Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , » Duo Srikandi Sepakat Saling Kawal

Duo Srikandi Sepakat Saling Kawal

Written By Dre@ming Post on Kamis, 02 Agustus 2012 | 7:14:00 AM

Kamis, 2 Agustus 2012, 06:59

DENPASAR - Dua Srikandi PDIP yang maju ke Pilgub Bali 2013 melalui partainya, Ni Made Sumiati dan Ida Ayu Indra Kondi Santosa, benar-benar kompak luar dalam. Mereka bukan hanya mengembalikan formulir Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dan sekaligus mendaftarkan pencalonannya ke DPD PDIP secara berbarengan, Rabu (1/8). Duo Srikandi juga sepakat saling kawal, demi memperjuangkan keterwakilan perempuan.

Made Sumiati (anggota Fraksi PDIP DPRD Bali asal Dapil Karangasem) dan Ida Ayu Indra Kondi (mantan caleg PDIP untuk kursi DPR pada Pileg 2009) datang bersamaan ke Kantor Sektretariat DPD PDIP Bali, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Rabu siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Kedua Srikandi yang kembalikan formulir Cawagub ini hanya diterima oleh Staf Sekretariat DPD PDIP Bali, I Gusti Agung Ariesyuni. Sedangkan Pantitia Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP yang diketuai Wayan Sutena, kemarin tidak ada di tempat. Padahal, selama tahapan pengambilan formulir hingga pengembalian formulir, mereka selalu standby di tempat.

Meski tanpa keberadaan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP, Made Sumiati dan Ida Ayu Indra Kondi tetap mendaftarkan pencalonannya. Mereka mengikuti jejak Ketua DPD PNIM Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, yang sudah mendahului kembalikan formulir Cawagub Bali 2013 ke Sekretariat DPD PDIP sehari sebelumnya, Selasa (31/7) lalu. Sedangkan Made Arjaya, kandidat Cawagub yang kini Ketua Komisi I DPRD Bali dari Fraksi PDIP,
hingga Rabu kemarin belum kembalikan formulir.

Made Sumiati dan Ida Ayu Indra Kondi, yang sama-sama pentolan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali, sepakat untuk saling mengawal dalam proses Pilgub 2013 ini. Intinya, siapa pun di antara mereka yang kelak direkomendasi DPP PDIP sebagai Cawabup Bali ke Pilgub 2013, akan didukung total dan diperjuangkan untuk menang.

Menurut mereka, langkah saling kawal ini sangat penting demi memperjuangkan keterwakilan perempuan. “Ya, kami berdua sudah sepakat untuk saling mengawal,” tegas Ida Ayu Kondi sembari saling bersalam komando dengan Sumiati di Sekretariat DPD PDIP Bali, Rabu kemarin.

Ditambahkan Ida Ayu Kondi, soal siapa nanti direkomendasi maju sebagai Cawagub Bali, itu dikembalikan ke mekanisme partai. Namun demikian, pihaknya sangat berharap supaya kaum perempuan tetap diberi kesempatan untuk memberikan pemikiran bagi pembangunan Bali, menuju Bali Mandara (aman, damai sejahtera) yang selama ini diusung PDIP pada Pilgub 2008 lalu. “Berikan kami kesempatan, karena perempuan lebih fleksibel dalam memberikan pemikiran,” ujar Srikandi PDIP yang kesehariannya seorang notaris ini.

Hal senada juga disampaikan Made Sumiati, Srikandi PDIP yang kini anggota Komisi I DPRD Bali. Sumiati menegaskan, PDIP memiliki segudang kader perempuan yang potensial. Dirinya bersama Ida Ayu Kondi ikut maju memperebutkan rekomendasi tiket Cawagub Bali di internal partainya, sebagai pembuktian bahwa kader perempuan PDIP tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sumiati mempertegas komitmenya sebagai politisi perempuan yang bisa berbuat untuk Bali. Menurut Sumiati, dirinya selaku pradana (perempuan) mengincar peluang di posisi Cawagub karena selama ini dominasinya selalu di purusa (kaum pria). “Nanti kita berharap bisa ada paket purusa-pradana (laki-perempuan) memimpin Bali. Kalau ini terjadi, maka di Bali bakal muncul keseimbangan di segala hal,” tegas politisi yang juga advokat ini.

Bagi Sumiati, sudah selayaknya kaum perempuan diberikan porsi untuk berkiprah dalam dunia politik, sehingga kesan ‘adanya ketidakadilan’ lama-lama bisa terkikis dan menghilang. "Kalau tidak dimulai dari sekarang berani tampil, kapan lagi kaum perempuan mampu berkiprah dalam perjuangan politik? Kesempatan ini saya manfaatkan untuk menyuarakan kaum perempuan," tandas Sumiati yang notabene merupakan satu dari dua Srikandi PDIP di DPRD Bali, selain Hening Puspitarini (asal Dapil Bangli).

Baik Sumiati maupun Ida Ayu Kondi mengaku tidak memasang target soal siapa nanti Calon Gubernur (Cagub) yang akan didampinginya dalam Pilgub Bali, 15 Mei 2013 mendatang. Masalah paket, juga dikembalikan kepada induk partai, dalam hal ini DPP PDIP, untuk menentukannya.

Namun demikian, Duo Srikandi berharap bisa dipaketkan dengan salah satu kandidat Cagub favorit: Made Mangku Pastika (Gubernur Bali saat ini) atau AA Ngurah Puspayoga (Wagub Bali saat ini). "Siapa pun jadi Cagub, semuanya adalah kader-kader terbaik dari partai. Baik Mangku Pastika maupun AA Ngurah Puspayoga keduanya adalah kader PDIP," ujar Sumiati.

Sumiati sendiri mengaku tidak risau dengan keputusan DPC PDIP Karangasem yang menetapkan AA Ngurah Puspayoga sebagai Cagub Bali dan Bupati Klungkung Wayan Candra sebagai Cawagub Bali. Meski namanya tidak dimunculkan DPC PDIP Karangasem, menurut Sumiati, nantinya tetap hasil survei yang menentukan siapa yang direkomendasi DPP PDIP.

Menurut Sumiati, hasil survei itu yang lebih menentukan, karena menyangkut elektabilitas seorang figur. Sumiati pun tetap menggalang kekuatan untuk menjadi calon pemimpin. Dia tetap maju mewakili kaum perempuan, apalagi penduduk Bali dominan wanita.

“Selama ini, kaum perempuan didiskriminasi. Kan biasa, kaum pria tak bisa diungguli dalam segala hal, termasuk jabatan,” ujar politisi PDIP asal dari Lingkungan Belong, Kelurahan Karangasem ini kepada di Amlapura, beberapa waktu lalu.

Sumiati mengaku maju ke Pilgub Bali 2013 bukannya tanpa modal. Pengalamannya berorganisasi juga ikut jadi modal. Sebelum duduk di kursi DPRD Bali, Sumiati sempat menduduki jabatan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Karangasem (FKMK), selain sebagai manajer sebuah bank, dan selaku pendiri Yayasan Tresna Yadnya Amlapura.

Sementara itu, terkait ketidakhadiran satu pun Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP saat dirinya mendaftarkan pencalonannya, Rabu kemarin, Sumiati mengaku tidak mempersoalkan masalah ini. “Ya, nanti masyarakat yang menilai, yang penting kami sudah mengikuti mekanisme partai,” katanya.

Ketidakhadiran Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP Bali saat Duo Srikandi mendaftarkan pencalonannya kemarin, memang memunculkan berbagai spekulasi. Bahkan, ada spekulasi bahwa ini sebagai langkah awal untuk mendepak kandidat perempuan. Sebelumnya, Sumiati memang masuk dalam Pantia Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP Bali yang diketuai Wayan Sutena. Namun, karena ikut nyalon posisi Cawagub Bali, Sumiati akhirnya pilih mundur dari tim penjaringan.

Betulkah ada upaya penjegalan Duo Srikandi? Dikonfirmasi terkait masalah ini, Rabu kemarin, Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon DPD PDIP Bali, Ketut Tama Tenaya, berdalih panitia tidak berada di tempat karena Made Sumiati dan Ida Ayu Kondi sebelumnya tak ada pemberitahuan soal rencananya mendaftar.

“Saya kebetulan izin, karena ada koordinasi di DPRD Bali usai sidang paripurna. Pak Sutena juga kebetulan ada kegiatan, yang lain pun begitu. Kebetulan juga, Bu Sumiati dan Dayu Kondi tidak menyampaikan rencana pendaftarannya,” beber Tama Tenaya yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali.

Jadwalnya kan sudah ditetapkan, panitia mesti siaga? “Dengar dulu, ini bukan kesengajaan. Karena mendadak, ya kami mandatkan kepada Staf DPD PDIP Bali. Yang penting kan prosesnya lancar. Sekali lagi, tak ada kesengajaan dari tim untuk tidak menerima mereka (Sumiati dan Ida Ayu Kondi),” terang Bendahara DPD PDIP Bali asal Kuta Selatan, Badung ini. 

sumber : NusaBali
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Viral Di Medsos Penculikan Anak, Ternyata Kenakalan Remaja

SINGARAJA - Kabar penculikan di Busungbiu berawal dari tiga remaja perempuan yang ketakutan saat digoda pemuda di jalanan. Ada-ada ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen