Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Pelajar Sering ML di Sekolah, Survey Membuktikan

Pelajar Sering ML di Sekolah, Survey Membuktikan

Written By Dre@ming Post on Senin, 15 Agustus 2016 | 7:31:00 AM

“Jadi, di sekolah gue, tuh, ada satu lorong khusus yang emang dipakai buat orang pacaran. Tapi kalau mau lebih, bisa ‘nyewa’ ruang kesenian,” buka Dian. Ia juga menambahkan, bahwa pernah suatu ketika, teman cowoknya ML dengan pacarnya di ruangan ‘khusus’ itu. Syaratnya gampang, tergantung bagaimana cara kita merayu penjaga sekolah. Gbr Ist
Fakta bahwa siswa-siswi nekat melakukan ciuman hingga berhubungan intim di sekolah bukan hanya isapan jempol belaka.

Ini bukan cuma sekadar nafsu, tapi karena adanya kesempatan.

Kesempatan itu didukung menyusul keamanan sekolah yang kurang memadai.

Pada tahun 2014, HAI pernah melakukan survei tentang pengakukan tentang kesempatan melakukan seks di sekolah.

Berikut hasil surveynya:

20,2 Persen: Ciuman Bibir

Berdasarkan angket yang disebarkan HAI, sekitar 45 anak pernah ciuman bibir di ruang kelas.

Meskipun rata-rata mereka deg-degan dan takut ketauan, tapi rasa takut nggak bikin mereka ngerem buat nggak ciuman.

Awalnya sih cuma ngobrol-ngobrol bareng pacar.

Eh, begitu ada kesempatan ciuman bibir pun terjadi gitu aja.

Ya, mirip-mirip kayak di film drama Hollywood gitu, deh.

16,8 Persen: Ciuman Plus Raba-Raba

“Wakyu itu, kondisi kelas emang lagi sepi. Terus y gue kebawa nafsu juga. Cewek gue juga punya badan yang lumayan seksi. Colongan, deh, gue,” buka Ricky (bukan nama sebenernya) salah satu warga sekolah di kawasan Tangerang.

10,2 Persen: Raba-Raba

Teman kita Yoyok (bukan nama sebenarnya), justru kepergok langsung sama gurunya. Kejadian dimulai saat Yoyok sedang berada di kelas sehabis jam pulang sekolah.

Melihat keadaan yang sepi, plus, nggak kuat menahan godaan nafsu, Yoyok mulai memeluk mesra pacarnya.

“Jadi, waktu itu gue pangku-pangkuan sambil pelukan gitu. Nah, berhubung kondisi memungkinkan, sekalian, deh, grepe cewek gue. Eh, tiba-tiba, ada guru yang lewat dan ngeliat ulah kita dari pintu. Tapi malah disenyumen cuek gitu. Ya udah, kita malah ketawa, merasa aman,” kenang Yoyok.

2,4 Persen: ML (making love)

Lain Jack, lain juga hal yang diketahui Dian (nama samaran). Siswi salah satu sekolah negeri di kawasan Jakarta Selatan ini bahkan mengetahui temannya pernah melakukan ML di ruang kesenian sekolahnya.

“Jadi, di sekolah gue, tuh, ada satu lorong khusus yang emang dipakai buat orang pacaran. Tapi kalau mau lebih, bisa ‘nyewa’ ruang kesenian,” buka Dian.

Ia juga menambahkan, bahwa pernah suatu ketika, teman cowoknya ML dengan pacarnya di ruangan ‘khusus’ itu.

Syaratnya gampang, tergantung bagaimana cara kita merayu penjaga sekolah.

“Waktu itu, temen gue ‘nyogok’ penjaga sekolah buat pinjem kunci ruangan kesenian itu. Dia cuma bayar si penjaga pakai rokok Abis itu, baru, deh, si cowok bawak ceweknya masuk ke dalam ruangan itu buat ML,” Lanjut Dian.

4,2 Persen: Petting (Menggesekkan alat kelamin kepada pasangan)

“Pulang sekolah biasanya kalau mau bercumbu sama pacar di pojokan sekolah dekat kelas. Kalau ML belum berani sih, baru gesek-gesek doang di sekolah,” aku Jack (nama samaran), yang keburu nafsu sama pacarnya.

Berbuat mesum di sekolah emang beresiko besar ketahuan guru atau penjaga sekolah.

Seperti Joni (nama samaran) teman kita dari Kabupaten Gowa, Makasar kepergok lagi petting sama temen ceweknya. Bukan pacar loh!

“Tiba-tiba dipanggil penjaga sekolah yang lewat depan tempat kami begituan, dekat kantin dan pojokan mesjid sekolah,” curhatnya.






sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen