Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » Antasari Lakukan Ritual Ruwatan dengan Tirta Yatra ke Pura Besar di Bali

Antasari Lakukan Ritual Ruwatan dengan Tirta Yatra ke Pura Besar di Bali

Written By Dre@ming Post on Selasa, 14 Maret 2017 | 8:34:00 AM

Antasari Azhar (kiri) bersama pengacara asal Denpasar Nyoman "Ponglik" Sudiartana di sela-sela persembahyangan di Pura Dalem Ped Nusa Penida
DENPASAR – Nama Antasari Azhar namanya begitu moncer. Dia bagaikan macan ketika menjadi Ketua KPK. Bahkan besan Presiden SBY yaitu Deputi Bank Indonesia Aulia Pohan juga diseret ke jeruji besi kala itu. Namun Antasari akhirnya terjerat kasus pembunuhan, yang akhirnya beberapa waktu lalu mendapatkan grasi dari Presiden. Dan sempat membuat tamparan telak terhadap SBY, jelang coblosan Pilgub DKI. Nama sosok Jaksa itu, akhirnya melesat lagi. Dan kemarin bikin geger dunia sosial media di Bali.

Antasari muncul di dunia maya melakukan ritual, seperti ruwatan dengan melakukan tirta yatra ke beberapa Pura besar di Bali. Yang pertama fotonya muncul adalah di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar. Antasari disebut usai melukat, fotonya terlihat dia menggunakan pakain adat Bali. Udeng putih, baju putih, saput bercorak kuning dan bija di jidat. Terlihat juga sang istri Ida Laksmiwati di belakangnya, mengenakan jilbab, namun menggunakan kamen dan selendang kuning di pinggang.

Tak berselang lama, muncul fotonya lagi. Kali ini disebut – sebut berada di Nusa Penida. Tepatnya di Pura Dalem Ped. Kali ini Antasari berfoto dengan Dirut PD Parkir Kota Denpasar yang juga pengacara senior Bali Nyoman “Ponglik” Sudiantara. Antasari menggunakan pakain yang sama seperti di Tirta Empul.

Konfirmasi dari Ponglik. “Ya saya kebetulan ada ritual sembahyang di Pura Dalem Ped. Bersama Gus Bota (Ketua Baladika), Pak Aridus dan keluarga. Ternyata bertemu dengan Pak Antasari, Gus Bota yang lebih awal lihat dan memberitahu saya,” jelas Nyoman Sudiantara.

Dia mengatakan, pola sembahyang antara rombongan Sudiantara dan Antasari kebetulan beda. Jika Antasari lebih awal sembahyang di Pura Dalem Ped, sedangkan Sudiantara lebih awal di Penataran Dalem Ped. Sempat bertemu di Penataran, kemudian tukar kartu nama. Selanjutnya bertemu lagi di wantilan. Kali ini lebih lama ngobrol.

“Sempat juga berdiskusi hukum, termasuk juga berdiskusi tentang kondisi Pak Antasari. Bahkan Pak Antasari mengeluh, bahwa saat ini dirinya tidak bisa duduk bersila. Sehingga sembahyang menggunakan kursi,” jelas Sudiantara.

“Mungkin karena habis di penjara, kaki saya kaku. Begitu beliau bilang,” kata Sudiantara.

Saat itu Sudiantara mengatakan, bahwa beginilah di Indonesia. “Saya jawab pendek saja, inilah yang namanya Indonesia Pak,” kata Sudiantara.

Dia mengatakan, jika Antasari memang sembahyang. Sedangkan istri dan keluarganya tidak. Bagi Sudiantara jangan diseret pada posisi Agama secara saklek. Namun dia mengaggap ini bagian dari perjalan spiritual dan ruwatan. “Banyak yang nyinyir berkomentar di facebook saya, tapi jangan begitulah. Bagi saya inilah Bhineka Tunggal Ika,” sambungnya.

Sudiantara juga mengatakan, bahwa pada saat di Pura Tirta Empul sempat dilihat oleh sopirnya. Karena kebetulan sopirnya juga ke Tirta Empul. Usai acara di Pura Dalem Ped, Antasari dan keluarga balik ke Denpasar. Sudiantara juga balik. Apa ada ritual khusus? “Kalau saya ya memang ada ritual khusus. Namun kalau Beliau (Antasari) saya tidak tahu. Saya ada terkait pusaka keris, jadi memang sudah ada rencana sembahyang di Purnama Kesanga, hari ini (kemarin),” pungkasnya.








sumber : Baliexpress
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Lawan Politik PDIP Badung Di Gawangi Giri Prasta Malu, Kenapa?

Bupati Giri Prasta jauh lebih besar ketimbang bansos yang dibawa kader non PDIP untuk masyarakat Badung DENPASAR - Lawan-lawan politik...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen