Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Misteriusnya Pembunuhan Polisi Di Pantai Kuta

Misteriusnya Pembunuhan Polisi Di Pantai Kuta

Written By Dre@ming Post on Jumat, 19 Agustus 2016 | 6:56:00 AM

Foto DPO Warga Negara Asing yang dipasang di kantor Polisi subsektor Monang-maning, Denpasar, Kamis (18/8/2016).
Ini Foto DPO WNA yang Diduga Terlibat Pembunuhan Polisi di Pantai Kuta

KUTA - Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Denpasar yang bertugas di Polsek Kuta, yakni Ajun Inspektur Dua (Aipda) I Wayan Sudarsa, ditemukan tewas di Pantai Kuta, Mangupura, Bali.

Saat menjalankan tugas di pos jaga Hotel Pullman di Jalan Raya Pantai Kuta, Badung, Bali, Suryana (21) tiba-tiba mendengar suara teriakan `oow` dari arah Pantai Kuta.

Saat itu sekitar pukul 01.15 Wita dinihari, Rabu (17/8/2016).

Dengan cepat Suyana pun lari mendekati tempat asal teriakan yang berada di seberang pos jaga.

Namun, setelah mendekat ke lokasi asal teriakan, dari jarak 4 meter Suryana menyaksikan ada 6 perempuan dan seorang lelaki di pinggir pantai itu.

Tiga perempuan duduk di bawah pohon, dua perempuan lain terlihat tangannya merangkul leher seorang lelaki yang sedang terlentang di pasir pantai, dan seorang perempuan lagi tampak duduk di atas tubuh lelaki itu.

Suryana tak menyangka bahwa adegan itulah yang tampaknya merupakan bagian dari rangkaian aksi pembunuhan Wayan Sudarsa.

Pada saat kejadian, polisi yang berusia 53 tahun itu sedang dalam tugas giliran jaga di kawasan Kuta.

“Karena mendengar suara rintihan agak keras, saya lantas menuju pantai untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat itu, saya melihat ada seorang lelaki dan beberapa perempuan. Perempuan itu, ada yang lokal dan bule. Karena saya kira mereka hanya main-main, maka saya pun kembali ke hotel untuk melanjutkan jaga,” tutur Suryana usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Kuta kemarin.

“Saya menyesal, ternyata dua jam kemudian saat mengecek ulang lokasi, saya mendapati lelaki tadi sudah tergeletak bersimbah darah, dan sepertinya sudah tak bernyawa. Saya lantas melapor ke komandan regu jaga hotel,” imbuh Suryana.

Kini polisi tengah melakukan pengejaran.

Para pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Foto DPO Warga Negara Asing akhirnya dipasang di kantor Polisi subsektor Monang-maning, Denpasar, Kamis (18/8/2016).

Foto DPO juga ditempel di beberapa tempat keramaian.

Saat kejadian, saksi mata Suryana mengaku melihat para perempuan itu berjalan-jalan dan tertawa lepas di pantai sebelum dia mengecek ulang lokasi.

Tubuh para perempuan itu dipenuhi pasir putih pantai.

"Saya melihat jelas sekali wajah perempuan yang di atas tubuh korban adalah orang lokal Indonesia. Tapi saya tidak jelas apakah mereka itu banci atau perempuan tulen. Soalnya, saat itu mereka tak bersuara,” ujarnya.

Dibantu jajaran Polresta Denpasar, pada Rabu (17/8/2016) pagi, tim Polda Bali dan Inafis Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yang berjumlah tiga orang, dan juga mengamati seluruh CCTV yang ada di seputar TKP (Tempat Kejadian Perkara).

39 Luka Pada Tubuh Anggota Polisi Tewas di Pantai Kuta, Tubuhnya Diduduki Wanita Bule!

DENPASAR - Penemuan mayat anggota polisi Polsek Kuta bernama Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta menyisahkan tanda tanya, Rabu (17/8/2016).

Pasalnya, saksi Suryana mengaku melihat seorang laki-laki sedang terbaring sambil berteriak sementara diatas tubuhnya terlihat seorang perempuan warga negara asing.

Apakah korban sempat berhubungan badan dengan bule perempuan misterius itu?

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi membantahnya.

Menurutnya, dari hasil Pemeriksaan Luar (PL) pada jasad Wayan Sudarsa tidak ditemukan tanda-tanda korban usai melakukan hubungan badan.

Pihaknya melakukan pemeriksaan jenazah sekitar pukul 6.15 WITA. Hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa luka terbuka pada area wajah dan kepala.

Ditemukan juga beberapa luka memar dan lecet di wajah, kepala, dan tangan di bagian lengan.

Ia menjelaskan terdapat sekitar 39 titik luka pada jasad korban.

Luka-luka tersebut ditemui di bagian kepala,wajah, dan lengan korban. Dudut juga menjelaskan luka paling berat berada di bagian kepala.

"Yang bisa disimpulkan dari ciri-ciri lukanya yaitu akibat kekerasan benda tumpul saja, akibat senjata tajam tidak ada," jelas Dudut di halaman Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Rabu(17/8/2016).

Dudut enggan menerangkan waktu kematian korban karena tidak ingin tersangka tahu dan bisa membuat alibi.

Sebelumnya, Suryana mengaku pada pukul 01.15 wita saat saksi sedang bertugas terdengar suara teriakan.

Sontak, Suryana mencari tahu asal suara teriakan itu.

Ketika tiba di Pantai Kuta, Suryana melihat seorang laki-laki sedang terbaring sambil berteriak sementara diatas tubuhnya terlihat seorang perempuan warga negara asing.

Tak hanya itu, Suryana juga melihat seorang pria nampak berbaring disamping keduanya.

Suryana juga melihat tiga orang sedang duduk di bawah pohon, kurang lebih jaraknya sekitar 5 meter dari tubuh laki-laki yang diduduki perempuan bule.

Namun, saksi tak menaruh curiga karena sepintas terlihat mereka seolah sedang bercanda.

Sekitar pukul 03.15 Wita Suryana melihat empat orang pria dan seorang perempuan bule keluar dari pantai dengan tubuh penuh pasir.

Tak berselang lama, diketahui jasad I Wayan Sudarsa ditemukan di lokasi tersebut.

Saat pertama kali ditemukan tewas di atas hamparan pasir Pantai Kuta, muka korban penuh dengan pasir.

Sedangkan kancing pakaian dinas korban terlepas seluruhnya.

Sementara barang-barang milik korban ditemukan tercecer jauh dari jenazah korban.

Di dekat trotoar ditemukan teleskop milik korban.

Sekitar 2 meter dari jenazah, ditemukan Handie Talkie yang digunakan korban untuk dinas.

Sekuriti Hotel Lihat Bule Wanita Terduga Pelaku Keluar Dari TKP Jasad Polisi di Pantai Kuta

MANGUPURA - Warga sekitar Pantai Kuta geger usai ditemukan mayat anggota polisi bernama Aipda I Wayan Sudarsa.

Anggota Polsek Kuta ini ditemukan tewas di Pantai Kuta depan Hotel Pullman Legian Kuta Badung, Rabu (17/8/2016) sekitar pukul 03.30 wita.

Dari hasil olah TKP ditemukan beberapa barang milik korban.

Namun, sekitar jarak 50 meter arah selatan tepatnya dibawah tembok pembatas pantai, polisi menemukan sebuah tas kulit perempuan berwarna hitam.

Temuan tersebut menguatkan keterangan sekuriti Hotel Pullman, Suryana.

Kepada polisi, Suryana mengaku pada pukul 01.15 wita saat saksi sedang bertugas terdengar suara teriakan.

Sontak, Suryana mencari tahu asal suara teriakan itu.

Ketika tiba di Pantai Kuta, Suryana melihat seorang laki-laki sedang terbaring sambil berteriak sementara diatas tubuhnya terlihat seorang perempuan warga negara asing.

Tak hanya itu, Suryana juga melihat seorang pria nampak berbaring disamping keduanya.

Suryana juga melihat tiga orang sedang duduk di bawah pohon, kurang lebih jaraknya sekitar 5 meter dari tubuh laki-laki yang diduduki perempuan bule.

Namun, saksi tak menaruh curiga karena sepintas terlihat mereka seolah sedang bercanda.

Sekitar pukul 03.15 Wita Suryana melihat empat orang pria dan seorang perempuan bule keluar dari pantai dengan tubuh penuh pasir.

Tak berselang lama, diketahui jasad I Wayan Sudarsa ditemukan di lokasi tersebut.

Dugaan awal, korban dianiaya oleh pelaku dan dipukul kepalanya.

"Pada dahinya ditemukan luka robek dan betisnya ada luka gores. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas," urai sumber.

Saat pertama kali ditemukan tewas di atas hamparan pasir Pantai Kuta, muka korban penuh dengan pasir.

Sedangkan kancing pakaian dinas korban terlepas seluruhnya.

Sementara barang-barang milik korban ditemukan tercecer jauh dari jenazah korban.

Di dekat trotoar ditemukan teleskop milik korban.

Sekitar 2 meter dari jenazah, ditemukan Handie Talkie yang digunakan korban untuk dinas.

"Korban sedang melaksanakan dinas. Ada pecahan botol bir di kepala sebelah kanan dan kiri korban," katanya.

Diburu, Enam Perempuan Misterius dalam Kematian Polisi di Atas Pasir Pantai Kuta

KUTA - Saat menjalankan tugas di pos jaga Hotel Pullman di Jalan Raya Pantai Kuta, Badung, Bali, Suryana (21) tiba-tiba mendengar suara teriakan `oow` dari arah Pantai Kuta.

Saat itu sekitar pukul 01.15 Wita dinihari, Rabu (17/8/2016).

Dengan cepat Suyana pun lari mendekati tempat asal teriakan yang berada di seberang pos jaga.

Namun, setelah mendekat ke lokasi asal teriakan, dari jarak 4 meter Suryana menyaksikan ada 6 perempuan dan seorang lelaki di pinggir pantai itu.

Tiga perempuan duduk di bawah pohon, dua perempuan lain terlihat tangannya merangkul leher seorang lelaki yang sedang terlentang di pasir pantai, dan seorang perempuan lagi tampak duduk di atas tubuh lelaki itu.

Suryana tak menyangka bahwa adegan itulah yang tampaknya merupakan bagian dari rangkaian aksi pembunuhan, dengan korban seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Denpasar yang bertugas di Polsek Kuta, yakni Ajun Inspektur Dua (Aipda) I Wayan Sudarsa.

Pada saat kejadian, polisi yang berusia 53 tahun itu sedang dalam tugas giliran jaga di kawasan Kuta.

“Karena mendengar suara rintihan agak keras, saya lantas menuju pantai untuk mengetahui apa yang terjadi. Saat itu, saya melihat ada seorang lelaki dan beberapa perempuan. Perempuan itu, ada yang lokal dan bule. Karena saya kira mereka hanya main-main, maka saya pun kembali ke hotel untuk melanjutkan jaga,” tutur Suryana usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Kuta kemarin.

“Saya menyesal, ternyata dua jam kemudian saat mengecek ulang lokasi, saya mendapati lelaki tadi sudah tergeletak bersimbah darah, dan sepertinya sudah tak bernyawa. Saya lantas melapor ke komandan regu jaga hotel,” imbuh Suryana yang terlihat wajahnya agak pucat dan mata memerah lantaran belum tidur semenjak menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Suryana mengaku, ia sempat melihat para perempuan itu berjalan-jalan dan tertawa lepas di pantai sebelum dia mengecek ulang lokasi.

Tubuh para perempuan itu dipenuhi pasir putih pantai.

"Saya melihat jelas sekali wajah perempuan yang di atas tubuh korban adalah orang lokal Indonesia. Tapi saya tidak jelas apakah mereka itu banci atau perempuan tulen. Soalnya, saat itu mereka tak bersuara,” ujarnya.

Dibantu jajaran Polresta Denpasar, pada Rabu (17/8/2016) pagi, tim Polda Bali dan Inafis Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yang berjumlah tiga orang, dan juga mengamati seluruh CCTV yang ada di seputar TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Seusai meninjau lokasi sekitar pukul 12.00 Wita kemarin, Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto menjelaskan bahwa motif dari kasus pembunuhan ini belum bisa disimpulkan.

Apalagi jumlah saksi juga terbatas, yakni tiga orang.

Dua orang adalah petugas sekuriti Hotel Pullman, dan seorang saksi adalah pecalang setempat.

Menurut pemeriksaan sementara, korban diketahui meninggal akibat senjata tajam.

Korban mengalami luka di bagian kepala, leher dan kaki.

Saat ditemukan, korban mengenakan seragam dinas.

"Kepolisian mendapatkan saksi yang sangat minim jumlahnya. Karena masih minim keterangan yang diperoleh, kepolisian akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap saksi utama. Saya belum bisa menyimpulkan apa motif yang ada di balik peristiwa ini. Polda sudah membentuk tim untuk menyelidikinya," jelas Kapolda.

Menurut informasi di lapangan, pada hari kejadian korban memang sedang dalam jadwal tugas bersama seorang rekannya.

Mereka biasa berada di pos jaga Hard Rock, Kuta.

Usai melakukan pemeriksaan bersama unit Inafis di TKP, Kapolda juga ikut memeriksa rekaman CCTV di Hotel Pullman.

Namun, karena jarak CCTV (yang ada di lantai dua hotel) dengan TKP sekitar 100 meter, diperkirakan rekamannya tak terlihat jelas.

CCTV di lantai dua hotel itu memang diarahkan ke kawasan pantai di depan hotel.

Sebuah sumber di kepolisian menyebutkan, ada kemungkinan korban dijebak saat lengah, dan kemudian dihabisi di pinggir pantai oleh para pelaku.

“Korban memiliki tubuh besar dan sepertinya tenaganya cukup besar kalau hanya melawan dua wanita, setidaknya dia masih bisa bertahan. Lain cerita jikalau korban dalam kondisi mabuk. Saat dia lengah, ada seseorang yang bersembunyi di sekitar TKP yang kemudian membunuhnya. Tapi, kita masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan mendalaminya dengan pemeriksaan saksi-saksi,” kata sumber itu.

Dari TKP, petugas mendapatkan sejumlah barang-bukti.

Antara lain jaket parasut warna hitam yang diduga milik korban, pecahan beberapa botol bir, tas kulit hitam untuk perempuan, 1 unit sepeda motor Vario hitam milik korban, papan surfing warna putih dalam keadaan rusak parah, serta 1 buah ponsel Nokia dan 1 HT milik korban.




sumber : tribun
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen