Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » » Indahnya Cinta......Kukejar Cinta Sampai "Langit Ketujuh"

Indahnya Cinta......Kukejar Cinta Sampai "Langit Ketujuh"

Written By Dre@ming Post on Jumat, 17 Juni 2011 | 7:22:00 AM

Jumat, 17 Juni 2011, 06:39

Kalau cinta sudah bertaut apapun tidak akan bisa jadi penghalang apalagi jarak, “akan ku kejar cinta sampai langit ketujuh” mungkin pribahasa ini cocok untuk menggambarkan pasangan I Nyoman Artana dan Ni Putu Suliastrini.

Dua sejoli terpisah jarak yang cukup jauh yaitu Ungasan dan Desa di Buleleng. Namun keinginan untuk mengikatkan diri dalam satu pernikahan suci telah terlaksana tanggal 16 Juni 2011.

Kami dari Dre@ming Post pun mengikuti proses pemamitan mempelai wanita dari kabupaten terutara Bali ini. Dengan naik satu Bus dan beberapa mobil seperti avansa, carry dan lain-lain. Tak kurang dari 100 orang ikut dalam rombongan ini.

Berangkat jam 08:00 Wita peserta rombongan yang didalamnya terdapat kelian dinas dan kelian adat Werdhi Kosala serta sulinggih yang akan berperan sebagai pengelingsir dalam penyelesaiaan
prosesi sekala maupun niskala pernikahan suci ini.

Dengan melewati perjalanan yang cukup panjang melewati Bedugul dan penuh belokkan, sempat juga di dalam Bis kami bergurau “Ayo siapa yang bisa menghitung banyaknya belokkan ketika menuju Buleleng?. Ada yang jawab oh… banyak, ratusan, tidak tahu, semuanya salah….. Jadi yang benar berapa belokan?. Dua belokan yaitu belok kiri dan belok kanan” demikian guruan kami di dalam bus. Setelah menempuh perjalanan selama 4,5 jam akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

Rombongan disambut dengan ramah tamah dan penuh antusias dari pihak mempelai perempuan.

Dalam prosesi penandatanganan dokumen perkawinan, pengelingsir dari pihak mempelai perempuan diwakili Bendesa Adat memberikan nasehat agar mempelai pria jangan sampai menyesaikan permasalahan dengan tangan tapi harus dengan komunikasi dan saling pengertian, jika terjadi pertengkaran jangan buru buru “ngambul” kerumah orang tua untuk mempelai wanita. Kalau bisa membuat anak lebih banyak, 5 anak misalnya agar bisa membantu kesulitan atau “beberatan” beryadnya di Bali di kelak kemudian hari, jaga selalu kerukunan dan saling tenggang rasa antar dua mempelai.

Setelah melewati prosesi pernikahan yang agak lama akhirnya rombongan dari Ungasan dipersilahkan makan siang bersama.

Waktu sudah menunjukkan jam 14.00 Wita, rombongan dari Ungasan pun  berpamitan dan bergegas naik kemobil dan kembali ke Ungasan.

Pada jam 18:15 Wita rombongan sampai kembali dirumah mempelai laki-laki. Tampak tergurat kegembiraan Kak Sitra sebagai ayah dan pengerajeg karya karna semua rombongan sudah sampai dengan selamat. Balian kelas wahid di Ungasan ini mengucapkan terima kasih kepada kami karena sudah ikut untuk meramaikan jalannya prosesi.

Acara puncak akan diadakan pada Hari Minggu tanggal 19 Juni 2011, kami pun kembali di undang untuk Shooting Video prosesi puncak acara.

Nantikan laporan kami selanjutnya.

Dre@ming Post______
Yan Andie
Share this article :

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Melerai Keributan Pemuda Asal NTT, Dua Buruh Ditusuk di Nusa Dua

"Panjiono bilang ke mereka, teman kalau berkelahi jangan disini. Lebih baik berkelahi diluar saja karena sekarang waktu untuk istira...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen