Tajam, Terpercaya dan Apa Adanya
Home » , , » Inilah Kisah Penjual Batu Akik Keliling Tewas Dihajar Massa di Seminyak

Inilah Kisah Penjual Batu Akik Keliling Tewas Dihajar Massa di Seminyak

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 03 Oktober 2015 | 1:35:00 PM

Jenazah Hendro (19) ketika dievakuasi menuju Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis (1/10/2015)
MANGUPURA - Uslan (25) hanya bisa termenung di depan Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali pada Jumat (2/10/2015).

Ia tidak habis pikir rekan 1 kampungnya, Hendro (19), harus tewas dengan kondisi yang menggenaskan dihajar massa karena dikabarkan sempat melakukan aksi penjambretan.

Uslan sudah memastikan, jika Adi yang merupakan koban amuk massa di Jalan Kayu Aya, Banjar Basang Kasa, Seminyak adalah teman sekampung yang dikenalnya bernama Hendro (19).

Hendro adalah remaja asal Dompu, NTB yang harus meregang nyawa karena dihajar massa setelah dikabarkan sempat menjambret seorang wisatawan asal Tiongkok pada Kamis (1/10/2015) malam.

"Kalau di kampung dipanggil Hendro, bukan Adi. Saya sudah pastikan itu Hendro setelah melihat langsung jenazahnya di kamar mayat," ujar Uslan yang masih tampak shock dengan kejadian yang menimpa rekannya tersebut.

Uslan menceritakan, ia mendapat kabar meninggalnya Hendro dari rekannya bernama Boby yang meneleponnya pada tengah malam kemarin.

Saat itu Boby yang berada di Dompu, menelepon untuk meminta Uslan memastikan apakah benar kabar yang menyatakan salah satu rekan mereka bernama Hendro meninggal di Bali.

"Boby saat itu mengabarkan jika Hendro meninggal karena kecelakaan. Panik dan bingung saya, setelah saya pastikan itu memang benar jenazah rekan kami yang bernama Hendro," ujarnya kembali menegaskan.

Ia mengenal sosok Hendro sebagai sulung dari 3 orang bersaudara.

Menurutnya, Hendro adalah orang yang baik namun memiliki sifat yang pendiam dan relatif tertutup dengan rekan-rekannya.

"Setahu saya selama di Bali Hendro kerjanya jualan cincin batu akik keliling. Dia dulu tinggal di Ubung, tapi sudah agak lama saya tidak ketemu dia lagi. Terakhir saya denger kabar dia sempat pulang ke Dompu. Namun dia balik lagi dan setelah itu saya tidak tau dia tinggal di mana lagi," ujar Uslan yang mengaku tinggal di Sading ini.

Terkait dengan permintaan autopsi ataupun pemulangan jenazah Hendro ke kampung halamannya di O,OO Dompu, pihaknya mengaku masih harus berunding dan berkoordinasi dengan pihak keluarga di Dompu dan juga tergantung dari pihak Kepolisian.

"Kasihan dia, masih muda merantau untuk cari makan tapi meninggalnya seperti ini. Kasihan dia..," keluh Uslan.

Berdasar hasil pemeriksaan Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Hendro mengalami luka lecet dan memar pada wajah, Kepala, dada dan tangan.

Sedangkan, luka terbuka dan patah tulang ditemukan pada kepala belakang bagian kanan.

"Jadi ada patah tulang pada kepala bagian belakang, khususnya pada bagian kanannya. Untuk permintaan autopsi sebenarnya sudah ada dari pihak kepolisian. Namun, kita harus tunggu perstujuan keluarga," terang Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Dokter Alit.







sumber : tribun
Share this article :
  • Membuat Kartu Nama - Hampir setiap orang baik yang bekerja sebagai karyawan maupun orang yang merintis usaha pribadi berkeiinginan untuk menambah relasi. Salah satu sarana yang...
    2 hari yang lalu

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Post!!

Tanpa Urunan, PDIP Gotong Royong Menangkan KBS-Ace

DENPASAR - Kader PDIP gotong-royong dalam memenangkan KBS-Ace (Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati), pasangan Cagub-Cawagub ...

The Other News

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Ungasan - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen