Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , , , » Mantap! Nilai Rata-rata Tertinggi Diukir SDN 7 Ungasan

Mantap! Nilai Rata-rata Tertinggi Diukir SDN 7 Ungasan

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 21 Juni 2014 | 8:49:00 PM

Kepala SD N 7 Ungasan, Kuta Selatan, Badung, mendapat nilai rata-rata tertinggi se-Bali, yakni 46,94
DENPASAR - Hasil ujian akhir tingkat SD yang berlangsung 12-15 Mei lalu telah diperoleh. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali ada 10 besar SD yang memiliki nilai rata-rata tertinggi. SD Negeri 7 Ungasan, Kuta Selatan, Badung, mendapat nilai rata-rata tertinggi se-Bali, yakni 46,94.

Kesepuluh besar SD yang mendapat nilai rata-rata tertinggi adalah SDN 7 Ungasan (46,94), SDN 3 Buduk (46,93), SD Bali Public School (46,45), SDN Singakerta (46,43), SDN 7 Darmasaba (46,40), SD Fajar Harapan (46,25), SDN 3 Melinggih Kelod (46,13), SDN 3 Mambal (46,13), SDN 2 Angantaka (45,82), serta SDN 5 Peguyangan (45,81). “Untuk di Bali ada sebanyak 2.459 SD yang mengikuti ujian sekolah terkoordinasi (UST — istilah terkini untuk ujian nasional SD, Red) dengan total peserta sebanyak 60.534 siswa,” jelas Kepala Disdikpora Bali TIA Kusuma Wardani, Jumat (20/6).

Dijelaskannya, dari lima mata pelajaran yang diujikan, nilai sempurna mampu dicapai peserta ujian untuk 4 mata pelajaran. “Nilai tertinggi 10 didapatkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan mata pelajaran PKN nilai tertinggi 9,80,” jelasnya.

Sebaliknya nilai terendah masing-masing mata pelajaran bahkan ada yang mendapatkan nilai 0,40 yaitu mata pelajaran PKN. Selain itu nilai terendah mata pelajaran Bahasa Indonesia (3,00), Matematika (1,00), IPA (2,25), serta IPS (1,60). “Nilai UST tidak sepenuhnya menjadi patokan lulus tidaknya siswa. Yang menentukan adalah pihak sekolah masing-masing dengan melihat nilai rapor serta nilai-nilai terkait lainnya,” jelas TIA.

Dari total 60.534 siswa SD yang mengikuti UST, teranking menjadi 5 besar dengan perolehan nilai UST tertinggi diraih oleh Ni Nyoman Omni Wipra Laksana Uttama dari SD Cipta Dharma dengan jumlah nilai 48,60. Selanjutnya disusul Putu Eliza Sastira Sri Mahadevi dari SD Cipta Dharma dengan jumlah nilai 48,30; I Dewa Gede Punia Atmaja dari SDN 17 dauh Puri dengan jumlah nilai 48,30; Ni Putu Leonita Sari dari SDN 1 Peguyangan dengan jumlah nilai 48,25, serta Ida Ayu Yadnyaningtias Permata Sari dari SD Dwijendra Denpasar dengan jumlah nilai 48,25.

“Nilai UST akan dipergunakan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi yakni SMP,” jelasnya.

Di Denpasar, SMP negeri tetap menjadi favorit, sehingga setiap tahun peminatnya selalu membeludak. Meski begitu setiap sekolah memiliki kuota masing-masing sehingga tidak dapat menampung seluruh lulusan SD. SMPN favorit di Denpasar yang berada di pilihan pertama yakni SMPN 1, 3, dan 10. Ditemui secara terpisah Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar Drs I Made Merta MSi terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Denpasar mengatakan sudah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan. “Juknis pelaksanaan PPDB sudah disepakati di seluruh Bali, termasuk Denpasar. Di dalamnya sudah diatur jadwal dan jalur yang bisa dilalui oleh siswa. Harapannya supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang di luar juknis karena peluang orangtua atau yang berkepentingan main belakang sudah tidak ada,” jelasnya.

Untuk di Denpasar, kata Merta, secara keseluruhan pendaftaran siswa baik PPDB SD, SMP, SMA/SMK dilakukan secara online di http://denpasar.siap-ppdb.com yang bisa diakses mulai Senin (23/6) mendatang. “Untuk jenjang SMP pendaftaran dibuka dari tanggal 25-28 Juni,” ujarnya.

Setelah melakukan pendaftaran online, peserta didik baru selanjutnya mencetak tanda bukti pendaftaran untuk dilakukan verifikasi ke sekolah tujuan. Khusus untuk peserta didik baru dari luar Bali yang memilih SMP di Denpasar, harus melalui tes seleksi yang berlangsung Selasa (1/7). “Tes seleksi ini dimaksudkan untuk menyamakan tingkat kemampuan siswa karena ujian SD di setiap provinsi di Indonesia berbeda. Jadi siswa yang berasal dari luar Bali setelah melalui tes seleksi setidaknya tingkat pengetahuannya sama,” jelasnya.

Sementara untuk peserta didik yang melalui jalur prestasi, selain menyertakan sertifikat juga harus mengikuti tes prestasi. “Jadi siswa bersangkutan dites terkait prestasinya, supaya tidak terjadi siswa yang membawa sertifikat prestasi palsu,” kata Merta. Sedangkan untuk peserta didik yang melalui jalur siswa miskin wajib menyertakan kartu perlindungan sosial dari Kementerian Sosial. “Untuk di Denpasar, siswa bersangkutan punya SK Walikota yang masuk kategori rumah tangga miskin yang diperkuat dengan surat rekomendasi kepala desa atau kepala dusun bahwa yang bersangkutan benar-benar miskin. Selain itu untuk anak yatim/piatu juga melampirkan surat keterangan dari desa/lurah,” jelasnya.

Hasil PPDB SMP akan diumumkan secara online pada 4 Juli mendatang yang dilanjutkan dengan pendaftaran ulang mulai 7-11 Juli di sekolah tujuan. Terkait kuota di 12 SMPN yang tersebar di Denpasar secara umum akan menerima 60 persen berdasarkan nilai UN, 20 persen prestasi, serta 20 persen siswa miskin. “Satu kelas maksimal bisa menampun 40 siswa. Jadi jumlah ruang kelas mempengaruhi kuota,” jelas Merta.



sumber : NusaBali
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    7 bulan yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Ronaldo Borong 3 Goal, Portugal Vs Spanyol Berakhir Imbang 3-3

Cristiano Ronaldo menjadi bintang lapangan ketika Portugal bermain imbang 3-3 melawan Spanyol pada laga perdana penyisihan Grup B Pial...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen