Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , » KESDM Berkoordinasi Dengan BNPB Jika Gunung Agung Erupsi, Ini Skenarionya!

KESDM Berkoordinasi Dengan BNPB Jika Gunung Agung Erupsi, Ini Skenarionya!

Written By Dre@ming Post on Kamis, 05 Oktober 2017 | 7:27:00 AM

Pemantauan ke lapangan ini dilakukan untuk melihat persiapan, dan bagaimana skenario suplai bantuan jika nantinya Gunung Agung mengalami erupsi.Gbr Gunung Agung
DENPASAR - Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (KESDM) tengah melakukan pemantauan ke lapangan pasca ditetapkannya status Gunung Agung ke level IV awas.

Pemantauan ke lapangan ini dilakukan untuk melihat persiapan, dan bagaimana skenario suplai bantuan jika nantinya Gunung Agung mengalami erupsi.

Demikian dikatakan Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Satry Nugraha saat ditemui, Selasa (3/10/2017) malam di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem.

"Kami ke sini untuk melihat kesiapan ESDM bila terjadi bencana. Jadi lingkup tugas ESDM dalam membantu bencana, saya yang mengkoordinasikan di sini. Terutama lingkup ESDM seperti keperluan gas, keperluan bahan bakar minyak, listrik bagaimana kalau putus. Kemudian, kalau yang langsung ke masyarakat adalah kebutuhan air bersih. Itu yang kami fokuskan, dan mencoba mensingkronkan skenario bagaimana jika terjadi bencana," jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang ini menyatakan, telah berkoordinasi dengan pihak BNPB untuk berbagi tugas dalam pendistribusian suplai bantuan jika erupsi terjadi.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan BNPB, bagaimana nanti di lapangan jika bencana ini terjadi. Siapa yang menjemput apa, dimana posnya, dimana disimpannya. Seperti BBM, bagaimana suplainya dari laut atau darat. Jadi kita membuat skenario seperti itu," papar Satry.

Dikatakannya sejumlah skenario dalam penyaluran bantuan pun telah dirancang untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

Baik skenario jalur darat, laut dan udara.

"Semua skenario pelan-pelan kami kumpulkan, agar lebih siap dalam menghadapi bencana. Artinya kita matangkan saja skenarionya seperti apa. Kita matangkan dengan BNPB, dan nantinya bupati koordinasinya seperti apa.

“Kalau terjadi apa-apa, jika tidak mungkin menggunakan jalur udara. Bisa dari laut dan darat. Pendistribusian bisa saja dari Surabaya ke Banyuwangi nyebrang, atau bisa langsung ke pelabuhan Tanah Ampo," ungkap Satry.

Ditanya, sejumlah skenario distribusi bantuan yang disiapkan apakah berkaca pada daerah lain yang pernah dilanda bencana seperti, saat erupsi Gunung Sinabung.

"Ya kami bicarakan juga tadi, contoh di Sinabung seperti ini. Tapi kan tidak sama, paling tidak cara penanganan bencana baik di Sinabung, gempa di Padang, dan Gunung Merapi itu kita jadikan pelajaran," ujar Satry.

Dengan kondisi sekarang ini, pihaknya menyatakan, suplai bantuan masih aman.

Namun yang menjadi fokus untuk saat ini adalah suplai gas dari air bersih di pengungsian.

"Kalau misalnya kondisi masih seperti sekarang kami belum bisa. Suplai-suplai masih seperti biasa saja. Mungkin yang perlu kami bicarakan adalah suplai gas di pengungsian. Minyak tanah kan sudah jarang di sini. Suplai jalan terus seperti biasa. Cuma yang kasian adalah pengungsinya. Kita sekarang buat sumber air bersih di beberapa titik pos pengungsian," imbuh Satry.

Dirinya pun mengungkapkan, telah mengadakan rapat dengan beberapa stakeholder di Jakarta, terkait penanganan masyarakat ketika bencana terjadi.

"Sekarang diatur dan terkoordinir. Semua mengatakan siap membantu. Nanti bentuknya seperti apa, kebutuhannya seperti apa, lingkup ESDM itu dimana. Pemkab yang mana, Depsos yang mana. Jadi saya lebih fokus di lingkup ESDM saja," urainya.

Ditanya berapa pasokan dan stok suplai bantuan yang akan disiapkan.

Dirinya belum bisa memastikan jumlahnya, karena masih melihat kondisi dan keadaan di lapangan.

"Untuk pasokan bantuan seperti gas dan lainnya, kita kan belum tahu keadaan di lapangan seperti apa. Apakah jalannya putus, kabel litrik putus. Paling tidak emergency responnya seperti apa. Sedia payung sebelum hujan. Untuk stok kita belum tahu, dan kita tidak tahu berapa lama, bisa saja terjadi selama setahun. Itu kan harus diantisipasi seperti apa," tegasnya.








sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen