Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Tari Kecak Pecahkan Rekor Muri, Kenapa Angka 5.555 Dipilih?

Tari Kecak Pecahkan Rekor Muri, Kenapa Angka 5.555 Dipilih?

Written By Dre@ming Post on Senin, 26 Februari 2018 | 8:15:00 AM

MANGUPURA - Pementasan Tari Kecak 5.555 Penari yang libatkan siswa-siswi dari 17 SMK dan 5 SMA se-Kabupaten Badung menelan anggaran Rp 1 miliar, mulai persiapan kostum, konsumsi, hingga kebutuhan lainnya.

Atraksi kolosal Tari Kecak 5.555 Penari menandai berakhirnya kegiatan Berawa Beach Arts Festival (BBAF) I 2018 di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (25/2) malam. Pentas Tari Kecak 5.555 Penari yang sekaligus pemecahan catatan Muri (Museum Rekor Indonesia) selaman disaksikan belasan ribu penonton, yang sebagian wisatawan asing.

Di Loloan Yeh Poh, Pantai Berawa, Minggu kemarin, atraksi kolosoal Tari Kecak 5.555 Penari baru dimulai sekitar pukul 19.00 Wita. Namun, ribuan pengunjung sudah berdatangan sejak sore pukul 16.00 Wita. Selama 20 menit pementasan Tari Kecak 5.555 Penari, belasan ribu pengunjung terpukau melihat atraksi yang dibawakan siswa-siswi dari 17 SMK dan 5 SMA se-Kabupaten Badung tersebut. Apalagi, atraksinya tidak lazim, karena bukan hanya melibatkan penari pria, namun juga perempuan.

Pengunjung rela berdesak-desakan, kemudian mendekati para penari kecak untuk mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel masing-masing. Pementasan Tari Kecak 5.555 Penari ini memecahkan rekor dunia pada Muri, yang sebelumnya tercatat dalam pentas Kecak 5.000 Penari di kawasan wisata Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, 20 September 2006.

Menurut pentolan Panitia BBAF I 2018, I Made Dwijantara, pementasan Tari Kecak 5.555 Penari merupakan atraksi yang ditunggu-tunggu pengunjung di Pantai Berawa. "Ini merupakan kegiatan spektakuler yang memecahkan rekor Muri. Tari Kecak sebelumnya lebih sering digunakan sebagai pengiring, tapi kini dijadikan sebagai main event. Selain itu, penarinya tak hanya laki-laki, tapi juga perempuan, sehingga dalam pementasannya terdengar dua warna suara,” tandas Dwijantara.

Dwijantara mengatakan, pihaknya berusaha keras menyukseskan pagelaran kolosal Tari Kecak 5.555 Penari ini. Agar peserta 5.555 orang tetap tercapai, pihaknya menyiapkan 50 penari cadangan. "Ada beberapa penari yang tak bisa ikut tampil, namun sudah diganti penari cadangan,” katanya. Ada filosofi di balik jumlah 5.555 penari yang dilibatkan dalam pementasan ini. Empat angka 5 berjejer itu menunjukan dua pasang tangan, yang maknanya bersatu. Jadi, festival ini melambangkan persatuan.

Dwijantara mengatakan, pelaksanaan BBAF I di Pantai Berawa, 22-25 Februari 2018, disuport oleh Pemkab Badung dengan gelontoran dana Rp 2,3 miliar. Khusus untuk persiawan awal hingga pentas Tari Kecak 5.555 Penari saat hari terakhir BBAF I 2018 tadi malam, menelan anggaran Rp 1 miliiar. Dana sebesar itu digunakan untuk persiapan kostum, konsumsi, dan kebutuhan lainnya. "Kami juga mengapresiasi semangat Karang Taruna Desa Tibubeneng dalam penggalian dana. Kami tak menggunakan EO. Panitia murni dari Desa Tibubeneng," akunya seraya menyebut pengunjung BBAF I 2018 rata-rata mencapai 10.000 orang per hari.

Sementara itu, Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya mengaku sangat puas atas capaian dalam BBAF I 2018. Meski baru pertama kali digelar, namun BBAF langsung mampu menghipnotis pengunjung. Bahkan, atraksi Tari Kecak 5.555 Penari mencatatkan Muri. “Melihat euforia pengunjung, kami terpacu untuk menggelar BBAF ini sebagai event tahunan. Tujuannya, untuk menarik agar wisatawan agar lebih banyak yang datang ke Desa Tibubeneng,” kata Perbekel Kamajaya, Minggu kemarin.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Dinas pariwisata Daerah (Kadisparda) Badung, I Made Badra. Menurut Badra, pihaknya sangat bangga dengan pementasa Tari Kecak 5.555 Penari yang dibawakan siswa-siswi 17 SMK dan 5 SMA se-Kabupaten Badung ini. Bagi Badra, ini merupakan satu langkah konkret yang dilakukan masyarakat dalam mengembangkam pariwisata Badung.

Badra mengatakan, BBAF I 2018 di Pantai Berawa ini sangat mendukung kegiatan Disparda Badung dalam mempromosikan pariwisata di luar negeri. "Saya tak melihat kekurangannya, tapi melihat upaya yang dilakukan. Suatu kreasi seni budaya sebagai landasan pariwisata Bali yang luar biasa. Pemkab Badung siap mensupport festival ini di tahun-tahun mendatang," katanya.

Sementara itu, Manajer Muri, Muryono, mengaku rekor yang dipecahkan dalam pementasan Tari Kecak 5.555 Penari ini masuk kategori superlatif. Pasalnya, tarian ini hanya ada di Bali. Selain itu, Tari Kecak 5.555 Penarii tidak hanya memecahkan rekor Muri, tapi juga rekor dunia dalam Muri. "Selamat untuk Kabupaten Badung yang telah memecahkan rekor dunia Muri. Rekor ini tak akan bisa dikalahkan oleh negara mama pun dan daerah mana pu di Indoneaia, karena tarian kecak merupakan khas Bali,” jelas Muryono.








sumber : nusabali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen