Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » KBM Kelabakan, PDIP Buleleng Usulkan Sukrawan Disanksi Tegas

KBM Kelabakan, PDIP Buleleng Usulkan Sukrawan Disanksi Tegas

Written By Dre@ming Post on Selasa, 16 Agustus 2016 | 7:13:00 AM

 Dewa Sukrawan (udeng merah) saat serahkan dukungan ke KPU, Rabu (10/8). Jajaran DPC PDIP Buleleng gerah dengan sepakterjang Dewa Nyoman Sukrawan, yang maju sebagai kandidat Calon Bupati (Cabup) Buleleng dari jalur Independen ke Pilkada 2017. Karena Mendahului Keputusan Partai
Sudikerta Coba Redam Move Gerindra dan Panca Bayu

DENPASAR - Jajaran elite Koalisi Bali Mandara (KBM) kelabakan oleh manuver kubu Fraksi Gerindra DPRD Bali, yang galang gerakan ‘pemecah ombak’ dengan menggandeng Fraksi panca Bayu (NasDem-Hanura-PKPI-PAN) untuk usung paket calon alternatif ke Pilgub Bali 2018.

Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta, selaku pentolan KBM pun berusaha redam gerakan Gerindra cs. Ketut Sudikerta, yang telah dideklarasikan Golkar maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub Bali 2018, berupaya mendekati parpol-parpol yang selama ini tergabung di KBM. Selain Gerindra, parpol parlemen (punya kursi di DPRD Bali ahsil Pileg 2014) pendukung KBM saat Pilgub Bali 2013 lalu adalah Demokrat, Hanura, PKPI, dan PAN. Golkar-Demokrat-Gerindra selama ini jadi motor KBM.

Informasi yang dihimpun, Sudikerta bikin jurus redam seusai Sidang Paripurna Istimewa Peringatan HUT ke-71 Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Niti Mandala Denpasar, Minggu (14/8). Begitu usai sidang paripurna, Sudikerta langsung menjalin komunikasi dengan elite Fraksi Gerindra dan anggota Fraksi Panca Bayu.

“Ya, sore ini (kemarin) ada komunikasi politik, bahkan mungkin pertemuan di Sekar Tunjung Center di Jalan Gatot Soebroto Timur Denpasar. Agendanya, bahas Pilkada Buleleng 2017 dan Pilgub Bali 2018. Tanya saja langsung ke Sudikerta,” ujar sumber di lingkaran Fraksi Panca Bayu DPRD Bali, Minggu kemarin.

Dia menambahkan, anggota KBM Pilgub Bali 2013 mulai digalang lagi oleh Sudikerta untuk disatukan menuju Pilgub Bali 2018, setelah Fraksi Gerindra dan Fraksi Gabungan (Panca Bayu) berkoar di media. Apalagi, parpol-parpol gurem daru Fraksi Panca Bayu (kecuali NasDem) merasa dicueki selama 3 tahun pasca Pilgub Bali 2013. “Sekarang Sudikerta aktif lagi balas SMS kita. Kalau dulu dia tidak pernah balas kalau diajak bicara program,” ujar salah satu anggota Fraksi Panca Bayu yang enggan namanya dikorankan ini.

Komunikasi politik yang dibangun Sudikerta pasca manuver Fraksi Gerindra dan Fraksi Panca Bayu ini ternyata bukan isapan jempol. Saat dikonfirmasi, Minggu sore, Sudikerta mengakui memang ada pertemuan di Sekar Tunjung Center. “Kok tahu? Nggak ada yang gawat, kita koordinasi dengan Pak Gubernur (Made Mangku Pastika yang notabene Dewan Pembina DPP Demokrat). Ada hal penting, tapi ini tidak bisa dipublikasikan dulu,” kilah Sudikerta yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali.

Sementara itu, bocornya komunikasi politik yang digalang Sudikerta, membuat kalangan anggota Dewan dari Fraksi Panca Bayu tutup akses bicara ke media. Demikian pula Fraksi Gerindra dan Fraksi Demokrat. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali Nyoman Suyasa dan Ketua Fraksi Demokrat, Wayan Adnyana, enggan bicara. Demikian pula anggota Fraksi Panca Bayu seperti Kadek Nuartana (dari PKPI) dan Ketut Jengiskan (dari PAN).

Secara terpisah, Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan manuver Fraksi Gerindra dan Fraksi Panca Bayu adalah dinamika. “Kalau bicara dinamika, itu dinamis dan cair. Kalau kepentingan Pilkada Buleleng 2017 dan Pilgub Bali 2018, pada saatnya nanti KBM pasti akan menyatu lagi. Sekarang masih mencari bentuk,” ujar Sugawa Korry.

Sugawa Korry menyebutkan, selama ini pihaknya selalu menjalin komunikasi dengan elit Fraksi Panca Bayu, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Demokrat. Sebab, spriritnya mengawal program Bali Mandara. “Soal APBD, isu-isu di masyarakat, saya selaku Wakil Ketua DPRD Bali selalu komunikasikan dengan KBM,” tegas politisi senior mantan Ketua DPD II Golkar Buleleng ini.

PDIP Buleleng Usulkan Sukrawan Kena Sanksi Tegas

Jajaran DPC PDIP Buleleng gerah dengan sepakterjang Dewa Nyoman Sukrawan, yang maju sebagai kandidat Calon Bupati (Cabup) Buleleng dari jalur Independen ke Pilkada 2017.

Dewa Sukrawan yang kini menjabat Bendahara DPD PDIP Bali pun diusulkan untuk dikenai sanksi pemecatan.Usulan sanksi tegas buat Dewa Sukrawan tersebut diambil melalui rapat DPC PDIP Buleleng yang ‘diperluas’ dengan melibatkan PAC PDIP se-Buleleng, dan Fraksi PDIP DPRD Buleleng di Singaraja, Minggu (14/8) siang. Rapat yang digelar di Sekratariat DPC PDIP Buleleng, Jalan Gajah Mada Singaraja kemarin dipimpin Ketua DPC PDIP Buleleng, Putu Agus Suradnyana, didampingi Sekretaris DPC PDIP Buleleng Gede Supriatna dan Bendahara DPC PDIP Buleleng Putu Mangku Budiasa.

Dalam rapat tersebut, hampir seluruh PAC PDIP dari 9 kecamatan se-Buleleng memasalahkan sepakterjang Dewa Sukrawan nyalon Bupati lewat jalur Independen. Sebagai kader PDIP, Dewa Sukrawan dianggap telah berani melangkah sebelum ada penugasan dan perintah dari induk partai. Masing-masing PAC PDIP pun desak DPC PDIP segera bersikap atas manuver Dewa Sukrawan.

Menyusul desakan dari PAC PDIP se-Buleleng tersebut, DPC PDIP Buleleng akhirnya bikin surat usulan kepada DPD PDIP Bali agar Dewa Sukrawan diberikan sanksi tegas. Usulan itu tertuang dalam surat Nomor 052/IN/DPC-03.04A/BLL/VIII/ 2016 tertanggal 14 Agustus 2016, yang ditandatangani Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Sekretaris Gede Supriatna.

Usai rapat kemarin siang, Gede Supriatna selaku Sekretaris DPC PDIP Buleleng mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan sanksi itu kepada DPP PDIP, melalui DPD PDIP Bali. “Kami hanya mengusulkan, karena ada aspirasi dari PAC-PAC. Soal keputusan, itu kewenangan DPP PDIP. Apalagi, Dewa Sukrawan itu adalah pengurus DPD PDIP Bali,” tandas Supriatna yang notabene Ketua DPRD Buleleng 2014-2019.

Supriatna menepis usulan sanksi tegas terhadap Dewa Sukrawan ini sebagai ekspresi ketakutan PDIP Buleleng. Menurut Supriatna, usulan tersebut bagian dari penegakan aturan partai, di samping karena ada aspirasi dari masing-masing PAC PDIP se-Buleleng. “Ah, tidak ada itu (ketakutan, Red). Kita hanya amankan aturan partai. Kita juga hanya usulkan, terserah DPD PDIP Bali dan DPP PDIP nanti,” kilah kader Banteng asal Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Sementara itu, Dewa Sukarawan yang dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin, enggan menanggapi sikap DPC PDIP Buleleng yang usulkan sanksi tegas terhadap dirinya. Dewa Sukrawan hanya menyebutkan, apa yang dilakukannya adalah bagian dari perjuangan PDIP.

“Silakan saja, apa pun keputusan partai nanti, saya terima. Sebuah perjuangan tentu ada risiko yang harus ditanggung. Saya sudah pikirkan semua itu,” tandas politisi asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang mantan Ketua DPC PDIP Buleleng 2005-2010 dan 2010-2015 ini.

Dewa Sukrawan sendiri maju ke Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017, berpasangan dengan Gede Dharma Wijaya di posisi Calon Wakil Bupati (Cawabup). Pasangan Dewa Sukrawan-Dharma Wijaya (Paket Surya) telah serahkan syarat dukungan ke Kantor KPU Buleleng di Singaraja, Rabu (10/8) lalu.

Dewa Sukrawan (asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng) adalah mantan Ketua DPC PDIP Buleleng sekaligus Ketua DPRD Buleleng 2009-2014, yang kini menjabat Bendahara DPD PDIP Bali. Dia sempat diusung PDIP sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pendamping AA Ngurah Puspayoga dalam Pilgub Bali 2013 lalu.

Sedangkan Dharma Wijaya adalah politisi Demokrat asal Kelurahan Astina, Kecamatan Buleleng mantan Ketua DPC Demokrat Buleleng 2006-2011 yang sekaligus Wakil Ketua DPRD Buleleng 2009-2014. Dharma Wijaya merupakan suami dari Srikandi Demokrat Ni Putu Tutik Kusuma Wardani, mantan Cabup Buleleng di Pilkada 2012.

Berdasarkan hasil penghitungan tim verifikasi di Kantor KPU Buleleng, Jumat (12/8), jumlah du-kungan versi hitung softcopy melalui sistem informasi pencalonan bagi Paket Surya mencapai 42.900 KTP. Ini jauh melebihi syarat dukungan minimal 40.283 KTP yang ditetapkan KPU Buleleng. Jumlah dukungan Paket Surya tersebar di 9 kecamatan se-Buleleng. Dukungan terbanyak berasal dari Kecamatan Gerokgak (Buleleng Barat) dengan 13.237 KTP dan terkecil dari Kecamatan Busungbiu (hanya 186 KTP).

Jika lolos verifikasi faktual, Paket Surya nantinya berhak mendaftar nyalon ke KPU Buleleng sebagai pasangan calon dari jalur Independen. Paket Surya kemungkinan akan tarung segitiga melawan pasangan calon incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra alias Paket PAS-Sutji (diusung PDIP dengan didukung Hanura-NasDem) dan paket calon dari Golkar-Demokrat-PPP (digadang-gadang akan usung Ketut Rochineng-Gede Ariadi).

Sumber di lingkaran PDIP Buleleng menyebutkan, sepakterjang Dewa Sukrawan dikhawatirkan mampu memecah suara partainya di Pilkada Buleleng 2017. Pasalnya, Dewa Sukrawan masih punya kekuatan dan dukungan di akar rumput. “Siapa yang tidak tahu Dewa Sukrawan. Dia politikus lihai, gerakannya pasti membahayakan kalau sampai lolos sebagai Calon Bupati. paling tidak, dia sudah kantongi 42.900 suara,” ujar sumber tersebut di Singajara, Minggu kemarin.







sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen