lolos sebagai calon wali kota Denpasar dan calon bupati Tabanan tanpa pemberitahuan dan izin dari DPC PDIP di wilayah masing-masing.

"Dengan terbitnya keputusan ini, secara otomatis keduanya tidak bisa lagi bertindak atas nama dan untuk kepentingan PDIP. Pemecatan ini dilakukan semata-mata untuk menegakkan aturan partai,” tegas Koster.

Dalam sejarah pemecatan, PDIP juga melakukan hal sama pada Pilkada 2010 lalu. Khusus di Tabanan, pemecatan bahkan dilakukan terhadap lima kadernya. Saat itu, Wayan Sukaja maju di Pilkada melalui Golkar dan Hanura.

Pemecatan langsung dilakukan kemudian belakangan Sukaja bergabung ke Hanura. Ketika itu Sukaja tidak sendirian. Sejumlah kader lainnya yang mendukung langkah Sukaja turut dipecat.

Mereka adalah Made Sudana yang kemudian pindah ke Gerindra, Ketut Suardiana pindah ke Hanura, Gusti Ngurah Sumade Yoga pindah ke Hanura, dan Ketut Nugrahita Pendit ke Gerindra.









sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen